Meta Pixel

19 Mei 2026

BB Anak Susah Naik? Kenali 8 Penyebab & Solusinya

Ditulis oleh

avatar

Tim Medis PrimaKu

Topik: BB Naik, Berat Badan, Angka Kecukupan Gizi, Tips

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Berat badan anak susah naik adalah keluhan yang sangat umum disampaikan orang tua di klinik tumbuh kembang. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), kondisi failure to thrive (gagal tumbuh) memengaruhi sekitar 5–10% anak di bawah usia 2 tahun yang berkunjung ke layanan pediatri primer. Di Indonesia, Kemenkes RI (2023) mencatat bahwa 21,6% balita masih mengalami stunting — yang sebagian besar bermula dari kenaikan berat badan yang tidak optimal di tahun-tahun pertama kehidupan. Artikel ini menjelaskan 8 penyebab utama berat badan anak susah naik, cara mengidentifikasinya, dan langkah nyata yang bisa dilakukan MomDad. 

Kapan Berat Badan Anak Dianggap Susah Naik? 

Setiap anak memiliki pola pertumbuhan unik. Namun dokter akan melakukan evaluasi bila ditemukan salah satu kondisi berikut pada grafik pertumbuhan WHO atau CDC:

KONDISI 

DEFINISI 

TINDAKAN

BB tidak naik 

Tidak ada kenaikan selama 2+ bulan 

berturut-turut

Evaluasi asupan & pantau lebih ketat

BB turun 

Penurunan berat badan di luar fase sakit 

Segera konsultasi dokter anak

Grafik melandai (crossing down)

Persentil turun 2 jalur ke bawah (misal dari P50 ke P10)

Evaluasi medis diperlukan

BB sangat di bawah 

standar

BB berada di bawah persentil ke-3 untuk usia & jenis kelamin

Pemeriksaan menyeluruh diperlukan


■ Ingat: Memantau grafik pertumbuhan secara rutin jauh lebih penting daripada hanya melihat angka timbangan sesekali. Buku KIA dan aplikasi PrimaKu dapat membantu MomDad memantau grafik pertumbuhan anak sesuai standar WHO.


8 Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik: Ringkasan Cepat 

NO

PENYEBAB 

TANDA KHAS 

SOLUSI PERTAMA

1 

Asupan kalori tidak 

cukup

Makan sedikit, pilih-pilih, atau 

kualitas rendah

Padat nutrisi: tambah lemak sehat & protein hewani

2 

Terlalu aktif (high 

energy expenditure)

Aktif bergerak, tampak kurus meski makan cukup

Tingkatkan kalori masuk secara bertahap

3 

GTM / Kesulitan Makan 

Menutup mulut, muntah, menolak tekstur tertentu

Evaluasi sensori, jadwal makan teratur, konsultasi

4 

Kurang protein & lemak sehat

Menu didominasi karbohidrat, 

kurang lauk hewani

Tambahkan telur, daging, ikan, keju, alpukat

5 

Sering sakit / infeksi 

berulang

Diare berulang, batuk pilek tiap bulan, TB

Obati infeksi, lengkapi imunisasi, perbaiki higiene

6 

Gangguan penyerapan nutrisi

BAB berminyak, perut kembung, diare kronis

Evaluasi celiac, intoleransi laktosa, IBD, sindrom malabsorpsi

7 

Faktor genetik / 

konstitusional

Orang tua bertubuh kecil, 

pertumbuhan sesuai jalur

Pastikan grafik pertumbuhan tetap pada jalurnya

8 

Pola makan & 

kebiasaan tidak tepat

Ngemil berlebih, gadget saat 

makan, tidur tidak teratur

Jadwal makan terstruktur, batasi distraksi saat makan


Penjelasan Detail 8 Penyebab Berat Badan Anak Susah Naik 

1. Asupan Kalori Tidak Mencukupi 

Ini adalah penyebab paling umum. Menurut Cole & Lanham (American Family Physician, 2011), mayoritas kasus failure to thrive non-organik disebabkan oleh ketidakcukupan asupan energi. Anak bisa terlihat 'sering makan' namun total kalori dan proteinnya belum memenuhi kebutuhan pertumbuhan. 

