19 Agustus 2026
Vaksin Hepatitis A untuk Anak Mulai Usia Berapa? Ini Jadwal dan Dosisnya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: vaksin hepatitis A, Hepatitis, Hepatitis A
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Menurut rekomendasi IDAI, vaksin hepatitis A untuk anak termasuk imunisasi yang dianjurkan meski bukan bagian dari program imunisasi wajib pemerintah. Hepatitis A merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis A atau HAV. Virus ini dapat menyebar melalui makanan, minuman, tangan, atau benda yang terkontaminasi tinja penderita. Anak yang terinfeksi terkadang tidak menunjukkan gejala, tetapi tetap dapat menularkan virus kepada orang lain di rumah maupun lingkungan sekolah.
Salah satu cara efektif untuk mencegah penyakit tersebut adalah memberikan suntik vaksin hepatitis A sesuai jadwal. Namun, vaksin hepatitis A untuk anak mulai usia berapa? Berapa dosis yang diperlukan dan bagaimana jika jadwal dosis kedua terlambat?
Secara umum, vaksin hepatitis A rutin dapat mulai diberikan ketika anak berusia 12 bulan atau satu tahun. Berikut penjelasan lengkap mengenai jadwal, dosis, keamanan, serta kondisi khusus yang perlu diperhatikan orang tua.
Apa Itu Hepatitis A?
Hepatitis A adalah peradangan hati akibat infeksi virus hepatitis A. Penularannya terutama terjadi melalui jalur fekal-oral, yaitu ketika virus dari tinja orang yang terinfeksi masuk ke mulut orang lain. Hal ini dapat terjadi melalui:
- Makanan atau minuman yang terkontaminasi
- Tangan yang tidak dicuci dengan benar setelah menggunakan toilet
- Peralatan makan atau benda yang terkontaminasi
- Kontak dekat dengan orang yang terinfeksi
- Konsumsi makanan mentah maupun kurang matang yang tercemar virus
Gejala hepatitis A dapat berupa demam, lelah, mual, muntah, sakit perut, kehilangan nafsu makan, urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, serta kulit dan bagian putih mata yang menguning.
Anak berusia di bawah enam tahun sering mengalami gejala ringan atau bahkan tidak bergejala. Meskipun demikian, mereka masih dapat membawa dan menyebarkan virus kepada anak yang lebih besar atau orang dewasa. Pada kelompok usia yang lebih tua, hepatitis A cenderung menimbulkan gejala yang lebih berat.
Berbeda dari hepatitis B dan C, hepatitis A tidak menyebabkan infeksi hati kronis. Namun, penyakit ini tetap dapat menimbulkan gejala berkepanjangan dan, dalam kasus yang jarang terjadi, gagal hati akut.

Vaksin Hepatitis A untuk Anak Mulai Usia Berapa?
Vaksin hepatitis A rutin dapat mulai diberikan sejak anak berusia 12 bulan. Rekomendasi ini sejalan dengan panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang menganjurkan vaksinasi rutin pada usia 12–23 bulan.
World Health Organization (WHO) juga merekomendasikan agar program vaksinasi hepatitis A pada anak dapat dimulai dari usia 12 bulan, terutama di negara atau wilayah yang kondisi epidemiologinya mendukung pelaksanaan vaksinasi tersebut.
Jadi, jawaban singkat untuk pertanyaan "vaksin hepatitis A untuk anak mulai usia berapa?" adalah mulai usia satu tahun.
CDC merekomendasikan dua dosis vaksin hepatitis A dengan jarak minimal enam bulan. WHO menjelaskan bahwa interval dosis kedua cukup fleksibel. Pada jadwal dua dosis, suntikan kedua umumnya diberikan sekitar 6–18 bulan setelah dosis pertama, tergantung produk vaksin dan kebijakan setempat.
Sebagai contoh, jika anak memperoleh dosis pertama pada usia 12 bulan, dosis kedua dapat diberikan mulai usia 18 bulan. Jadwal pastinya perlu mengikuti petunjuk dokter, rekomendasi IDAI, dan jenis vaksin yang digunakan.
Apakah Dosis Vaksin Anak dan Dewasa Sama?
