
Berapa Lama Waktu Tidur yang Dibutuhkan oleh Anak? Ini Panduannya
10 Mar 2022

Author: dr. Afiah Salsabila
7 Agu 2025
Topik: Guideline, Oxygen, WHO, Sesak Napas
Latar Belakang
Gangguan pernapasan merupakan salah satu penyebab utama kematian anak di dunia. Hipoksemia, yakni kondisi kadar oksigen arteri yang rendah, sering menjadi manifestasi klinis pada pneumonia berat, bronkiolitis, sepsis, dan berbagai kondisi neonatal. Berdasarkan laporan WHO, sekitar 13% kematian balita berkaitan dengan infeksi saluran napas bawah, dan terapi oksigen telah terbukti menurunkan angka kematian secara signifikan bila diberikan tepat sasaran .
Namun, akses terhadap oksigen medis masih menjadi tantangan di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, WHO merilis panduan terapi oksigen konvensional untuk anak yang menekankan pendekatan bertahap dan sistematis agar pelayanan tetap efektif, meskipun sumber daya terbatas .
Definisi Hipoksemia dan Indikasi Terapi Oksigen
Hipoksemia didefinisikan sebagai saturasi oksigen (SpO₂) <90%. Pada anak dengan gangguan pernapasan, terutama pneumonia, hipoksemia menjadi indikasi utama untuk pemberian oksigen. Pulse oximetry merupakan alat utama dalam identifikasi hipoksemia, namun pada fasilitas yang belum memilikinya, tanda-tanda klinis dapat digunakan sebagai indikator alternatif, termasuk sianosis sentral, napas cepat ekstrem, retraksi dinding dada, grunting, dan penurunan kesadaran .
Langkah Terapi Oksigen Konvensional
WHO merumuskan algoritma tatalaksana oksigen konvensional secara sistematis. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Identifikasi Indikasi
2. Inisiasi Pemberian Oksigen
Pemberian oksigen dilakukan secara bertahap dengan perangkat beraliran rendah. WHO merekomendasikan:
Jika saturasi oksigen belum membaik, laju alir dapat dinaikkan secara bertahap hingga batas maksimal sesuai usia .
3. Evaluasi Efektivitas dalam 15–30 Menit
Saturasi oksigen harus diukur ulang dalam waktu 15–30 menit setelah inisiasi. Bila tidak terjadi perbaikan:
4. Eskalasi Terapi Bila Tidak Responsif
Jika SpO₂ tetap <90% meskipun aliran oksigen maksimal telah diberikan, pertimbangkan penggunaan CPAP (Continuous Positive Airway Pressure) bila tersedia. Jika CPAP tidak tersedia, kombinasi dua sumber oksigen seperti masker dengan reservoir bag dapat digunakan sebagai langkah sementara
5. Monitoring Harian dan Weaning
Monitoring ketat diperlukan setiap hari. Trial weaning dapat dilakukan jika anak sudah stabil:
Indikasi CPAP dan Peran PEEP
CPAP direkomendasikan pada pasien dengan gagal napas yang tidak merespons oksigen konvensional. CPAP mempertahankan jalan napas tetap terbuka dengan memberikan tekanan positif pada akhir ekspirasi (PEEP). PEEP mencegah kolaps alveolus dan meningkatkan difusi oksigen. Indikasi CPAP meliputi:
Peran Humidifikasi dan Monitoring
Penggunaan oksigen kering dalam jangka panjang dapat menyebabkan iritasi mukosa dan penurunan fungsi mukosilier. Oleh karena itu, WHO merekomendasikan penggunaan pelembap (humidifier), terutama untuk aliran oksigen ≥2 liter/menit atau pada pasien rawat inap jangka panjang .
Monitoring harus mencakup evaluasi saturasi oksigen, frekuensi napas, tanda-tanda distress, suhu tubuh, dan parameter vital lainnya. Catatan harian sangat penting untuk menilai tren klinis dan menentukan waktu penghentian terapi oksigen.
Kesimpulan
Terapi oksigen konvensional merupakan intervensi kritis yang menyelamatkan nyawa pada anak dengan hipoksemia. Dokter anak perlu memahami indikasi, teknik pemberian, serta evaluasi terapi secara sistematis sesuai dengan algoritma WHO. Dalam kondisi fasilitas terbatas, pendekatan berbasis gejala dan pemantauan ketat dapat menjadi solusi efektif. Pengetahuan yang tepat akan tatalaksana ini mendukung pencapaian pelayanan kesehatan anak yang lebih baik dan menurunkan angka kematian akibat gangguan pernapasan di Indonesia.
Daftar Pustaka
World Health Organization. Oxygen therapy for children: a manual for health workers. Geneva: WHO; 2016. Available from: https://apps.who.int/iris/handle/10665/376504.

10 Mar 2022

8 Apr 2022

26 Sep 2022

7 Nov 2022