
Catat, Ini 5 Tips Mengatur Keuangan Saat Baru Punya Anak

Radhita Rara
20 Mar 2022

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
10 Okt 2025
Topik: Panduan, Newborn, Perawatan Newborn, Bayi Newborn
Minggu-minggu pertama kehidupan bayi sering kali dipenuhi rasa bahagia sekaligus kecemasan bagi orang tua baru. Karena bayi tidak lahir dengan “buku panduan,” pertanyaan mengenai perawatan sehari-hari pun kerap muncul dalam praktik klinis. Dokter anak memiliki peran penting untuk menjawab dengan jelas, berbasis ilmu, sekaligus penuh empati. Berikut lima pertanyaan yang paling sering diajukan, beserta jawaban yang dapat membantu orang tua merasa lebih tenang.
1. “Bagaimana cara merawat tali pusat bayi?”
Sebagian besar orang tua baru merasa khawatir salah merawat tali pusat karena takut menimbulkan infeksi. Penjelasan medis yang perlu diberikan adalah bahwa tali pusat cukup dijaga agar tetap bersih dan kering. Tidak perlu diberi cairan atau ramuan khusus, cukup dibersihkan dengan air bila kotor, lalu dibiarkan terbuka agar cepat kering. Biasanya tali pusat lepas dalam 1–2 minggu. Orang tua perlu diingatkan untuk segera membawa bayi ke fasilitas kesehatan bila ada kemerahan, bengkak, atau keluar cairan berbau pada area tali pusat. (1)
2. “Apakah bayi saya cukup mendapatkan ASI?”
Pertanyaan tentang kecukupan ASI hampir selalu muncul karena bayi tampak sering menyusu. Dokter dapat menjelaskan bahwa hal ini normal, karena kapasitas lambung bayi kecil sehingga perlu menyusu setiap 2–3 jam. Prinsip yang dianjurkan adalah baby-led feeding, yaitu biarkan bayi menentukan kapan menyusu dan kapan berhenti. Tanda bayi mendapat cukup ASI antara lain buang air kecil 6–8 kali per hari, tampak puas setelah menyusu, serta berat badan bertambah sesuai grafik pertumbuhan. Penekanan juga penting diberikan bahwa menyusui tidak hanya soal nutrisi, tetapi juga ikatan batin antara ibu dan bayi. (2,3)
3. “Bagaimana cara memandikan bayi yang baru lahir?”
Banyak orang tua merasa cemas saat pertama kali memandikan bayi karena takut kedinginan atau kemasukan air. Jawaban yang menenangkan adalah bahwa bayi tidak harus segera dimandikan penuh dalam beberapa hari pertama. Sebagai gantinya, lakukan topping and tailing, yaitu membersihkan wajah, tangan, leher, dan area genital dengan kapas serta air hangat. Bila memutuskan mandi penuh, lakukan saat bayi tenang, di ruangan hangat, dengan semua perlengkapan siap. Gunakan air hangat tanpa sabun berparfum kuat agar kulit bayi tetap sehat. (2)
4. “Mengapa bayi saya sering menangis, apakah normal?”
Tangisan bayi sering menjadi sumber kekhawatiran orang tua. Mereka cemas tangisan menandakan sakit. Dokter dapat menjelaskan bahwa menangis adalah bahasa utama bayi untuk menyampaikan kebutuhan: lapar, popok basah, atau ingin digendong. Tangisan normal tidak disertai gejala bahaya seperti demam tinggi, napas cepat, sulit dibangunkan, atau lemas. Orang tua juga dapat diajari cara menenangkan bayi, misalnya dengan menggendong, membedong ringan, atau menciptakan lingkungan yang tenang. Penjelasan ini membantu mengurangi kecemasan sekaligus memberi panduan praktis. (1,2)
5. “Bagaimana cara membuat bayi tidur lebih lama di malam hari?”
Kelelahan akibat kurang tidur sering dikeluhkan orang tua baru. Bayi baru lahir biasanya hanya tidur 2–3 jam sekali, baik siang maupun malam. Jawaban medis adalah bahwa pola ini normal karena bayi belum memiliki ritme sirkadian yang matang dan perlu sering menyusu. Seiring pertumbuhan, pola tidur membaik secara bertahap. Dokter dapat menyarankan membuat rutinitas tidur sehat, menjaga lingkungan tidur aman (bayi telentang di permukaan datar tanpa bantal atau mainan), serta menghindari paparan asap rokok. Langkah-langkah ini juga membantu menurunkan risiko sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome, SIDS). (1,2)
Kesimpulan
Pertanyaan seputar perawatan tali pusat, kecukupan ASI, mandi, tangisan, dan tidur bayi merupakan hal yang sering ditanyakan orang tua baru. Menjawabnya dengan jelas, berbasis bukti, dan penuh empati membantu mengurangi kecemasan orang tua serta mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal. Peran dokter anak bukan hanya sebagai pemberi informasi, tetapi juga sebagai pendamping emosional di masa transisi awal kehidupan bayi.
Referensi


Radhita Rara
20 Mar 2022


Marisha A / Dhia Priyanka (Editor)
5 Apr 2022


Radhita Rara
12 Apr 2022


Marisha A / Dhia Priyanka (Editor)
16 Apr 2022