Tidak selalu. Vaksin hepatitis A tersedia dalam formulasi anak dan dewasa dengan kandungan antigen yang dapat berbeda. Tenaga kesehatan akan memilih produk dan dosis berdasarkan usia anak serta petunjuk penggunaan vaksin.
Orang tua tidak perlu menghitung volume atau menentukan jenis vaksin sendiri. Pastikan suntik vaksin hepatitis diberikan oleh tenaga kesehatan di fasilitas resmi dan dicatat dalam buku KIA atau kartu imunisasi anak.
Vaksin kombinasi hepatitis A dan hepatitis B juga tersedia di beberapa negara. Namun, jumlah dosis dan jadwalnya berbeda dari vaksin hepatitis A tunggal. Karena itu, penting untuk mengetahui nama produk yang diterima anak.
Bagaimana jika Dosis Kedua Terlambat?
Apabila dosis kedua terlambat dari jadwal, rangkaian vaksin pada umumnya tidak perlu dimulai kembali dari awal. Anak dapat melanjutkan dosis yang belum diberikan setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bawalah catatan vaksinasi sebelumnya agar dokter dapat memastikan:
- Jenis vaksin yang pernah diterima
- Tanggal pemberian dosis pertama
- Usia anak saat ini
- Interval antardosis
- Apakah anak memiliki kondisi kesehatan khusus
Walaupun jadwal dosis kedua dapat memiliki fleksibilitas, sebaiknya vaksin tetap diberikan sesuai waktu yang dianjurkan agar seri segera lengkap.
Apakah Anak yang Lebih Besar Masih Bisa Divaksin?
Bisa. Anak dan remaja yang belum pernah memperoleh vaksin hepatitis A atau belum menyelesaikan seluruh dosis masih dapat mengikuti vaksinasi kejar.
Menurut CDC, anak dan remaja yang belum divaksin hingga usia 18 tahun dapat menyelesaikan seri dua dosis dengan jarak minimal enam bulan. Dokter akan menyesuaikan jadwal dengan riwayat vaksinasi serta produk yang tersedia.
Pemeriksaan antibodi sebelum vaksinasi biasanya tidak diperlukan pada anak sehat, kecuali dokter menemukan alasan medis atau kondisi khusus yang memerlukan pemeriksaan.
Bolehkah Bayi di Bawah 12 Bulan Mendapatkan Vaksin Hepatitis A?
Dalam kondisi rutin, vaksin hepatitis A dimulai pada usia 12 bulan. Namun, terdapat pengecualian untuk perjalanan internasional.
CDC merekomendasikan satu dosis vaksin hepatitis A kepada bayi usia 6–11 bulan yang akan bepergian ke wilayah dengan risiko hepatitis A. Dosis perjalanan yang diberikan sebelum usia 12 bulan tersebut tidak dihitung sebagai bagian dari seri rutin karena respons kekebalan bayi mungkin belum optimal.
Setelah berusia 12 bulan, anak tetap perlu memperoleh dua dosis rutin dengan jarak minimal enam bulan. Orang tua yang berencana membawa bayi ke luar negeri sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau klinik vaksin perjalanan sedini mungkin.
Mengapa Anak Perlu Mendapatkan Vaksin Hepatitis A?
Vaksinasi memberikan beberapa manfaat penting, antara lain:
- Menurunkan risiko anak mengalami hepatitis A
- Mengurangi kemungkinan penyakit berat dan perawatan di rumah sakit
- Membantu mencegah penularan di rumah, tempat penitipan anak, dan sekolah
- Melindungi anggota keluarga yang lebih rentan mengalami komplikasi
- Membantu mengurangi terjadinya wabah di masyarakat
Sebuah tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam jurnal Vaccine menemukan bahwa program vaksinasi dua dosis pada anak berkaitan dengan penurunan cepat kejadian hepatitis A. Efektivitas vaksin dalam sejumlah program dua dosis mencapai setidaknya 95% selama masa pengamatan 3–5 tahun. Persistensi antibodi setelah dua dosis juga telah terdokumentasi hingga sedikitnya 15 tahun.
