
Tanya Jawab 1 Vaksin Tidak Berkhasiat

Tim PrimaKu
29 Jan 2018

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
14 Okt 2025
Topik: influenza, Vaksin Influenza, Ilmiah, Jenis Imunisasi, Program Imunisasi, Imunisasi Booster
Latar Belakang
Kasus influenza di Indonesia dilaporkan meningkat hingga 38 persen dalam beberapa bulan terakhir dan diperkirakan akan terus bertambah hingga awal tahun depan, dilansir dari Kompas.id. (1) Kenaikan ini menunjukkan tren peningkatan signifikan setelah periode relatif stabil pascapandemi COVID-19, menandakan bahwa virus influenza kembali menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Lonjakan ini juga mencerminkan meningkatnya sirkulasi virus influenza tipe A dan B yang bersifat musiman, terutama pada periode musim hujan dan pancaroba di berbagai wilayah Indonesia.
Influenza merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza tipe A, B, dan C dari famili Orthomyxoviridae. Virus ini memiliki kemampuan mutasi genetik tinggi, terutama pada tipe A dan B, melalui mekanisme antigenic drift dan antigenic shift yang menghasilkan varian baru setiap tahun. Virus influenza tipe A diklasifikasikan berdasarkan kombinasi protein permukaannya, hemaglutinin (H) dan neuraminidase (N), seperti subtipe H1N1 dan H3N2, sementara tipe B terbagi menjadi dua garis keturunan utama yaitu Victoria lineage dan Yamagata lineage. (2)
Infeksi influenza memiliki dampak klinis yang signifikan, terutama pada anak-anak di bawah usia lima tahun, lansia, dan individu dengan komorbiditas seperti penyakit jantung bawaan, asma, atau gangguan imun. Menurut data WHO, influenza menyebabkan 3–5 juta kasus penyakit berat dan hingga 650.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. (2) Di Indonesia sendiri, peningkatan angka kejadian influenza yang signifikan seperti saat ini menunjukkan pentingnya langkah pencegahan berbasis populasi, salah satunya melalui vaksinasi tahunan yang mampu menurunkan angka morbiditas dan mortalitas akibat penyakit ini.
Penularan influenza terjadi melalui droplet saat batuk atau bersin, sehingga penularannya sangat cepat di lingkungan padat seperti sekolah dan tempat penitipan anak. Karena kemampuan virus mengalami mutasi antigenik setiap tahun, vaksinasi tahunan menjadi cara paling efektif dalam mencegah infeksi dan komplikasinya. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin influenza mulai usia enam bulan dengan pengulangan setiap tahun untuk menjaga perlindungan terhadap strain yang sedang beredar. (3)
Jenis dan Klasifikasi Virus Influenza
Virus influenza diklasifikasikan menjadi tiga tipe utama: A, B, dan C. Influenza tipe A menjadi penyebab utama epidemi dan pandemi karena memiliki reservoir pada manusia dan hewan, sehingga memungkinkan mutasi silang antarspesies. Tipe B hanya menginfeksi manusia dan biasanya menimbulkan wabah lokal, sementara tipe C jarang menimbulkan penyakit berat. (2)
Mutasi tahunan pada protein antigenik virus tipe A dan B membuat imunitas individu terhadap virus ini tidak bertahan lama. Karena itu, vaksin influenza perlu diperbarui setiap tahun mengikuti rekomendasi Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) dari WHO agar sesuai dengan strain dominan yang beredar. (2)
Jenis Vaksin Influenza dan Perbedaannya
Vaksin influenza secara global tersedia dalam dua formulasi utama: vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen. Vaksin trivalen mengandung dua strain virus influenza A (biasanya H1N1 dan H3N2) serta satu strain influenza B, sedangkan vaksin kuadrivalenrivalen menambahkan satu strain influenza B tambahan dari garis keturunan berbeda (Victoria dan Yamagata) untuk memberikan cakupan proteksi yang lebih luas. (1)
