11 Agustus 2026
Daftar Vaksin Tambahan Anak beserta Jadwal & Manfaatnya!
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksinasi, Vaksinasi Tambahan, Imunisasi Booster, Program Imunisasi
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin tambahan adalah sebutan yang kerap digunakan untuk vaksin di luar layanan imunisasi rutin pemerintah yang diterima seorang anak. Istilah "tambahan" bukan berarti vaksin tersebut kurang penting atau tidak diperlukan. Beberapa vaksin direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia atau IDAI untuk memperluas perlindungan anak terhadap penyakit sesuai usia, kondisi kesehatan, tempat tinggal, dan risiko paparannya.
Daftar vaksin yang tersedia melalui program pemerintah juga terus berkembang. PCV, rotavirus, dan HPV, misalnya, kini telah masuk ke program imunisasi nasional untuk kelompok sasaran tertentu. Karena itu, vaksin yang perlu diperoleh secara mandiri oleh satu anak belum tentu sama dengan anak lainnya.
MomDad perlu memeriksa catatan imunisasi anak bersama dokter sebelum menentukan prioritas. Dengan demikian, vaksinasi dapat disusun berdasarkan dosis yang sudah diterima, usia anak, penyakit penyerta, rencana perjalanan, serta kemampuan keluarga tanpa memberikan dosis yang sebenarnya tidak diperlukan.
Apa yang Dimaksud dengan Vaksin Tambahan?
Secara medis, pembagian antara vaksin "wajib" dan "tambahan" tidak selalu menggambarkan tingkat kepentingannya. Istilah tersebut lebih sering digunakan untuk membedakan:
- Vaksin yang tersedia dalam program imunisasi nasional
- Vaksin yang direkomendasikan organisasi profesi, tetapi belum tersedia merata dalam program pemerintah
- Vaksin yang diberikan hanya kepada kelompok atau daerah berisiko tertentu
- Vaksin yang perlu diperoleh secara mandiri di klinik atau rumah sakit
Semua vaksin yang direkomendasikan memiliki tujuan mencegah penyakit atau mengurangi risiko komplikasinya. Perbedaannya terletak pada sasaran, epidemiologi penyakit, ketersediaan, pembiayaan, dan kebijakan program.
Sebelum mencari vaksin tambahan, pastikan imunisasi rutin anak telah lengkap. Vaksin tambahan tidak menggantikan dosis dasar maupun lanjutan yang terlewat.
Mengapa Vaksin Tambahan Perlu Dipertimbangkan?
Jadwal imunisasi nasional disusun berdasarkan prioritas kesehatan masyarakat Indonesia. Namun, risiko kesehatan setiap anak tidak selalu sama. Vaksin tambahan dapat dipertimbangkan untuk:
- Memperluas perlindungan terhadap penyakit yang belum tercakup dalam vaksin rutin anak tersebut
- Mengurangi risiko komplikasi, rawat inap, atau kematian akibat infeksi tertentu
- Melindungi anak dengan penyakit kronis atau kondisi medis khusus
- Mempersiapkan anak sebelum masuk sekolah, bepergian, atau tinggal di daerah tertentu
- Melindungi anggota keluarga yang rentan, seperti bayi, lansia, atau orang dengan gangguan imunitas
- Melengkapi imunisasi yang terlambat atau belum tersedia ketika anak masih lebih kecil
Keputusan tidak cukup didasarkan pada usia saja. Dokter perlu mempertimbangkan riwayat penyakit, alergi, obat yang digunakan, kondisi sistem imun, dan vaksin yang pernah diterima.
Jenis-Jenis Vaksin Tambahan Anak
Berikut beberapa vaksin yang sering dipertimbangkan sebagai vaksin tambahan. Jadwal di bawah merupakan gambaran umum berdasarkan rekomendasi IDAI dan informasi produk. Jadwal individual dapat berbeda.
1. Vaksin Influenza
Influenza berbeda dari batuk pilek biasa. Penyakit ini dapat menyebabkan demam tinggi, nyeri otot, pneumonia, perburukan asma, hingga rawat inap.
Vaksin influenza dapat diberikan mulai usia enam bulan dan perlu diulang setiap tahun karena virus influenza terus berubah serta perlindungan vaksin dapat menurun.
Anak berusia enam bulan sampai delapan tahun yang baru pertama kali menerima vaksin influenza mungkin memerlukan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu. Setelah itu, vaksin diberikan satu kali setiap tahun. Jadwal tepatnya perlu diperiksa berdasarkan riwayat dosis.
