1 September 2026
Hepatitis B, Mengapa Vaksin HB0 Perlu dalam 24 Jam?
Ditulis oleh

Dhia Piyanka
Topik: Hepatitis B, Jadwal Imunisasi Bayi 0-3 Bulan, HB0, Bayi Baru Lahir
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin hepatitis B bayi merupakan salah satu perlindungan pertama yang diberikan setelah si Kecil lahir. Dosis ini dikenal sebagai HB0, yaitu dosis lahir vaksin hepatitis B. Kementerian Kesehatan RI menempatkan HB0 pada usia kurang dari 24 jam, sementara WHO merekomendasikan pemberiannya sesegera mungkin setelah lahir, idealnya dalam 24 jam. Waktu yang singkat ini penting karena virus hepatitis B dapat berpindah dari ibu ke bayi saat persalinan, dan infeksi pada awal kehidupan jauh lebih berisiko menetap menjadi infeksi kronis. Di artikel ini, MomDad akan memahami alasan HB0 perlu diberikan segera, siapa yang membutuhkannya, apa yang dilakukan bila terlambat, dan langkah yang perlu dipastikan sebelum pulang dari fasilitas kesehatan. [1][2]
Mengapa Hepatitis B Berbahaya bagi Bayi?
Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati. Penularannya dapat terjadi melalui darah dan cairan tubuh, termasuk dari ibu ke bayi selama kehamilan atau persalinan. Banyak orang dengan infeksi hepatitis B tidak langsung menunjukkan gejala. Karena itu, bayi dapat terlihat sehat meskipun telah terpajan virus.
Masalah utamanya bukan hanya penyakit akut. WHO menjelaskan bahwa infeksi yang terjadi pada masa bayi dan anak usia dini memiliki kemungkinan tinggi menjadi kronis. Infeksi kronis dapat berlangsung bertahun-tahun dan meningkatkan risiko sirosis serta kanker hati di kemudian hari. Perlindungan perlu dimulai sedekat mungkin dengan waktu kelahiran, bukan menunggu gejala muncul. [2][3]
Mengapa Vaksin HB0 Perlu Diberikan dalam 24 Jam?
Perlindungan dimulai pada masa risiko paling awal
Paparan virus dapat terjadi ketika bayi bersentuhan dengan darah atau cairan tubuh ibu saat persalinan. HB0 dirancang sebagai dosis lahir agar sistem imun bayi mulai membentuk perlindungan sesegera mungkin. Kementerian Kesehatan RI menyebut semua bayi menerima HB0 dalam waktu kurang dari 24 jam. WHO juga menegaskan bahwa dosis pertama diberikan sesegera mungkin setelah lahir, sebaiknya dalam 24 jam. [1][2]
HB0 diberikan kepada semua bayi
Pemberian universal penting karena tidak semua infeksi hepatitis B pada ibu telah terdeteksi sebelum persalinan. Hasil pemeriksaan yang tidak tersedia, terlambat, atau tidak tercatat tidak boleh membuat bayi kehilangan kesempatan mendapat dosis lahir. Status HBsAg ibu tetap perlu diperiksa dan didokumentasikan karena hasilnya menentukan apakah bayi memerlukan HBIg serta tindak lanjut khusus.
HB0 dan dosis lanjutan memiliki fungsi yang saling melengkapi
HB0 adalah langkah awal, bukan seluruh rangkaian. Setelah dosis lahir, bayi tetap memerlukan dosis hepatitis B lanjutan sesuai jadwal imunisasi nasional, biasanya melalui vaksin kombinasi DPT-HB-Hib. Rangkaian lengkap membantu membentuk perlindungan jangka panjang. MomDad dapat mengecek jadwal pada Buku KIA dan membandingkannya dengan catatan imunisasi di aplikasi PrimaKu.
Bagaimana Jika Ibu HBsAg Reaktif?
