Meta Pixel

28 September 2026

Berat Badan Anak Turun setelah Influenza A, Bagaimana Pemulihannya?

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Berat Badan, berat badan turun setelah sakit, Menaikkan Berat Badan Anak, Berat Badan Susah Naik, nafsu makan setelah flu, pemulihan influenza, tanda dehidrasi, Kurva pertumbuhan

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Penurunan berat badan setelah influenza A dapat bersifat sementara akibat berkurangnya asupan dan cairan. Namun, angka timbangan harus dibaca bersama kondisi anak dan arah kurva pertumbuhannya. Berat badan anak turun setelah Influenza A memang dapat membuat MomDad khawatir. Demam, lelah, dan nafsu makan yang berkurang dapat menurunkan asupan; pada sebagian anak, muntah atau diare juga terjadi. CDC memasukkan dehidrasi, antara lain tidak buang air kecil selama 8 jam, mulut kering, atau tidak keluar air mata, sebagai tanda bahaya komplikasi influenza pada anak. Berikut cara membedakan perubahan sementara, tanda bahaya, dan langkah pemulihannya.


Mengapa Berat Badan Anak Turun setelah Influenza A?

Ada beberapa penyebab yang bisa membuat berat badan anak turun setelah terkena influenza A, seperti:

1. Asupan makanan berkurang

Hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, mual, dan lelah dapat membuat anak enggan makan. Jika energi dan protein yang masuk lebih rendah daripada kebutuhan selama beberapa hari, berat dapat turun.

2. Kekurangan cairan

Demam meningkatkan kehilangan cairan. Risikonya bertambah bila anak sulit minum, muntah, atau diare. Berat yang turun cepat saat anak dehidrasi tidak otomatis berarti masalah gizi menetap.

3. Kebutuhan energi meningkat

Tubuh menggunakan energi untuk respons imun dan pemulihan. Bila kebutuhan meningkat sementara asupan menurun, tubuh dapat memakai cadangan energi.

4. Pemulihan belum selesai

Setelah demam reda, batuk, lelah, atau perubahan selera makan dapat bertahan. Anak mungkin memerlukan waktu untuk kembali ke pola biasanya.


Apakah Penurunan Berat Badan Selalu Berbahaya?

Tidak selalu. Kondisi lebih menenangkan bila anak makin aktif, demam reda, mampu minum, buang air kecil normal, dan nafsu makan perlahan membaik. Namun, tidak ada satu angka kilogram yang otomatis “wajar” untuk semua anak. WHO menekankan bahwa pertumbuhan dinilai melalui berat dan panjang/tinggi badan yang dipetakan pada kurva, bukan satu angka timbangan.


Kapan Bisa Dipantau dan Kapan Perlu Diperiksa?

Aspek

Bisa dipantau di rumah

Perlu diperiksa

Minum

Mampu minum; urine normal

Sulit minum; urine jarang

Aktivitas

Makin aktif

Sangat lemas/sulit dibangunkan

Napas

Nyaman

Cepat, sesak, atau tarikan dada

Nafsu makan

Berangsur membaik

Tetap menolak makan/minum

Berat badan

Stabil atau mulai kembali

Terus turun/kurva melandai

Gejala flu

Terus membaik

Membaik lalu memburuk


Cara Memantau Berat Badan Anak

Ada beberapa cara yang bisa membantu MomDad dalam memantau berat badan anak setelah sembuh dari influenza A, antara lain:

1. Gunakan timbangan yang sama

Timbang dengan alat yang sama, pakaian minimal, dan waktu relatif serupa. Perbedaan alat, pakaian, isi lambung, atau cairan tubuh dapat mengubah angka.

2. Jangan menimbang terlalu sering

Angka harian mudah dipengaruhi cairan. Ikuti jadwal tenaga kesehatan dan lihat kecenderungan pada kurva.

3. Catat gejala dan asupan

Catat demam, minum, buang air kecil, muntah/diare, makanan, aktivitas, dan obat untuk membantu dokter menilai penyebab.

4. Nilai kurva, bukan angka tunggal

WHO mendefinisikan wasting sebagai berat yang terlalu rendah dibanding tinggi badan; kondisi ini dapat mencerminkan penurunan baru-baru ini atau kegagalan kenaikan berat. Penilaian perlu standar sesuai usia dan jenis kelamin.


Cara Membantu Pemulihan

Yuk, bantu pemulihannya setelah sembuh dari influenza A dengan cara:

1. Utamakan cairan

Tawarkan minum lebih sering dalam jumlah kecil dan teruskan ASI. Bila anak muntah, diare, atau tampak dehidrasi, tanyakan cairan yang sesuai kepada dokter.

2. Berikan porsi kecil tetapi sering

Jangan memaksa porsi besar. Tawarkan makanan tiap beberapa jam dalam suasana tenang. IDAI mengingatkan bahwa pemaksaan dapat memperburuk masalah makan.