■ Porsi terlalu kecil atau jadwal makan tidak teratur 

■ MPASI kurang padat energi, terlalu encer atau banyak air 

■ Anak kenyang karena minuman (jus, susu, air) sebelum makan 

■ Menu didominasi karbohidrat, minim protein dan lemak

2. Anak Terlalu Aktif Secara Fisik 

Anak dengan tingkat aktivitas sangat tinggi membakar lebih banyak kalori. Jika asupan tidak disesuaikan dengan pengeluaran energi, berat badan sulit naik meskipun anak tampak makan dengan baik. 

3. GTM (Gerakan Tutup Mulut)/Kesulitan Makan 

GTM yang berlangsung lama dapat berdampak signifikan pada asupan nutrisi anak. GTM bisa disebabkan oleh fase perkembangan normal, kebosanan menu, trauma makan, atau masalah sensorik (hypersensitivitas oral). Pada kasus berat, perlu evaluasi oleh terapis nutrisi atau dokter tumbuh kembang. 

4. Kurang Protein Hewani & Lemak Sehat 

Protein hewani mengandung asam amino esensial lengkap yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh protein nabati pada anak. Lemak sehat menyumbang kalori padat dan mendukung perkembangan otak. 

■ Telur (1 butir besar = ~70 kkal, 6 g protein) 

■ Daging sapi giling (100 g = ~250 kkal, 26 g protein) 

■ Ikan salmon (100 g = ~208 kkal, 20 g protein, omega-3) 

■ Susu full cream (200 mL = ~130 kkal, 7 g protein) 

■ Keju cheddar (30 g = ~120 kkal, 7 g protein, lemak sehat) 

5. Infeksi Berulang / Sering Sakit 

Setiap episode infeksi meningkatkan kebutuhan energi 10–15% (lebih tinggi saat demam) sekaligus menurunkan nafsu makan. Infeksi berulang menciptakan siklus negatif yang sulit diputus jika penyebab dasarnya tidak ditangani. 

■ Diare berulang — kehilangan nutrisi dan elektrolit secara langsung 

■ Tuberkulosis (TB) anak — konsumsi energi meningkat drastis 

■ Infeksi cacing — bersaing dengan tubuh untuk nutrisi 

■ Alergi makanan — respons imun yang menguras energi dan membatasi pilihan makanan 

6. Gangguan Penyerapan Nutrisi (Malabsorpsi) 

Pada kondisi malabsorpsi, makanan masuk cukup banyak namun usus tidak mampu menyerap nutrisi secara optimal. Ini adalah penyebab organik yang perlu investigasi medis lebih lanjut. 

KONDISI 

GEJALA KHAS 

PEMERIKSAAN

Celiac Disease 

Diare kronis, BAB berminyak, perut kembung 

Anti-tTG antibody, biopsi usus halus

Intoleransi Laktosa 

Kembung & diare setelah konsumsi 

susu/produk susu

Hydrogen breath test, uji eliminasi

IBD (Crohn's/Colitis) 

Nyeri perut, darah di BAB, diare kronik 

Endoskopi, kolonoskopi, calprotectin feses

Insufisiensi Pankreas 

BAB berminyak bau, gizi sangat kurang 

Elastase feses, tes fungsi pankreas


Kebutuhan Kalori Harian Anak per Usia (AKG Kemenkes RI) 

Salah satu cara mengidentifikasi apakah asupan anak sudah cukup adalah membandingkannya dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kemenkes RI 2019. Berikut kebutuhan kalori harian anak berdasarkan usia:

USIA 

KEBUTUHAN 

KALORI/HARI

PROTEIN 

(G/HARI)

CATATAN

0–6 bulan 

~550 kkal 

~9 g 

ASI eksklusif sudah mencukupi

7–11 bulan 

~725 kkal 

~15 g 

ASI + MPASI padat gizi

1–3 tahun 

~1.125 kkal 

~20 g 

3 makan utama + 2 snack bergizi

4–6 tahun 

~1.600 kkal 

~25 g 

Porsi mulai mendekati dewasa muda

7–9 tahun 

~1.850 kkal 

~40 g 

Aktivitas fisik mulai meningkat signifikan

10–12 tahun (P) 

~2.100 kkal 

~50 g 

Pra-pubertas, pertumbuhan cepat


Makanan Padat Kalori & Bergizi untuk Menaikkan BB Anak 

Kunci menaikkan berat badan anak bukan sekadar memperbanyak porsi, tapi meningkatkan densitas kalori dalam setiap suapan. Berikut pilihan makanan padat gizi yang efektif: 

MAKANAN 

PORSI 

KALORI 

KANDUNGAN UTAMA 

COCOK UNTUK USIA

Telur (rebus/orak-arik) 

1 butir besar 

~70 kkal 

Protein lengkap, vitamin D, kolin

6 bulan+

Alpukat 

½ buah (~100 g) 

~160 kkal 

Lemak sehat, folat, kalium 

6 bulan+

Daging sapi giling 

50 g 

~125 kkal 

Protein, zat besi heme, zinc 

6 bulan+

Keju cheddar 

1 lembar (30 g) 

~120 kkal 

Protein, kalsium, lemak sehat 

8 bulan+

Ikan salmon/tuna 

50 g 

~100 kkal 

Protein, omega-3, vitamin B12 

6 bulan+

Susu full cream 

200 mL 

~130 kkal 

Protein, kalsium, vitamin D 

12 bulan+

Minyak zaitun/kelapa 

(ditambahkan ke MPASI)

1 sdm (15 mL) 

~120 kkal 

Lemak sehat, kalori padat 

6 bulan+

Kacang-kacangan 

(haluskan)

2 sdm selai 

kacang

~190 kkal 

Protein, lemak sehat, serat 

12 bulan+ (awas 

alergi)

Pisang matang 

1 buah sedang 

(120 g)

~105 kkal 

Karbohidrat, kalium, B6 

6 bulan+

Santan (ditambahkan ke masakan)

50 mL 

~170 kkal 

Lemak MCT, kalori padat 

6 bulan+


Cara Menaikkan Berat Badan Anak yang Efektif & Aman 

Strategi Pemberian Makan 

✔ 3 makan utama + 2–3 snack bergizi dengan jadwal teratur setiap hari 

✔ Sajikan makanan padat kalori dalam porsi kecil tapi sering 

✔ Utamakan protein hewani di setiap makan utama 

✔ Tambahkan lemak sehat ke makanan anak: minyak zaitun, santan, keju, alpukat 

✔ Batasi minuman manis, jus, dan susu berlebihan sebelum jam makan 

✔ Jangan paksa makan, ciptakan suasana makan yang menyenangkan (responsive feeding) 

Kebiasaan Pendukung 

✔ Pastikan anak tidur cukup, hormon pertumbuhan (GH) diproduksi saat tidur nyenyak

✔ Kurangi distraksi saat makan: matikan TV dan gadget

✔ Pantau grafik pertumbuhan di buku KIA setiap bulan 

✔ Lengkapi imunisasi untuk mencegah infeksi berulang 

Segera konsultasikan ke dokter anak jika: 

✔ Berat badan tidak naik dalam >2 bulan berturut-turut 

✔ Berat badan turun tanpa penyebab jelas 

✔ Anak tampak sangat kurus atau lemas 

✔ Nafsu makan sangat buruk disertai muntah berulang 

✔ Diare kronis, BAB berminyak, atau perut selalu kembung 

✔ Anak sering sakit infeksi berulang 

✔ Pertumbuhan tinggi badan juga terhambat (stunting)

FAQ — Pertanyaan Orang Tua Seputar BB Anak Susah Naik 

Q: Berat badan anak tidak naik selama 2 bulan — apakah normal? 