Vaksin influenza terutama penting dipertimbangkan untuk:
- Anak yang bersekolah atau berada di tempat penitipan
- Anak dengan asma atau penyakit paru kronis
- Anak dengan penyakit jantung, diabetes, atau gangguan saraf tertentu
- Anak dengan daya tahan tubuh yang terganggu
- Anak yang tinggal bersama bayi, lansia, atau anggota keluarga berisiko tinggi
- Anak yang akan bepergian
Sebuah tinjauan sistematis dalam Clinical Infectious Diseases menemukan vaksin influenza memberikan perlindungan terhadap rawat inap terkait influenza pada anak, walaupun tingkat efektivitas dapat berbeda setiap musim.
2. Vaksin MMR
Vaksin MMR melindungi terhadap tiga penyakit: Measles atau campak, Mumps atau gondongan, dan Rubella atau rubela.
Program pemerintah menggunakan vaksin MR untuk melindungi dari campak dan rubela. Vaksin MMR memberikan tambahan komponen perlindungan terhadap gondongan.
Kebutuhan dan jadwal MMR perlu disesuaikan dengan riwayat MR atau MMR yang sudah diterima. Anak yang pernah mendapatkan MR tidak selalu harus mengulang seri vaksin dari awal.
Orang tua perlu membawa Buku KIA atau kartu imunisasi agar dokter dapat menilai:
- Jumlah dosis vaksin yang mengandung campak
- Usia ketika setiap dosis diberikan
- Interval antardosis
- Jenis vaksin MR atau MMR yang diterima
Vaksin MMR merupakan vaksin hidup yang dilemahkan sehingga tidak diberikan pada anak dengan gangguan imunitas berat atau kondisi tertentu tanpa penilaian dokter.
3. Vaksin Varisela
Vaksin varisela membantu melindungi anak dari cacar air. Walaupun sering dianggap sebagai penyakit ringan, varisela dapat menyebabkan infeksi kulit, pneumonia, radang otak, serta komplikasi berat pada anak dengan daya tahan tubuh lemah.
- Tinggal di wilayah dengan penularan hepatitis A
- Bersekolah atau sering makan di luar rumah
- Akan bepergian ke daerah dengan risiko hepatitis A
- Memiliki penyakit hati kronis
- Tinggal bersama orang dengan risiko komplikasi tinggi
- Jenis vaksin tifoid yang digunakan
- Usia minimal penerima
- Jumlah dosis
- Kebutuhan dosis ulang
- Rencana perjalanan atau risiko paparan anak
- Tinggal di daerah endemis
- Akan menetap atau melakukan perjalanan cukup lama ke daerah berisiko
- Sering beraktivitas di area persawahan, peternakan, atau lingkungan dengan paparan nyamuk tinggi
- Mendapat rekomendasi berdasarkan program imunisasi daerah
- Anak yang akan melakukan perjalanan ke negara berisiko
- Anak yang akan menjalani umrah atau haji sesuai ketentuan perjalanan
- Anak tanpa limpa atau dengan gangguan fungsi limpa
- Anak dengan kelainan sistem komplemen
- Anak yang tinggal di lingkungan dengan risiko penularan tinggi
- Tinggal di wilayah dengan kasus rabies tinggi
- Sering berinteraksi dengan anjing, kucing, kelelawar, atau hewan liar
- Akan bepergian ke lokasi dengan akses layanan medis terbatas
- Memiliki aktivitas atau kondisi yang meningkatkan risiko gigitan hewan
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi IDAI 2024. IDAI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Tambahan untuk Mengoptimalkan Kekebalan Tubuh Anak. Kemenkes RI.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Kemenkes RI.
- World Health Organization. Summary of WHO Position Papers - Recommendations for Routine Immunization. WHO; 2025.
- World Health Organization. Japanese Encephalitis Vaccines: WHO Position Paper. WHO.
- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Produk Qdenga yang Disetujui BPOM. BPOM RI.
- Tricou V, et al. Long-term Efficacy and Safety of a Tetravalent Dengue Vaccine (TAK-003). The Lancet Global Health. 2024;12(2):e257-e270.
- Boddington NL, et al. Effectiveness of Influenza Vaccination in Preventing Hospitalization Due to Influenza in Children. Clinical Infectious Diseases. 2021;73(9):1722-1732.
- Vizzotti C, et al. One or Two Doses of Hepatitis A Vaccine in Universal Vaccination Programs in Children. Human Vaccines & Immunotherapeutics. 2021;17(3):947-957.
- Kaswandani N, et al. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Tahun 2024. Sari Pediatri. 2025;26(5):328-336.







