20 Agustus 2026
Vaksin Hepatitis A dan B: Perbedaan Manfaat dan Jadwal
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Hepatitis, Vaksinasi anak sekolah, Hepatitis A, Hepatitis B, Jadwal Vaksin
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Hepatitis merupakan peradangan hati yang dapat disebabkan oleh sejumlah virus. Dua jenis yang bisa dicegah melalui imunisasi adalah hepatitis A dan hepatitis B. Walaupun sama-sama menyerang hati, keduanya memiliki cara penularan, perjalanan penyakit, risiko komplikasi, dan jadwal vaksinasi yang berbeda.
Vaksin hepatitis A terutama membantu mencegah infeksi yang menyebar melalui makanan atau minuman terkontaminasi. Sementara itu, vaksin hepatitis B melindungi dari virus yang menyebar melalui darah dan cairan tubuh, termasuk dari ibu kepada bayi saat persalinan. Menurut IDAI dan Kemenkes RI, kedua vaksin memiliki tempat masing-masing dalam jadwal imunisasi anak dan tidak dapat saling menggantikan.
Lantas, apa saja perbedaan vaksin hepatitis A dan B? Apakah seseorang perlu mendapatkan keduanya? Berikut pembahasan lengkapnya.
Apa Itu Hepatitis A?
Hepatitis A adalah infeksi hati akibat virus hepatitis A. Penyakit ini terutama menular melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika virus dari tinja orang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain.
Penularan dapat terjadi melalui makanan atau minuman yang tercemar, tangan yang tidak dicuci dengan benar setelah menggunakan toilet, makanan mentah atau kurang matang yang terkontaminasi, peralatan makan dan benda yang tercemar, atau kontak dekat dengan penderita.
Gejalanya dapat meliputi demam, lelah, mual, muntah, kehilangan nafsu makan, sakit perut, urine berwarna gelap, tinja pucat, serta kulit dan bagian putih mata yang menguning.
Anak kecil sering mengalami gejala ringan atau tidak menunjukkan gejala sama sekali. Meskipun demikian, anak tetap dapat menyebarkan virus kepada anggota keluarga. Hepatitis A tidak berkembang menjadi infeksi kronis, tetapi dalam kasus yang jarang terjadi dapat menyebabkan gagal hati akut.
Apa Itu Hepatitis B?
Hepatitis B adalah infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Virus ini menular melalui darah dan cairan tubuh.
Penularan dapat terjadi melalui ibu yang terinfeksi kepada bayi saat persalinan, kontak dengan darah yang mengandung virus, penggunaan jarum atau alat tidak steril, berbagi barang pribadi yang mungkin terkena darah (seperti pisau cukur), prosedur medis atau kosmetik dengan alat yang tidak steril, atau hubungan seksual tanpa perlindungan dengan orang yang terinfeksi.
Berbeda dari hepatitis A, hepatitis B dapat menjadi penyakit kronis. Risiko menjadi kronis sangat tinggi apabila infeksi terjadi pada masa bayi. Dalam jangka panjang, hepatitis B kronis dapat menyebabkan jaringan parut hati atau sirosis, gagal hati, dan kanker hati.
Itulah sebabnya pemberian vaksin hepatitis B segera setelah bayi lahir sangat penting.
Perbedaan Vaksin Hepatitis A dan B Berdasarkan Fungsinya
Vaksin hepatitis A hanya melindungi terhadap virus hepatitis A. Vaksin tersebut tidak dapat mencegah hepatitis B.
Sebaliknya, vaksin hepatitis B hanya memberikan perlindungan terhadap virus hepatitis B dan tidak menggantikan vaksin hepatitis A.
Seseorang yang telah memperoleh vaksin hepatitis B masih dapat terinfeksi hepatitis A apabila belum mempunyai kekebalan terhadap HAV. Karena itu, menerima salah satu jenis vaksin tidak selalu menghilangkan kebutuhan terhadap jenis lainnya.
Tersedia pula vaksin kombinasi hepatitis A–B. Namun, vaksin tersebut memiliki batas usia dan jadwal tersendiri berdasarkan produk serta izin edar di setiap negara. Penggunaannya perlu dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Perbedaan Usia Mulai Pemberian Vaksin
Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A rutin umumnya dapat mulai diberikan sejak anak berusia 12 bulan.
Panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan seri dua dosis pada usia 12–23 bulan. Anak dan remaja yang belum pernah divaksin juga dapat mengikuti vaksinasi kejar.
Dalam kondisi perjalanan internasional, bayi usia 6–11 bulan dapat memperoleh satu dosis sebelum keberangkatan menuju wilayah berisiko. Namun, dosis sebelum usia 12 bulan tersebut tidak dihitung sebagai bagian dari seri rutin. Setelah berusia satu tahun, anak tetap perlu memulai seri sesuai jadwal.
