Meta Pixel

15 September 2026

Kasus Influenza A Tinggi, Cegah Anak dari Paparannya dengan Cara Ini!

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: cara mengobati influenza A pada anak, influenza A dan B, obat influenza A pada anak, penularan influenza A, cara merawat anak influenza, cara mencegah influenza A, vaksin influenza anak, gejala influenza A pada anak, anak terpapar influenza A

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Influenza A menjadi salah satu virus penyebab flu yang perlu diwaspadai pada anak, terutama karena penularannya dapat berlangsung cepat melalui percikan droplet saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Bersama influenza B, virus influenza A merupakan penyebab utama influenza musiman yang dapat beredar sepanjang tahun di wilayah tropis.

Pada anak, influenza tidak selalu sekadar menyebabkan batuk dan pilek. Gejalanya dapat muncul mendadak berupa demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri tubuh, sakit kepala, dan kelelahan. Sebagian anak juga dapat mengalami muntah atau diare. Anak usia di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun, serta anak dengan penyakit kronis memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi influenza.


Cara Mencegah Influenza A dan B

1. Vaksin Influenza Tahunan

Vaksinasi merupakan cara utama mengurangi risiko influenza dan komplikasinya. Vaksin musiman diformulasikan untuk melindungi terhadap kelompok virus influenza A dan B yang diperkirakan beredar. Komposisinya ditinjau berkala karena virus terus berubah.


IDAI merekomendasikan vaksin influenza mulai usia 6 bulan dan diulang setiap tahun. Anak usia 6 bulan sampai 8 tahun yang baru pertama kali mendapat vaksin atau riwayat dosisnya belum memadai mungkin memerlukan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu. Anak usia 9 tahun atau lebih umumnya mendapat satu dosis setiap tahun.


Vaksin tidak dapat menyebabkan influenza karena vaksin suntik tidak mengandung virus hidup yang mampu menimbulkan flu. Perlindungan tidak 100%, tetapi vaksin dapat mengurangi risiko sakit, rawat inap, komplikasi, dan keparahan penyakit.

Lengkapi vaksin influenza si Kecil dan keluarga dengan booking vaksin di PrimaKu. Klik banner di bawah untuk cek promo dan jadwal vaksin.

Influenza (1).png


2. Lindungi Bayi di Bawah 6 Bulan

Bayi di bawah 6 bulan belum dapat menerima vaksin influenza. Perlindungan dilakukan dengan vaksinasi ibu selama kehamilan sesuai anjuran, vaksinasi anggota keluarga dan pengasuh, ASI, kebersihan tangan, serta menjauhkan bayi dari orang sakit.


3. Kebiasaan Pencegahan Harian

• Cuci tangan dengan sabun atau gunakan pembersih tangan berbasis alkohol.

• Tutup batuk dan bersin dengan tisu atau siku bagian dalam.

• Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

• Jangan berbagi alat makan dan minum.

• Bersihkan benda yang sering disentuh.

• Tinggal di rumah ketika sakit dan hindari kontak dengan bayi atau kelompok rentan.

• Gunakan masker sesuai situasi, risiko, dan arahan kesehatan.


FAQ Seputar Influenza A pada Anak


Q: Apa bedanya influenza A dan influenza B?

A: Influenza A dan B sama-sama dapat menyebabkan influenza musiman pada manusia. Influenza A dibagi menjadi beberapa subtipe berdasarkan protein di permukaan virus, seperti A(H1N1) dan A(H3N2). Sementara itu, influenza B tidak dibagi menjadi subtipe. Keduanya dapat menyebabkan penyakit pada anak dan beredar selama musim influenza.


Q: Apakah vaksin influenza juga melindungi anak dari influenza A dan B?

A: Ya. Vaksin influenza musiman dibuat untuk memberikan perlindungan terhadap virus influenza yang diperkirakan paling banyak beredar, termasuk kelompok influenza A dan B. Komposisi vaksin dievaluasi secara berkala karena virus influenza terus mengalami perubahan. Meski tidak memberikan perlindungan 100%, vaksinasi merupakan salah satu cara terbaik untuk menurunkan risiko influenza dan penyakit berat akibat influenza.