3. Pilih makanan padat energi dan protein

Sesuai usia, pilih telur matang, ikan, ayam, daging, tahu, tempe, yogurt/produk susu, serta makanan pokok dengan sumber lemak secukupnya.

4. Terapkan responsive feeding

Kenali tanda lapar-kenyang, dampingi anak, kurangi distraksi layar, dan pertahankan jadwal makan utama serta selingan.

5. Evaluasi bila tidak membaik

Dokter dapat menilai hidrasi, infeksi atau komplikasi, efek obat, gangguan makan, dan status gizi. Jangan memberi penambah nafsu makan tanpa rekomendasi.


Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan

Segera cari pertolongan bila anak:

• Bernapas cepat/sesak, mengalami tarikan dinding dada, atau bibir kebiruan.

• Tidak buang air kecil sekitar 8 jam, mulut kering, tanpa air mata, atau tidak mampu mempertahankan cairan.

• Sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak responsif, atau kejang.

• Demam/batuk sempat membaik lalu kembali memburuk.

• Muntah berulang, diare berat, atau menolak makan dan minum.

• Berat terus turun, tampak semakin kurus, atau kurva pertumbuhan melandai/menurun.


Pencegahan Influenza Berulang

Ajarkan cuci tangan dan etika batuk. Vaksin influenza tahunan membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya; jadwal serta dosis disesuaikan dengan usia dan riwayat vaksin. Vaksin tidak mengobati infeksi yang sedang berlangsung, sehingga waktu pemberian setelah pulih perlu dibicarakan dengan dokter.

LP-B.png

Influenza bukan sekadar batuk pilek biasa. Infeksi influenza dapat menyebabkan demam, batuk, nyeri tubuh, hingga komplikasi yang lebih serius, terutama pada anak, lansia, dan orang dengan kondisi tertentu.

Vaksin influenza membantu mengurangi risiko terkena influenza serta menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi apabila tetap terinfeksi. Karena perlindungan dari vaksin perlu diperbarui, vaksinasi influenza direkomendasikan untuk diberikan setiap tahun pada usia dewasa.

Jadwal pemberian vaksin influenza:

- Anak: Mulai usia 6 bulan. Anak usia 6 bulan–8 tahun yang baru pertama kali mendapat vaksin influenza dapat membutuhkan 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu.

- Dewasa: 1 dosis setiap tahun.


Manfaatkan harga promo Vaksin Influenza Influvac Tetra Rp350.000 dari harga normal Rp375.000 dan hemat Rp25.000 di PrimaKu. Klik di sini untuk booking vaksin. Periode dan kuota promo terbatas.


FAQ tentang Berat Badan setelah Influenza A


Q: Berapa lama nafsu makan kembali?

A: Berbeda pada setiap anak dan biasanya membaik bertahap saat gejala mereda. Bila anak tetap sulit makan/minum, makin lemas, atau berat terus turun, periksakan.


Q: Berapa kilogram penurunan yang masih normal?

A: Tidak ada batas tunggal. Penilaian mempertimbangkan persentase perubahan, status cairan, usia, ukuran tubuh, kondisi klinis, dan pola kurva.


Q: Apakah perlu susu tinggi kalori?

A: Tidak selalu. Sebagian anak cukup dengan makanan bergizi, padat energi-protein, dalam porsi kecil tetapi sering. Produk tinggi kalori sebaiknya berdasarkan evaluasi dokter atau ahli gizi.


Q: Kapan anak boleh kembali beraktivitas?

A: Secara bertahap ketika bebas demam tanpa obat, mampu makan-minum lebih baik, napas nyaman, dan energinya pulih.


Q: Apakah vaksin influenza tetap perlu setelah pernah sakit?

A: Ya. Riwayat sakit tidak selalu melindungi dari tipe atau strain lain. Diskusikan vaksinasi tahunan setelah pulih.


Berat badan anak turun setelah Influenza A dapat terjadi karena asupan dan cairan berkurang serta kebutuhan energi meningkat. Perhatikan kondisi umum, kemampuan minum, buang air kecil, nafsu makan, dan arah kurva pertumbuhan. Bantu dengan cairan, porsi kecil tetapi sering, makanan padat energi-protein, dan makan tanpa paksaan. Bila berat terus turun atau muncul tanda bahaya, segera berkonsultasi.


Referensi:

- Centers for Disease Control and Prevention. Signs and Symptoms of Flu. CDC; 2024.

- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Signs and Symptoms of Influenza. CDC; 2025.

- World Health Organization. Child Growth. WHO; 2026. 

- World Health Organization. Child Growth Standards: Questions and Answers. WHO; 2025. 

- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. IDAI; 2016.

- American Academy of Pediatrics. Influenza: What Parents Need to Know. HealthyChildren.org; 2024. 

- Mott JA, et al. Re-emergence of Influenza Virus Circulation. Influenza and Other Respiratory Viruses; 2021.