Vaksin Hepatitis B
Vaksin hepatitis B diberikan sejak lahir. Dosis lahir sangat penting untuk mencegah penularan HBV dari ibu kepada bayi.
Jadwal berikutnya bergantung pada program nasional dan jenis produk yang digunakan. Di Indonesia, perlindungan lanjutan terhadap hepatitis B dapat diberikan melalui vaksin kombinasi DPT-HB-Hib (Pentabio) sesuai program imunisasi nasional Kemenkes RI.
Apabila ibu diketahui memiliki hepatitis B, bayi membutuhkan penanganan khusus segera setelah lahir. Selain vaksin hepatitis B, bayi mungkin memerlukan imunoglobulin hepatitis B atau HBIG pada lokasi suntikan yang berbeda. Penanganan harus dilakukan mengikuti arahan dokter.
Perbedaan Jumlah Dosis dan Jadwal
Jadwal Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A inaktif umumnya menggunakan jadwal dua dosis: dosis pertama mulai usia 12 bulan, dan dosis kedua minimal enam bulan setelah dosis pertama.
Rentang yang dianjurkan dapat berbeda menurut produk, misalnya 6–12 bulan atau 6–18 bulan. Jika dosis kedua terlambat, seri
umumnya tidak perlu diulang. Dosis kedua cukup diberikan sesegera mungkin setelah interval minimal terpenuhi.
Tinjauan sistematis dalam jurnal Vaccine melaporkan bahwa program vaksinasi anak dengan dua dosis vaksin hepatitis A nonhidup memberikan dampak kuat terhadap penurunan kejadian penyakit dan mendukung perlindungan jangka panjang.
Jadwal Vaksin Hepatitis B
Jadwal hepatitis B lebih bervariasi karena dapat diberikan sebagai vaksin tunggal atau bagian dari vaksin kombinasi. Sebagai gambaran umum, jadwal vaksin tunggal tiga dosis dapat diberikan pada: dosis pertama saat lahir, dosis kedua pada usia 1–2 bulan, dan dosis ketiga pada usia 6–18 bulan.
Jadwal di Indonesia tidak selalu sama persis dengan jadwal Amerika Serikat karena vaksin hepatitis B lanjutan dapat terdapat di dalam vaksin DPT-HB-Hib. Karena itu, orang tua sebaiknya mengikuti jadwal nasional dan membawa buku KIA ketika berkonsultasi.
Jangan menghitung kebutuhan dosis hanya dari jumlah suntikan yang bernama "hepatitis B". Periksa juga apakah anak pernah menerima vaksin kombinasi yang mengandung antigen hepatitis B.
Perbedaan Jenis dan Cara Kerja Vaksin
Vaksin hepatitis A yang umum digunakan untuk anak merupakan vaksin inaktif. Vaksin ini mengandung virus yang telah dinonaktifkan sehingga tidak dapat menyebabkan hepatitis A.
Vaksin hepatitis B modern umumnya merupakan vaksin rekombinan. Vaksin tersebut menggunakan antigen permukaan virus hepatitis B yang dibuat melalui teknologi rekombinan dan tidak mengandung virus hidup.
Kedua vaksin melatih sistem kekebalan agar mengenali antigen tertentu dan membentuk respons perlindungan. Karena antigen yang digunakan berbeda, respons terhadap vaksin hepatitis A tidak otomatis memberikan perlindungan terhadap hepatitis B.
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Hepatitis A?
Vaksin hepatitis A dapat direkomendasikan untuk anak mulai usia 12 bulan, anak dan remaja yang belum pernah divaksin, orang yang akan bepergian ke wilayah dengan risiko hepatitis A, orang dengan penyakit hati kronis, orang yang berisiko mengalami komplikasi berat, orang yang mengalami paparan hepatitis A, penghuni atau pekerja di lingkungan tertentu saat terjadi wabah, dan orang yang menginginkan perlindungan terhadap hepatitis A.
Kebutuhan vaksinasi pascapaparan harus dinilai segera. Vaksin dan, pada kondisi tertentu, imunoglobulin idealnya diberikan secepat mungkin setelah paparan.
Siapa yang Perlu Mendapatkan Vaksin Hepatitis B?
Vaksin hepatitis B penting bagi seluruh bayi sejak lahir, anak dan remaja yang seri vaksinasinya belum lengkap, tenaga kesehatan dan orang yang berpotensi terpapar darah, anggota keluarga atau pasangan orang dengan hepatitis B, pasien dialisis, orang dengan penyakit hati tertentu, orang yang menggunakan jarum suntik bersama, orang dengan risiko paparan melalui aktivitas seksual, dan pelancong ke daerah dengan angka hepatitis B tinggi.
