28 Mei 2026
Panduan Jadwal, Booster & Catch-Up Vaksin Pneumonia Anak
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Pneumonia, Jadwal Vaksin Pneumonia, Catch-up, Pneumonia
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin pneumonia anak atau vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine), adalah salah satu imunisasi terpenting dalam jadwal IDAI yang sering terlewat atau tidak dilengkapi booster-nya. Padahal, pneumonia adalah penyebab 14% kematian anak di bawah 5 tahun secara global (WHO, 2022), dan Indonesia masuk dalam 10 negara dengan beban kasus pneumonia anak tertinggi di dunia (O'Brien et al., Lancet, 2009).
Panduan ini menjelaskan secara lengkap: apa itu vaksin PCV, jadwal imunisasi primer dan booster, perbedaan jenis PCV yang tersedia di Indonesia, panduan catch-up jika terlambat, hingga efek samping yang perlu diwaspadai.
Apa Itu Vaksin Pneumonia (PCV)?
Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah vaksin yang melindungi anak dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, penyebab utama pneumonia berat, meningitis bakterial, otitis media (infeksi telinga tengah), dan sepsis pada anak kecil. Vaksin ini bekerja dengan merangsang sistem imun untuk mengenali dan melawan bakteri pneumokokus sebelum infeksi terjadi.
Jenis Vaksin PCV yang Tersedia di Indonesia
Sumber: IDAI Jadwal Imunisasi 2023; Kemenkes RI Program Imunisasi Nasional 2023
Jadwal Lengkap Vaksin Pneumonia Anak (PCV)
Jadwal vaksin PCV berbeda tergantung usia anak saat pertama kali divaksin. Berikut panduan lengkap berdasarkan rekomendasi IDAI 2023:
Jadwal Vaksin PCV Berdasarkan Usia Mulai Imunisasi
Mengapa Booster Vaksin Pneumonia Tidak Boleh Dilewatkan?
Tiga dosis pertama PCV (seri primer) membentuk antibodi awal, namun kadarnya mulai menurun setelah beberapa bulan. Booster pada usia 12–15 bulan berperan krusial karena:
Memperkuat memori imun jangka panjang
Booster 'mengingatkan' sistem imun yang sudah terbentuk untuk memproduksi antibodi dalam jumlah lebih besar dan lebih cepat saat terpapar bakteri pneumokokus di kemudian hari.
Menutup celah perlindungan di usia risiko tertinggi
Anak usia 12–24 bulan adalah kelompok dengan risiko komplikasi pneumokokus tertinggi, tepat di usia inilah sistem imun mereka paling membutuhkan reinforcement dari booster.
Efektivitas meningkat signifikan
Studi menunjukkan rangkaian 3+1 dosis PCV memberikan efektivitas hingga 90% terhadap penyakit pneumokokus invasif (IPD) pada anak < 5 tahun (O'Brien et al., Lancet, 2009).
Bagaimana Jika Booster Vaksin Pneumonia Terlambat?
■ Jangan Panik, Vaksin Tidak Perlu Diulang dari Awal
Prinsip utama catch-up vaccination: setiap dosis yang sudah diberikan tetap dihitung valid. Anak hanya perlu melanjutkan dari dosis yang belum diberikan, bukan mengulang seluruh seri dari awal. Bawa buku KIA atau catatan imunisasi anak saat konsultasi agar dokter dapat menyesuaikan jadwal catch-up dengan tepat.
Panduan Catch-Up Vaksin PCV jika Terlambat
Efek Samping Vaksin PCV yang Perlu Diketahui
Efek samping vaksin PCV umumnya ringan, sementara, dan jauh lebih aman dibanding risiko komplikasi infeksi pneumokokus itu sendiri:
Selain Vaksin PCV: Perlindungan Tambahan dari Pneumonia
Vaksin PCV adalah fondasi perlindungan, namun efektivitasnya meningkat bila dikombinasikan dengan kebiasaan sehat berikut:
ASI eksklusif 6 bulan pertama
ASI mengandung antibodi dan faktor imun yang secara langsung melindungi saluran napas bayi dari infeksi bakteri termasuk pneumokokus.