HBsAg reaktif menunjukkan adanya infeksi hepatitis B pada ibu dan perlu ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan. Pada bayi yang lahir dari ibu dengan hasil tersebut, Kementerian Kesehatan menganjurkan HB0 dan hepatitis B immunoglobulin atau HBIg dalam waktu kurang dari 24 jam. HBIg memberikan antibodi siap pakai, sedangkan vaksin membantu tubuh bayi membangun respons imun sendiri. Keduanya bekerja dengan cara berbeda dan tidak saling menggantikan. [4]
Rencana pencegahan sebaiknya sudah dibahas sejak kehamilan. Ibu dengan HBsAg reaktif dapat memerlukan pemeriksaan lanjutan, penilaian jumlah virus, dan pada kondisi tertentu terapi antivirus selama kehamilan. Keputusan ini harus dibuat oleh dokter. MomDad sebaiknya membawa hasil pemeriksaan ibu saat persalinan dan memastikan informasi tersebut tercatat pada berkas bayi.
Apakah Bayi Prematur atau Lahir Caesar Bisa Mendapat HB0?
Secara umum, persalinan melalui operasi caesar bukan alasan untuk melewatkan HB0. Berat lahir rendah juga bukan kontraindikasi otomatis, tetapi jadwal dan jumlah dosis dapat memerlukan penyesuaian, terutama pada bayi dengan berat kurang dari 2.000 gram atau kondisi klinis belum stabil. Tenaga kesehatan akan mempertimbangkan stabilitas bayi, status HBsAg ibu, berat lahir, dan kebutuhan perawatan khusus. [5]
Pada bayi yang sedang sakit atau membutuhkan perawatan intensif, keputusan waktu pemberian harus dibuat oleh dokter yang merawat. Prinsipnya adalah memberi perlindungan secepat mungkin ketika aman, sambil memastikan langkah tambahan tidak terlewat bila ibu HBsAg reaktif.
Apa yang Perlu MomDad Pastikan Sebelum Pulang?
- Tanyakan apakah HB0 sudah diberikan dan pukul berapa vaksin diberikan.
- Pastikan jenis vaksin, tanggal, dan fasilitas pemberi tercatat di Buku KIA atau kartu imunisasi.
- Simpan hasil pemeriksaan HBsAg ibu dan sampaikan kepada tenaga kesehatan bayi.
- Jika ibu HBsAg reaktif, konfirmasi apakah HBIg sudah diberikan dan apa rencana kontrol selanjutnya.
- Catat jadwal dosis lanjutan dan buat pengingat sebelum kunjungan berikutnya.
Catatan yang lengkap membantu dokter menyusun jadwal berikutnya tanpa mengulang dosis yang tidak perlu. MomDad juga dapat membaca panduan imunisasi kejar bila ada dosis yang tertinggal, mengecek informasi biaya vaksin anak, serta melihat pilihan layanan vaksin hepatitis B di PrimaKu. Ketersediaan, merek, dan jadwal layanan dapat berbeda di setiap fasilitas.
Jika HB0 Terlambat, Apa yang Harus Dilakukan?
Jangan menunggu kunjungan rutin berikutnya tanpa berkonsultasi. Hubungi bidan, puskesmas, rumah sakit, atau dokter anak sesegera mungkin. Tenaga kesehatan akan menilai usia bayi, status HBsAg ibu, catatan dosis yang sudah diberikan, serta kondisi klinis bayi. Keterlambatan tidak berarti seluruh manfaat vaksin hilang, tetapi perlindungan terhadap penularan saat lahir paling optimal ketika dosis diberikan tepat waktu.
Jangan mengulang rangkaian dari awal atau menambahkan dosis sendiri. Jadwal imunisasi kejar disusun berdasarkan vaksin yang telah diterima dan jarak minimal antardosis. Bila catatan tidak tersedia, sampaikan seluruh informasi yang MomDad ingat agar tenaga kesehatan dapat menentukan langkah yang aman.
