11 Februari 2026
Bukan Cuma Soal Manis, Ini Penyebab Gigi Anak Mudah Berlubang
Ditulis oleh

Tim PrimaKu
Topik: Gigi Anak, Gigi, Sikat Gigi, Karies Gigi, Gigi Berlubang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Banyak orang tua menganggap gigi berlubang pada anak sebagai hal wajar, apalagi jika terjadi pada gigi susu. Padahal, karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut paling umum pada anak dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kesehatan, kenyamanan, hingga tumbuh kembangnya bila tidak ditangani dengan tepat.
Apa Itu Karies Gigi pada Anak?
Karies gigi adalah kerusakan jaringan keras gigi akibat proses demineralisasi yang dipicu oleh asam. Asam ini dihasilkan oleh bakteri di mulut saat memetabolisme sisa makanan, terutama gula dan karbohidrat.
Menurut World Health Organization (WHO), karies gigi pada anak termasuk penyakit kronis paling umum di dunia dan dapat dicegah dengan kebiasaan perawatan gigi yang tepat sejak dini.
Mengapa Anak Rentan Mengalami Karies Gigi?
Beberapa faktor yang membuat anak lebih berisiko mengalami karies antara lain:
- Konsumsi makanan dan minuman manis yang sering
- Kebiasaan menyusu botol atau minum susu menjelang tidur tanpa membersihkan gigi
- Menyikat gigi yang belum optimal atau tidak rutin
- Kurangnya paparan fluoride
- Pemeriksaan gigi yang terlambat atau jarang
Dampak Karies Gigi terhadap Anak
Karies gigi tidak hanya menyebabkan sakit gigi. Dampaknya bisa lebih luas, seperti:
- Anak sulit makan, sehingga asupan gizi terganggu
- Gangguan tidur akibat nyeri
- Penurunan konsentrasi dan kehadiran di sekolah
- Risiko infeksi yang menyebar ke jaringan sekitar
- Gangguan pertumbuhan gigi permanen
Tanda Karies Gigi yang Perlu Diwaspadai
Beberapa tanda awal karies gigi pada anak meliputi:
- Bercak putih atau kecokelatan pada gigi
- Gigi tampak berlubang atau kasar
- Anak mengeluh nyeri saat makan atau minum
- Bau mulut yang menetap
- Anak enggan mengunyah di sisi tertentu
Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang karies ditangani tanpa prosedur yang kompleks.
Cara Mencegah Karies Gigi pada Anak
Pencegahan karies gigi sebaiknya dimulai sejak gigi pertama tumbuh:
- Sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride sesuai usia
- Batasi konsumsi gula dan camilan manis
- Hindari kebiasaan minum susu atau manis sebelum tidur tanpa sikat gigi
- Rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan
- Libatkan orang tua dalam menyikat gigi hingga anak mampu melakukannya sendiri
American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan kunjungan dokter gigi pertama anak paling lambat usia 1 tahun.
Anak belajar dari contoh. Ketika orang tua menunjukkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi, anak akan lebih mudah menirunya. Pendampingan, konsistensi, dan suasana yang menyenangkan saat merawat gigi sangat berperan dalam membentuk kebiasaan jangka panjang.
Karies gigi pada anak bukan sekadar masalah kecil yang bisa diabaikan. Dengan pemahaman yang tepat dan kebiasaan perawatan gigi yang konsisten sejak dini, orang tua dapat membantu anak tumbuh lebih sehat, nyaman, dan percaya diri. Ingat, gigi susu yang sehat adalah fondasi penting bagi kesehatan gigi permanen di masa depan.
Referensi:
- World Health Organization. Oral Health.
- Centers for Disease Control and Prevention. Children’s Oral Health.
- American Academy of Pediatric Dentistry. Guideline on Infant Oral Health Care.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Anak.