A: Tidak selalu normal dan perlu dievaluasi. Dua bulan tanpa kenaikan berat badan, terutama pada bayi dan balita, adalah sinyal untuk berkonsultasi ke dokter anak. Dokter akan melihat grafik pertumbuhan secara keseluruhan, bukan hanya dua titik. Jika grafik masih pada jalurnya, mungkin hanya fase sementara — tapi jika melintasi dua persentil ke bawah, evaluasi lebih lanjut diperlukan. 

Q: Anak saya makan banyak tapi BB tidak naik — kenapa? 

A: Ada beberapa kemungkinan: (1) Kualitas makanan belum cukup padat kalori meski porsinya besar, (2) Anak sangat aktif sehingga pembakaran kalori tinggi, (3) Ada gangguan penyerapan nutrisi seperti celiac atau intoleransi laktosa. Evaluasi komposisi menu makanan anak dan konsultasikan ke dokter jika berlangsung lebih dari 2 bulan. 

Q: Makanan apa yang paling efektif untuk menaikkan berat badan anak? 

A: Makanan padat kalori dan bergizi: telur, alpukat, keju, daging, ikan salmon, susu full cream, santan, dan kacang-kacangan (sesuai usia). Kuncinya adalah meningkatkan densitas kalori per suapan, bukan hanya menambah porsi. Tambahkan minyak zaitun atau santan ke MPASI untuk menambah kalori tanpa memperbesar volume. 

Q: Apakah suplemen atau vitamin penambah nafsu makan efektif untuk anak?

A: Suplemen penambah nafsu makan tidak direkomendasikan sebagai solusi utama. Menurut AAP, fokus sebaiknya pada evaluasi penyebab dasar (pola makan, kondisi medis) sebelum mempertimbangkan suplemen. Beberapa suplemen zinc memang terbukti membantu nafsu makan jika anak kekurangan zinc — tapi harus atas rekomendasi dokter. 

Q: Apakah GTM anak bisa menyebabkan gagal tumbuh? 

A: Ya, GTM yang berlangsung lama dan tidak ditangani dapat berujung pada kekurangan kalori kronik yang menghambat kenaikan berat badan. Jika GTM disertai gejala sensorik (sangat sensitif terhadap tekstur/rasa), ada kemungkinan butuh evaluasi terapis makan (feeding therapist) atau tumbuh kembang anak.


Referensi:

1. World Health Organization (WHO). Child Growth Standards: Methods and Development. WHO; 2006.

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Growth Chart Training: A Comprehensive Training Module. CDC; 2023. 

3. American Academy of Pediatrics (AAP). Poor Weight Gain in Infants and Children. AAP; 2022. 

4. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Praktik Pemberian Makan Berbasis Bukti pada Bayi dan Balita. IDAI; 2018. 

5. Kementerian Kesehatan RI. Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019. Permenkes No. 28 Tahun 2019. Kemenkes RI; 2019.

6. Kementerian Kesehatan RI. Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023. Kemenkes RI; 2023. 

7. Cole SZ, Lanham JS. Failure to Thrive: An Update. American Family Physician. 2011;83(7):829–834.

8. Black MM, Hurley KM. Responsive Feeding: Strategies to Promote Healthy Mealtime Interactions. Nestlé Nutrition Institute Workshop Series. 2017;87:153–165. 

9. Mehta NM, et al. Defining Pediatric Malnutrition: A Paradigm Shift Toward Etiology-Related Definitions. Journal of Parenteral and Enteral Nutrition. 2013;37(4):460–481.