Reaksi Setelah Vaksin yang Perlu Diamati
Sebagian bayi dapat mengalami nyeri ringan, kemerahan, atau bengkak kecil di lokasi suntikan. Bayi juga mungkin lebih rewel atau mengalami demam ringan. Reaksi ini umumnya singkat. Tetap susui bayi sesuai kebutuhan dan jangan memberi obat tanpa arahan tenaga kesehatan, terutama pada bayi baru lahir.
Segera cari pertolongan bila bayi sulit bernapas, wajah atau bibir membengkak, tampak sangat lemas, kejang, tidak mau menyusu, mengalami demam sesuai batas yang dianggap gawat pada bayi baru lahir, atau MomDad merasa kondisinya tidak seperti biasa. Reaksi alergi berat sangat jarang, tetapi memerlukan pertolongan segera.
FAQ tentang Vaksin Hepatitis B Bayi
Q: Apakah HB0 sama dengan vaksin hepatitis B dalam DPT-HB-Hib?
A: Keduanya mengandung komponen hepatitis B, tetapi HB0 adalah dosis tunggal yang diberikan saat lahir. DPT-HB-Hib diberikan kemudian sebagai vaksin kombinasi dan tetap diperlukan untuk melengkapi rangkaian.
Q: Jika hasil HBsAg ibu negatif, apakah bayi tetap perlu HB0?
A: Ya. Program imunisasi merekomendasikan dosis lahir untuk semua bayi. Pemberian universal juga membantu melindungi bayi ketika hasil skrining tidak tersedia atau ada risiko paparan lain pada masa awal kehidupan.
Q: Apakah HB0 dapat diberikan bersamaan dengan vitamin K?
A: Dapat diberikan pada waktu perawatan bayi baru lahir dengan lokasi dan alat suntik yang berbeda. Tenaga kesehatan akan mengatur urutan serta lokasi pemberian sesuai prosedur.
Q: Apakah menyusui harus ditunda setelah HB0?
A: Tidak. Menyusui dapat dilanjutkan. Pada bayi dari ibu dengan hepatitis B, pencegahan yang tepat melalui HB0, HBIg bila diindikasikan, serta tindak lanjut medis tetap menjadi hal utama.
Q: Apakah vaksin hepatitis B menjamin perlindungan 100%?
A: Tidak ada vaksin yang menjamin perlindungan 100%. Namun, rangkaian vaksin hepatitis B sangat efektif. Ketepatan waktu HB0, kelengkapan dosis lanjutan, dan penanganan khusus pada bayi dari ibu HBsAg reaktif membantu meningkatkan perlindungan.
HB0 perlu diberikan sesegera mungkin setelah lahir, dengan target dalam 24 jam, karena perlindungan dibutuhkan sejak masa paparan paling awal. Dosis ini berlaku untuk semua bayi dan harus dilanjutkan dengan rangkaian imunisasi hepatitis B sesuai jadwal. Jika ibu HBsAg reaktif, bayi memerlukan perhatian tambahan, termasuk HBIg sesuai arahan tenaga kesehatan. Pastikan pemberian tercatat, simpan hasil pemeriksaan ibu, dan segera konsultasikan bila dosis terlewat.
Cek kembali aplikasi PrimaKu dan pastikan HB0 serta jadwal dosis berikutnya sudah tercatat. Bila ada keraguan atau jadwal tertinggal, konsultasikan dengan dokter anak dan gunakan fitur Booking Vaksin di PrimaKu untuk melihat pilihan layanan yang tersedia.
Referensi:
1. Kementerian Kesehatan RI. Seputar Imunisasi.
2. World Health Organization. Preventing mother-to-child transmission of hepatitis B.
3. World Health Organization. Hepatitis B fact sheet.
4. Kementerian Kesehatan RI. Pedoman eliminasi penularan hepatitis B dari ibu ke anak.
5. World Health Organization Western Pacific Region. Hepatitis B Control through Immunization: A Reference Guide.