Q: Apakah anak perlu vaksin influenza setiap tahun?

A: Ya. IDAI merekomendasikan vaksin influenza untuk anak mulai usia 6 bulan dan diberikan setiap tahun. Rekomendasi vaksinasi tahunan diperlukan karena kekebalan setelah vaksin dapat menurun seiring waktu dan virus influenza terus berubah.


Q: Kalau anak sudah pernah terkena influenza, apakah masih perlu vaksin?

A: Masih. Pernah terkena influenza sebelumnya tidak berarti anak terlindungi dari seluruh virus influenza yang dapat beredar berikutnya. Terdapat berbagai jenis dan varian virus influenza, sementara virus tersebut juga terus mengalami perubahan. Karena itu, vaksinasi tahunan tetap dianjurkan sesuai usia dan kondisi kesehatan anak.


Q: Berapa lama anak dengan influenza dapat menularkan virus?

A: Orang yang terinfeksi influenza dapat menularkan virus bahkan sebelum menyadari dirinya sakit. Penularan umumnya paling tinggi pada tiga hari pertama sakit. Pada sebagian orang, virus masih dapat menular sekitar 5–7 hari setelah gejala dimulai, dan pada anak periode ini dapat berlangsung lebih lama.


Q: Apakah semua anak yang terkena influenza membutuhkan antivirus?

A Tidak. Sebagian besar anak dengan influenza ringan dapat sembuh dengan istirahat, cairan yang cukup, serta perawatan untuk meredakan gejala. Namun, dokter dapat merekomendasikan antivirus pada anak dengan penyakit berat atau progresif, yang dirawat di rumah sakit, atau memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi. Antivirus memberikan manfaat terbesar jika diberikan sedini mungkin, terutama dalam 48 jam pertama munculnya gejala.


Q: Kapan influenza pada anak harus segera dibawa ke dokter atau IGD?

A: Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami napas cepat atau kesulitan bernapas, tarikan dinding dada saat bernapas, bibir atau wajah tampak kebiruan, nyeri dada, kejang, tampak sangat lemas atau sulit berinteraksi, mengalami tanda dehidrasi seperti tidak buang air kecil selama sekitar 8 jam, atau demam dan batuk yang sempat membaik kemudian kembali memburuk. Pada bayi berusia kurang dari 12 minggu, demam juga perlu segera dievaluasi oleh tenaga kesehatan.


Q: Kapan anak boleh kembali sekolah setelah terkena influenza?

Anak dapat kembali sekolah ketika kondisi secara keseluruhan sudah membaik, mampu mengikuti kegiatan, dan sudah tidak mengalami demam selama sedikitnya 24 jam tanpa menggunakan obat penurun demam. Batuk atau pilek yang tersisa sebaiknya juga sudah membaik dan dapat dikelola oleh anak selama beraktivitas.


Influenza A maupun B dapat menyerang siapa saja, termasuk anak yang sebelumnya sehat. Meski sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan di rumah, influenza tetap dapat menyebabkan penyakit berat dan komplikasi, terutama pada bayi, balita, serta anak dengan kondisi kesehatan tertentu.


Pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, dan tidak memaksakan anak beraktivitas saat sedang mengalami gejala. Perlindungan juga dapat diperkuat melalui vaksinasi influenza setiap tahun mulai usia 6 bulan sesuai rekomendasi dokter dan jadwal imunisasi anak.


Jika anak mengalami gejala influenza yang berat, memburuk, atau termasuk kelompok yang berisiko mengalami komplikasi, jangan menunda pemeriksaan ke dokter agar penanganan yang diperlukan dapat diberikan sedini mungkin.


Referensi: 

- World Health Organization. Influenza (Seasonal). 28 February 2025.

- World Health Organization. How can I avoid getting the flu? 4 March 2026.

- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024.

- Centers for Disease Control and Prevention. Types of Influenza Viruses.

- Centers for Disease Control and Prevention. Signs and Symptoms of Flu.

- Centers for Disease Control and Prevention. About Influenza.

- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Guidance for Influenza Vaccination. June 10, 2026.

- Centers for Disease Control and Prevention. When Students or Staff Are Sick.