Hindari paparan asap rokok
Asap rokok merusak silia saluran napas anak dan meningkatkan risiko pneumonia hingga 2–3 kali lipat. Ini termasuk paparan asap rokok pasif (secondhand smoke) di dalam rumah.
Nutrisi seimbang & zinc cukup
Zinc berperan dalam imunitas seluler. Defisiensi zinc pada balita dikaitkan dengan peningkatan risiko pneumonia yang signifikan (WHO, 2022).
Imunisasi lengkap lainnya
Vaksin influenza dan Hib (Haemophilus influenzae tipe b) juga melindungi dari penyebab pneumonia lainnya dan bekerja sinergis dengan PCV.
FAQ: Pertanyaan Orang Tua tentang Vaksin Pneumonia
Q: Apakah vaksin PCV sudah gratis di Indonesia?
A: Ya, sejak 2023 PCV13 telah masuk dalam Program Imunisasi Nasional (PIN) Kemenkes RI dan tersedia gratis di Puskesmas untuk bayi sesuai jadwal. PCV15 dan PCV20 masih berbayar di fasilitas kesehatan swasta. Tanyakan ketersediaan ke Puskesmas atau dokter anak terdekat.
Q: Apakah vaksin PCV cukup sekali saja?
A: Tidak. Untuk perlindungan optimal, dibutuhkan seri lengkap: 3 dosis primer (usia 2–4–6 bulan) PLUS 1 dosis booster (12–15 bulan). Melewatkan booster berarti perlindungan yang terbentuk akan melemah di usia ketika anak paling aktif bersosialisasi dan paling rentan terpapar bakteri.
Q: Berapa biaya vaksin PCV di klinik swasta?
A: Harga PCV13 di klinik swasta berkisar Rp350.000–Rp550.000 per dosis. PCV15 umumnya Rp450.000–Rp650.000 per dosis. Biaya dapat bervariasi tergantung fasilitas. Untuk opsi gratis, PCV13 tersedia di Puskesmas melalui program imunisasi nasional.
Q: Apakah anak yang sudah divaksin PCV masih bisa kena pneumonia?
A: Ya, bisa. Tetapi risikonya jauh lebih kecil dan perjalanan penyakitnya umumnya lebih ringan. PCV melindungi terhadap serotipe pneumokokus tertentu, namun pneumonia juga bisa disebabkan virus, bakteri lain, atau serotipe yang belum tercakup vaksin. Karena itu imunisasi lengkap dan gaya hidup sehat tetap penting bersama.
Q: Bisakah vaksin PCV diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
A: Ya. PCV aman dan direkomendasikan untuk diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti DTP, Hib, polio, rotavirus, dan hepatitis B dalam satu kunjungan. Ini sesuai panduan IDAI dan WHO untuk efisiensi jadwal imunisasi anak.
Jangan Sampai Jadwal Vaksin Si Kecil Terlewat!
PrimaKu hadir dengan fitur pengingat jadwal imunisasi otomatis, termasuk vaksin PCV dan booster-nya. Pantau tumbuh kembang, jadwal vaksin, dan konsultasi langsung dengan dokter anak, semua dalam satu aplikasi yang mudah digunakan.
Referensi:
1. World Health Organization (WHO). Pneumococcal Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2022;97(14):133–148.
2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Pneumococcal Vaccination for Children: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Atlanta: CDC; 2024.
3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023. Jakarta: IDAI; 2023.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan No. 12 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
5. O'Brien KL, Wolfson LJ, Watt JP, et al. Burden of Disease Caused by Streptococcus pneumoniae in Children Younger than 5 Years: Global Estimates. Lancet. 2009;374(9693):893–902.
6. American Academy of Pediatrics (AAP). Pneumococcal Infections in Children: Red Book 2024 Report of the Committee on Infectious Diseases. Elk Grove Village: AAP; 2024.
7. Bonten MJ, Huijts SM, Bolkenbaas M, et al. Polysaccharide Conjugate Vaccine Against Pneumococcal Pneumonia in Adults. N Engl J Med. 2015;372(12):1114–1125.
8. Madhi SA, Levine OS, Bhutta ZA, et al. Effect of Conjugate Vaccines Against Childhood Pneumonia in Developing Countries. Lancet. 2008;371(9623):1364–1365.