Di Indonesia, vaksin influenza yang beredar merupakan vaksin inaktif (inactivated influenza vaccine atau IIV) dalam bentuk split virion atau subunit. Vaksin ini aman digunakan pada anak-anak karena virusnya telah diinaktivasi sehingga tidak dapat menyebabkan infeksi. Formulasi subunit memiliki reaktogenisitas yang lebih rendah, dengan efek samping ringan seperti nyeri lokal dan demam ringan yang bersifat sementara. Sementara itu, vaksin hidup yang dilemahkan (live-attenuated influenza vaccine atau LAIV) belum digunakan secara luas di Indonesia karena pertimbangan keamanan, terutama pada anak kecil dan individu imunokompromi. (1,4)
Vaksin kuadrivalen kini menjadi pilihan utama di banyak negara, termasuk Indonesia, karena efektivitasnya yang lebih baik dalam menurunkan risiko rawat inap anak akibat infeksi influenza tipe B yang sebelumnya tidak tercakup oleh vaksin trivalen. Efikasi vaksin influenza berkisar antara 40–60 persen tergantung pada kesesuaian antara strain vaksin dan virus yang beredar. (1)
Jadwal Vaksinasi Influenza pada Anak dan Dewasa
Berdasarkan Rekomendasi Jadwal Imunisasi Anak IDAI tahun 2024, vaksin influenza diberikan mulai usia enam bulan. Untuk anak usia enam bulan hingga delapan tahun yang belum pernah mendapat vaksin influenza, diberikan dua dosis dengan interval empat minggu, sedangkan anak usia sembilan tahun ke atas cukup satu dosis setiap tahun. (3)
Vaksinasi diulang setiap tahun karena kadar antibodi protektif menurun dalam enam hingga dua belas bulan, serta untuk menyesuaikan dengan strain virus terbaru.
Pada orang dewasa, Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI tahun 2025 merekomendasikan vaksin influenza satu dosis setiap tahun untuk semua kelompok usia di atas 19 tahun. Kelompok risiko tinggi seperti penderita penyakit jantung, paru kronik, diabetes melitus, gagal ginjal, obesitas morbid, tenaga kesehatan, dan ibu hamil mendapat prioritas utama. (4)
Pemberian vaksin selama kehamilan juga direkomendasikan karena memberikan perlindungan ganda bagi ibu dan janin melalui transfer antibodi pasif yang bertahan hingga beberapa bulan setelah lahir. (4)
Kesimpulan
Dokter anak berperan penting dalam meningkatkan cakupan vaksinasi influenza. Setiap kunjungan pasien sebaiknya dimanfaatkan untuk menilai status imunisasi dan mengingatkan keluarga tentang pentingnya vaksinasi tahunan. Edukasi perlu menekankan bahwa vaksin influenza tidak menyebabkan penyakit influenza karena menggunakan virus yang telah dimatikan, dan bahwa infeksi alami tidak memberikan kekebalan jangka panjang terhadap semua strain virus. Dokter juga diharapkan aktif mendorong vaksinasi pada anak dengan penyakit kronis, gangguan imun, atau mereka yang tinggal dengan anggota keluarga berisiko tinggi.
Influenza tetap menjadi penyebab utama morbiditas pada anak di seluruh dunia, dengan peningkatan kasus signifikan yang kini juga terjadi di Indonesia. Pemberian vaksin influenza secara rutin setiap tahun merupakan langkah preventif paling efektif untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit ini. Dengan tersedianya vaksin kuadrivalen yang lebih luas cakupannya dan profil keamanan yang baik, dokter anak diharapkan dapat memastikan seluruh anak Indonesia memperoleh perlindungan optimal sesuai jadwal imunisasi yang direkomendasikan IDAI dan PAPDI.
Untuk informasi lebih lanjut tentang vaksin Influenza, kunjungi fitur Katalog Medis PrimaPro!
Daftar Pustaka