Kebutuhan dosis tambahan, pemeriksaan antibodi, atau vaksinasi ulang dapat berbeda pada pasien dialisis dan orang dengan gangguan sistem kekebalan.
Apakah Vaksin Hepatitis A dan B Bisa Diberikan Bersamaan?
Bisa. Vaksin hepatitis A dan B tunggal dapat diberikan pada kunjungan yang sama menggunakan alat suntik dan lokasi penyuntikan yang berbeda.
Tersedia pula vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap kedua penyakit dalam satu produk. Akan tetapi, vaksin
kombinasi bukan berarti hanya membutuhkan satu suntikan untuk perlindungan lengkap. Penerima tetap harus menyelesaikan seluruh dosis sesuai jadwal produk.
Batas usia vaksin kombinasi juga dapat berbeda di setiap negara. Sebagai contoh, vaksin kombinasi tertentu di Amerika Serikat digunakan untuk usia 18 tahun ke atas. Produk atau ketentuan di negara lain mungkin berbeda. Karena itu, pemilihan vaksin harus didasarkan pada izin edar setempat dan penilaian dokter.
FAQ tentang Vaksin Hepatitis
Q: Apakah vaksin hepatitis A dapat mencegah hepatitis B?
A: Tidak. Kedua penyakit disebabkan oleh virus berbeda sehingga membutuhkan vaksin yang berbeda.
Q: Apakah anak yang sudah mendapat vaksin hepatitis B masih perlu vaksin hepatitis A?
A: Ya, apabila vaksin hepatitis A direkomendasikan sesuai usia dan kondisi anak. Vaksin hepatitis B tidak melindungi dari hepatitis A.
Q: Manakah yang diberikan lebih dahulu?
A: Vaksin hepatitis B dimulai sejak lahir, sedangkan hepatitis A umumnya mulai usia 12 bulan. Pemberian mengikuti jadwal masing masing, bukan berdasarkan urutan pilihan.
Q: Apakah hepatitis A lebih ringan daripada hepatitis B?
A: Hepatitis A tidak menjadi kronis, tetapi tetap dapat menyebabkan penyakit berat dan gagal hati akut dalam kasus yang jarang. Hepatitis B memiliki risiko menjadi kronis serta menyebabkan sirosis dan kanker hati.
Q: Apakah kedua vaksin dapat diberikan pada hari yang sama?
A: Ya. Vaksin tunggal dapat diberikan bersamaan pada lokasi suntikan berbeda. Tanyakan kepada dokter mengenai jadwal yang sesuai.
Q: Apakah vaksin hepatitis menyebabkan penyakit hepatitis?
A: Vaksin hepatitis A inaktif dan vaksin hepatitis B rekombinan tidak menyebabkan infeksi hepatitis A atau B.
Perbedaan utama vaksin hepatitis A dan B terletak pada virus yang dicegah, cara penularan penyakit, usia mulai, serta jadwal pemberiannya. Vaksin hepatitis A mencegah infeksi HAV yang umumnya menular melalui makanan atau minuman terkontaminasi dan tidak menjadi kronis. Vaksin hepatitis B mencegah HBV yang menular melalui darah serta cairan tubuh dan dapat berkembang menjadi penyakit hati kronis.
Vaksin hepatitis B perlu dimulai sejak lahir, sedangkan vaksin hepatitis A umumnya diberikan mulai usia 12 bulan. Karena satu vaksin tidak dapat menggantikan vaksin lainnya, anak mungkin membutuhkan keduanya sesuai jadwal.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. Jakarta: IDAI; 2024.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Program Imunisasi Nasional. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
3. World Health Organization. Hepatitis A Fact Sheet. Geneva: WHO; 2024.
4. World Health Organization. Hepatitis B Fact Sheet. Geneva: WHO; 2024.
5. Centers for Disease Control and Prevention. Child and Adolescent Immunization Schedule Notes. Atlanta: CDC; 2024.
6. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis B Vaccine. Atlanta: CDC; 2024.
7. Salgado F, et al. One or Two Doses of Hepatitis A Vaccine in Universal Vaccination Programs in Children: A Systematic Review. Vaccine; 2022;40(2):196–205.
8. Schönberger K, et al. Determinants of Long-Term Protection After Hepatitis B Vaccination in Infancy: A Meta-Analysis. Pediatric Infectious Disease Journal; 2013.
9. Van Damme P, Van Herck K. A Review of the Long-Term Protection After Hepatitis A and B Vaccination. Travel Medicine and Infectious Disease; 2007;5(2):79–84.



