
Tatalaksana Possible Serious Bacterial Infection pada Anak Menurut WHO

dr. Afiah Salsabila
13 Sep 2025

Ditulis oleh

Tim Editorial PrimaPro
21 Jan 2026
Topik: Puting Lecet, Ilmiah, Ibu Menyusui, Menyusui
Pendahuluan
Menyusui dengan Air Susu Ibu (ASI) telah terbukti sumber nutrisi paling optimal pada bayi. Selain mengandung kadar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak, berbagai studi menunjukkan bahwa pemberian ASI dapat secara signifikan menurunkan risiko infeksi, sudden infant death syndrome, hingga penyakit-penyakit metabolik seperti obesitas dan diabetes di kemudian hari. Karena keunggulannya, World Health Organization (WHO) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, diikuti dengan pengenalan makanan pendamping yang disertai oleh dilanjutkannya pemberian ASI hingga minimal usia 2 tahun. (1)
Berbagai program di penjuru dunia sudah mempromosikan pentingnya pemberian ASI eksklusif. Namun, masih banyak ibu yang tidak melanjutkan pemberian ASI selama periode 6 bulan pertama pasca-kelahiran. Sebuah studi di Kanada menemukan bahwa pada 3 bulan pasca-kelahiran, terdapat 51.7% ibu yang memberikan ASI eksklusif, tetapi kemudian menurun ke 14.4% pada masa 6 bulan pasca-kelahiran Hal serupa juga terjadi di belahan dunia lainnya. Di Amerika, 74.6% ibu melakukan ASI eksklusif sejak kelahiran, tetapi kemudian angka ini merosot ke hanya 35% pada 3 bulan pasca kelahiran. (1)
Salah satu kendala yang menghambat ibu dalam memberikan ASI dalam rentang waktu yang dianjurkan secara penuh adalah nyeri puting saat menyusui. Data menunjukkan bahwa nyeri puting dapat dialami oleh 34% hingga 96% ibu menyusui pada periode postpartum awal, yang merupakan salah satu alasan utama berhentinya menyusui dini. (2)
Tata Laksana Utama: Perbaiki Teknik Perlekatan
Kebanyakan kasus nyeri puting yang disebabkan oleh latching yang salah, trauma pada kulit puting, atau infeksi dapat mengganggu kenyamanan ibu selama menyusui, mempengaruhi durasi menyusui, dan menurunkan keberhasilan menyusui. Oleh karena itu, tata laksana yang tepat sangat penting untuk memastikan kelangsungan pemberian ASI yang optimal. Salah satu langkah utama untuk mengatasi nyeri puting adalah memastikan teknik latching (perlekatan bayi pada payudara) yang benar. Latching yang baik sangat penting untuk menghindari trauma pada puting dan memastikan aliran ASI yang efisien. (2,3)
Beberapa tanda yang dapat menunjukkan latching yang benar adalah ketika bayi merasa nyaman dan ibu tidak merasakan rasa sakit. Dada dan perut bayi harus menempel pada tubuh ibu, sehingga kepala bayi tegak lurus dan tidak berputar ke sisi manapun. Dagu bayi juga harus menyentuh payudara ibu, memastikan bahwa bayi berada pada posisi yang tepat untuk menyusui. Selain itu, mulut bayi harus terbuka lebar di sekitar payudara, menutupi area areola sebesar mungkin, bukan hanya di ujung puting. Hal ini memastikan bahwa bayi dapat menghisap dengan efektif dan mencegah trauma pada puting. Bibir bayi harus terbalik ke luar, dan lidah bayi membentuk cawan di bawah payudara ibu untuk memastikan aliran ASI yang lancar. (3)
Selama menyusui, ibu harus mendengar atau melihat bayi menelan, dan telinga bayi juga akan sedikit bergerak, menandakan bayi menghisap dengan kekuatan yang sesuai. Teknik latching yang benar membuat aliran ASI ke bayi menjadi lebih efektif, serta menurunkan risiko untuk terjadinya trauma pada puting ibu. (2,3)
Selain itu, jika nyeri cukup mengganggu, penggunaan obat analgesik ringan seperti paracetamol juga bisa dipertimbangkan. Paracetamol dapat digunakan untuk mengurangi nyeri pada ibu menyusui, namun harus tetap mengikuti dosis yang aman dan sesuai dengan petunjuk medis. Penting untuk diingat bahwa penggunaan obat harus selalu dalam batas yang aman, dan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis selalu dianjurkan untuk memastikan tidak ada efek samping bagi ibu dan bayi. (3)
Menjaga Kelembapan Puting
Lingkungan yang lembap dapat membantu proses reepitelisasi dan mengurangi pembentukan bekas luka pada proses penyembuhan kulit yang cedera. (4) HPA lanolin telah lama digunakan sebagai terapi topikal untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan luka pada puting selama menyusui. Lanolin diperkirakan bekerja dengan menjaga kelembapan alami kulit dan membentuk lapisan pelindung yang mendukung regenerasi jaringan. (2,3) Namun, sebuah Cochrane review oleh Dennis dkk. menyatakan bahwa bukti ilmiah berkualitas tinggi mengenai efektivitas lanolin masih terbatas. (1)
