
Diagnosis dan Tatalaksana TB Ekstra-paru

dr. Afiah Salsabila
24 Okt 2023

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
6 Nov 2025
Topik: Bayi Tersedak, Tersedak, Panduan
Tersedak dan henti napas merupakan keadaan gawat darurat yang sering terjadi pada bayi dan anak kecil. Penanganan yang cepat, tepat, dan sesuai usia sangat menentukan keberhasilan penyelamatan. Dokter anak memiliki peran penting dalam mengenali tanda-tanda obstruksi jalan napas, melakukan intervensi dasar, serta melatih pengasuh dan masyarakat untuk tanggap darurat.
1. Penilaian Awal dan Prinsip Dasar
Penolong harus segera menilai respons dan pernapasan anak atau bayi. Bila pasien masih dapat batuk, menangis, atau berbicara, dorong untuk melanjutkan batuk spontan karena hal itu menandakan sumbatan parsial. Namun, jika anak tidak dapat bernapas, batuk, atau tampak sianosis, segera lakukan manuver pengeluaran benda asing.
2. Penanganan Tersedak pada Anak (>1 Tahun)
a. Tepukan Punggung (Back Blows)
b. Hentakan Perut (Abdominal Thrusts / Heimlich Maneuver)
Jika benda tidak keluar setelah 5 back blows, lakukan 5 abdominal thrusts:
c. Bila Anak Tidak Responsif
Jika anak kehilangan kesadaran, baringkan di permukaan keras dan datar lalu mulai RJP. Setelah setiap siklus kompresi, buka mulut dan ambil benda hanya bila terlihat jelas. Hindari blind finger sweep karena dapat mendorong benda lebih dalam.
3. Penanganan Tersedak pada Bayi (<1 Tahun)
a. Pukulan Punggung (Back Blows)
b. Tekanan Dada (Chest Thrusts)
Jika benda belum keluar:
4. Resusitasi Jantung Paru (RJP) pada Anak dan Bayi
Jika setelah upaya pengeluaran benda pasien tetap tidak responsif, segera mulai RJP sesuai pedoman American Heart Association:
a. Kompresi Dada
Untuk Anak (>1 tahun):
Untuk Bayi (<1 tahun):
Gunakan salah satu teknik berikut:
- Teknik dua ibu jari (two-thumb encircling):
- Teknik dua jari (two-finger technique):
b. Ventilasi (Breaths)
Setelah 30 kompresi, berikan 2 napas buatan:
5. Evaluasi dan Tindakan Lanjutan
Lanjutkan siklus 30 kompresi : 2 napas selama 2 menit atau hingga bantuan medis tiba. Bila benda penyumbat terlihat saat membuka jalan napas, keluarkan dengan hati-hati menggunakan jari (pinky untuk bayi, telunjuk untuk anak). Setelah sumbatan teratasi dan napas kembali, nilai tanda vital dan oksigenasi, serta lakukan observasi risiko aspirasi paru atau komplikasi lain.
Kesimpulan
Tatalaksana tersedak dan henti napas pada anak dan bayi memerlukan kecepatan, ketepatan, dan ketenangan. Prinsip utama adalah kombinasi back blows, thrusts, dan RJP bila pasien tidak responsif. Dokter anak perlu memastikan bahwa setiap pengasuh, guru, dan tenaga medis memahami urutan tindakan ini. Pencegahan tetap menjadi kunci: pengawasan saat makan, pemilihan makanan sesuai usia, dan edukasi pertolongan pertama harus menjadi bagian integral dari praktik klinis pediatrik modern.
Referensi


dr. Afiah Salsabila
24 Okt 2023


dr. Afiah Salsabila
26 Okt 2023


dr. Afiah Salsabila
10 Nov 2023


dr. Afiah Salsabila
4 Des 2023