Tinjauan ilmiah lain melaporkan bahwa dua dosis vaksin hepatitis A inaktif dapat memberikan perlindungan selama puluhan tahun pada individu sehat. Berdasarkan bukti saat ini, booster rutin tambahan setelah seri lengkap umumnya tidak diperlukan bagi anak dengan sistem imun normal.
Apakah Vaksin Masih Berguna setelah Terpapar Hepatitis A?
Vaksin hepatitis A dapat digunakan sebagai perlindungan pascapajanan dalam situasi tertentu. Vaksin sebaiknya diberikan sesegera mungkin dan idealnya dalam waktu dua minggu setelah paparan.
Sebagian anak dengan kondisi kesehatan atau kekebalan tertentu mungkin membutuhkan imunoglobulin selain vaksin. Keputusan tersebut harus dibuat oleh dokter berdasarkan usia, kondisi kesehatan, riwayat vaksinasi, dan jenis paparan.
Jika ada anggota keluarga yang didiagnosis hepatitis A, jangan menunggu hingga anak menunjukkan gejala. Segera hubungi fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penilaian.
FAQ tentang Vaksin Hepatitis A
Q: Apakah vaksin hepatitis A sama dengan vaksin hepatitis B?
A: Tidak. Keduanya melindungi dari virus yang berbeda. Vaksin hepatitis A tidak menggantikan vaksin hepatitis B, begitu pula sebaliknya. Anak tetap memerlukan vaksin hepatitis B sesuai jadwalnya.
Q: Berapa kali anak harus suntik vaksin hepatitis A?
A: Untuk vaksin hepatitis A inaktif yang menggunakan jadwal rutin dua dosis, anak menerima dua suntikan dengan interval minimal enam bulan.
Q: Apakah anak perlu booster setelah dua dosis?
A: Anak sehat yang telah menyelesaikan seri vaksin hepatitis A umumnya tidak membutuhkan booster rutin tambahan. Rekomendasi dapat berbeda pada kondisi medis tertentu atau untuk produk vaksin tertentu.
Q: Bolehkah vaksin hepatitis A diberikan bersama vaksin lain?
A: Pada umumnya vaksin hepatitis A dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan vaksin lain, menggunakan lokasi suntikan dan alat suntik yang berbeda. Tenaga kesehatan akan mengatur pemberiannya sesuai usia dan jadwal anak.
Vaksin hepatitis A untuk anak umumnya dapat dimulai sejak usia 12 bulan. Jadwal yang banyak digunakan terdiri dari dua dosis, dengan dosis kedua diberikan minimal enam bulan setelah dosis pertama. Jika pemberian dosis kedua terlambat, rangkaian biasanya dapat dilanjutkan tanpa mengulang dari awal.
Pemberian suntik vaksin hepatitis A tidak hanya membantu melindungi anak dari infeksi dan komplikasi, tetapi juga mengurangi risiko penularan kepada keluarga serta masyarakat. Konsultasikan dengan dokter atau fasilitas vaksinasi untuk memastikan jadwal, dosis, dan jenis vaksin yang sesuai dengan usia serta kondisi kesehatan anak.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan atau rekomendasi langsung dari tenaga kesehatan.
Referensi:
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. Jakarta: IDAI; 2024.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Program Imunisasi Nasional. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
- Centers for Disease Control and Prevention. Child and Adolescent Immunization Schedule Notes: Hepatitis A Vaccination. Atlanta: CDC; 2024.
- World Health Organization. Summary of WHO Position Paper on Hepatitis A Vaccines. Geneva: WHO; 2022.
- World Health Organization. Annexes to the 2022 WHO Hepatitis A Vaccine Position Paper. Geneva: WHO; 2022.
- Salgado F, et al. One or Two Doses of Hepatitis A Vaccine in Universal Vaccination Programs in Children: A Systematic Review. Vaccine; 2022;40(2):196–205.
- Theeten H, et al. Hepatitis A Vaccination and Its Immunological and Epidemiological Long-Term Effects - A Review of the Evidence. Human Vaccines & Immunotherapeutics; 2021.
- Ott JJ, et al. Long-Term Protective Effects of Hepatitis A Vaccines: A Systematic Review. Vaccine; 2012;31(1):3–11.