Walaupun demikian, sebuah studi yang dilakukan oleh Abou-Dakn et al. (2) menunjukkan bahwa penggunaan lanolin murni dapat menurunkan intensitas nyeri dan mempercepat proses penyembuhan dibandingkan dengan expressed breastmilk (EBM). Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan HPA lanolin dapat mengurangi nyeri puting secara signifikan, dengan absolute risk reduction sebesar 0,61 pada hari ketiga setelah penggunaan.
Hingga kini, International Board Certified Lactation Consultants (IBCLC) dan La Leche League International, masih merekomendasikan penggunaan HPA lanolin sebagai adjuvan yang aman untuk nyeri atau luka ringan pada puting, terutama bila dikombinasikan dengan koreksi teknik latching yang benar sebagai tata laksana utama. Namun, penelitian dengan kualitas metodologi yang lebih tinggi tetap diperlukan untuk memperkuat bukti ilmiah mengenai efektivitas lanolin dalam tata laksana nyeri puting. Hingga ada bukti ilmiah yang lebih kuat, pendekatan ini masih dianggap dapat membantu ibu mempertahankan kenyamanan menyusui dan mencegah penghentian dini pemberian ASI. (5)
Beberapa bahan seperti minyak kelapa, shea butter, dan jojoba oil juga dapat digunakan sebagai terapi komplementer bagi nyeri puting dan puting lecet. Menurut sebuah studi acak terkontrol single-blind pada 98 ibu menyusui dengan luka puting (nipple fissure), virgin coconut oil (VCO), atau minyak kelapa dapat menurunkan penurunan nyeri (VAS) dan memperbaiki luka puting lebih baik daripada ASI perah yang dioleskan pada hari ke-7. Minyak kelapa mengandung senyawa-senyawa yang memiliki efek antibakteri, antijamur, dan antivirus, serta pereda nyeri, Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa kombinasi asam lemak jenuh dan tak jenuh, senyawa fenolik, terpenoid, serta vitamin E dan K dalam VCO berperan dalam mempercepat penyembuhan puting lecet. (6) Beberapa penelitian menemukan bahwa minyak jojoba memiliki sifat antiradang dan analgesik, demikian juga dengan shea butter. Walaupun demikian, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat langsung dari kedua intervensi tersebut bagi penyembuhan puting lecet. (7,8)
Penggunaan Nipple Shield
Nipple shield adalah alat berbentuk pelindung yang dipasang di atas puting selama menyusui untuk membantu bayi menghisap dengan lebih mudah. Penggunaan nipple shield sering kali disarankan untuk ibu yang mengalami kesulitan latching atau nyeri puting yang parah. Beberapa penelitian, termasuk yang dilakukan oleh Chow dkk. (9) menunjukkan bahwa penggunaan nipple shield dapat mengurangi rasa sakit pada ibu yang mengalami nyeri puting dan mempermudah bayi dalam menyusui.
Meskipun begitu, penggunaan nipple shield juga memiliki potensi untuk mempengaruhi transfer ASI yang optimal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan nipple shield dapat mengurangi jumlah ASI yang dipindahkan dari payudara ke bayi. Namun, Coentro dkk. (10) melaporkan bahwa hal ini hanya berlaku pada ibu dan bayi yang tidak memiliki masalah menyusui. Menurut studi tersebut, jumlah ASI yang dipindahkan dari payudara ke bayi tidak berbeda secara signifikan pada kelompok ibu dengan nyeri puting. Dengan demikian, nipple shield dapat menjadi solusi sementara yang efektif untuk memastikan kelangsungan pemberian ASI hingga masalah puting dapat teratasi.
Breast Pad yang Tepat untuk Ibu Menyusui
Pilihlah breast pad yang terbuat dari bahan yang lembut dan menyerap, serta pastikan untuk menggantinya secara teratur untuk mencegah akumulasi kelembapan yang dapat meningkatkan risiko infeksi atau iritasi pada kulit puting. (3) Pedoman National Health Service (NHS) menyarankan agar breast pad diganti setiap kali menyusui dan memilih bahan tanpa lapisan plastik atau berbahan serat alami seperti kapas. Pad juga harus dilepas segera jika terasa lembap atau basah, karena paparan air susu yang lama dapat mengiritasi kulit areola. (11)
Kesimpulan
Nyeri puting adalah masalah umum yang dapat menghambat keberhasilan menyusui dan menyebabkan banyak ibu berhenti memberikan ASI eksklusif. Oleh karena itu, pengelolaan nyeri puting yang efektif sangat penting untuk mempertahankan keberhasilan menyusui. Tata laksana utama meliputi teknik latching yang benar, kompres hangat, penggunaan paracetamol jika diperlukan, serta penggunaan HPA lanolin dan nipple shield untuk meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan puting. Selain itu, penggunaan breast pad yang tepat juga dapat membantu meminimalisir iritasi pada puting. Dengan pendekatan yang tepat, diharapkan ibu dapat terus memberikan ASI eksklusif meskipun menghadapi tantangan nyeri puting.
Referensi


dr. Afiah Salsabila
13 Sep 2025


dr. Afiah Salsabila
29 Jan 2026


dr. Afiah Salsabila
19 Feb 2026