5 Juni 2026
Berapa Kali Dosis Vaksin Influenza untuk Anak?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Influenza, Dosis Vaksin Influenza, Jadwal Vaksin Influenza
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin influenza anak adalah satu-satunya vaksin dalam jadwal IDAI yang harus diulang setiap tahun dan banyak orang tua yang belum memahami alasannya, apalagi aturan dosisnya yang berbeda berdasarkan usia. WHO (2024) memperkirakan influenza menyebabkan 290.000–650.000 kematian per tahun secara global, dengan anak di bawah 5 tahun menjadi kelompok paling rentan terhadap komplikasi berat termasuk pneumonia dan rawat inap.
Panduan ini menjawab pertanyaan paling umum orang tua: berapa kali dosis vaksin flu yang dibutuhkan anak, mengapa harus diulang setiap tahun, kapan waktu terbaik vaksinasi di Indonesia, perbedaan jenis vaksin yang tersedia, cara catch-up jika terlambat, dan siapa saja yang paling butuh vaksin ini.
Mengapa Vaksin Influenza Penting untuk Anak?
Influenza bukan sekadar pilek biasa. Virus ini menyerang saluran pernapasan secara agresif dan dapat berkembang menjadi komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak kecil yang sistem imunnya belum matang.
Risiko Komplikasi Influenza pada Anak
Sumber: WHO. Influenza (Seasonal). 2024; AAP. Influenza Recommendations. Pediatrics. 2024; CDC. Influenza Vaccination.2024
Berapa Kali Dosis Vaksin Influenza untuk Anak?
Ini adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan orang tua dan jawabannya bergantung pada usia dan riwayat vaksinasi sebelumnya. Berikut panduan lengkap berdasarkan rekomendasi IDAI, CDC, dan AAP 2024:
Dosis Vaksin Influenza Anak Berdasarkan Usia & Riwayat Vaksinasi
Sumber: IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023; AAP. Influenza Recommendations 2024–2025. Pediatrics. 2024; Grohskopf LA et al. MMWR. 2024
Mengapa Vaksin Influenza Harus Diulang Setiap Tahun?
Ini adalah karakteristik unik vaksin influenza yang membedakannya dari hampir semua vaksin lain:
Virus Influenza Terus Bermutasi
Tidak seperti virus campak atau polio yang relatif stabil, virus influenza mengalami 'antigenic drift,' mutasi kecil berkelanjutan pada protein permukaannya (hemagglutinin & neuraminidase) yang membuatnya tidak dikenali antibodi dari tahun sebelumnya. Setiap musim, strain yang bersirkulasi berbeda.
Komposisi Vaksin Diperbarui Setiap Tahun
WHO memantau strain influenza yang bersirkulasi di seluruh dunia dan setiap tahun merekomendasikan komposisi vaksin baru yang disesuaikan dengan strain yang diperkirakan dominan di musim berikutnya. Vaksin tahun lalu tidak cocok untuk virus tahun ini.
Kekebalan Vaksin Melemah dalam ~12 Bulan
Berbeda dari vaksin seperti hepatitis B atau MMR yang memberi kekebalan jangka panjang, antibodi dari vaksin influenza menurun secara signifikan dalam 6–12 bulan. Suntikan tahunan mempertahankan kadar antibodi protektif.
Kapan Waktu Terbaik Vaksin Influenza di Indonesia?
■ Panduan Waktu Vaksin Flu untuk Indonesia
Di negara 4 musim seperti AS dan Eropa, vaksin flu dianjurkan sebelum musim dingin (Oktober–November). Indonesia tidak memiliki musim dingin, namun influenza cenderung meningkat selama musim hujan (Oktober–Maret).
- Waktu ideal: September–Oktober, sebelum puncak musim hujan
- Jika baru memulai (butuh 2 dosis): Mulai Agustus–September agar dosis kedua selesai sebelum Oktober
- Jika terlambat: Vaksin kapan saja tetap bermanfaat, influenza beredar sepanjang tahun di Indonesia
Jenis Vaksin Influenza yang Tersedia di Indonesia
Perbandingan Jenis Vaksin Influenza
Sumber: CDC. Influenza Vaccine Types. 2024; AAP. Influenza Recommendations. 2024
Efek Samping Vaksin Influenza
Vaksin influenza (IIV) memiliki profil keamanan yang sangat baik dan telah digunakan selama puluhan tahun:
Siapa yang Paling Membutuhkan Vaksin Influenza?
IDAI dan WHO merekomendasikan vaksin influenza untuk semua anak usia ≥6 bulan. Namun kelompok berikut adalah prioritas utama karena risiko komplikasi lebih tinggi:
Kapan Vaksin Influenza Harus Ditunda atau Tidak Diberikan?
■■ Kontraindikasi & Penundaan Vaksin Influenza
Tunda sementara jika:
• Anak sedang demam ≥38°C (tunda hingga sembuh)
• Sedang dalam episode asma akut berat
Kontraindikasi permanen:
• Riwayat reaksi anafilaksis berat terhadap vaksin flu sebelumnya
• Alergi berat terhadap telur, konsultasi dokter dulu (beberapa formulasi modern bebas telur tersedia)
• Sindrom Guillain-Barré dalam 6 minggu setelah vaksin flu sebelumnya
Jika jadwal vaksin influenza si Kecil sudah dekat, yuk manfaatkan promo P3K agar keluarga terlindungi. Klik banner di atas untuk chat dengan Dokmin dan booking vaksin sekarang.
FAQ: Pertanyaan Orang Tua tentang Vaksin Influenza Anak
Q: Apakah vaksin flu bisa membuat anak kena flu?
A: Tidak. Vaksin influenza yang disuntikkan (IIV) menggunakan virus yang sudah dimatikan (inactivated), tidak bisa menyebabkan infeksi. Jika anak demam setelah vaksin, itu adalah respons imun normal yang berlangsung 1–2 hari, bukan flu sesungguhnya. Demam ringan pasca vaksin justru tanda sistem imun sedang membentuk perlindungan.
Q: Kenapa anak saya sudah vaksin flu tapi masih kena flu?
A: Vaksin flu tidak memberikan perlindungan 100%. Efektivitasnya 40–60% rata-rata karena bergantung pada seberapa cocok strain vaksin dengan virus yang bersirkulasi di musim itu. Namun, anak yang divaksin dan tetap kena flu hampir selalu mengalami gejala yang jauh lebih ringan dan sangat jarang masuk rumah sakit. Manfaat terbesar vaksin adalah mencegah komplikasi berat, bukan 100% mencegah infeksi.
Q: Apakah vaksin influenza tersedia gratis di Puskesmas?
A: Per 2025, vaksin influenza belum masuk Program Imunisasi Nasional gratis Kemenkes RI untuk anak sehat. Vaksin flu tersedia di fasilitas kesehatan swasta dan beberapa Puskesmas dengan biaya Rp150.000–Rp350.000 per dosis tergantung merek dan fasilitas. Untuk anak dengan kondisi medis tertentu (asma berat, imunokompromais), beberapa program BPJS mungkin menanggung, konsultasikan ke dokter.
Q: Bolehkah vaksin flu diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
A: Ya. Vaksin influenza (IIV/suntikan) dapat diberikan bersamaan dengan hampir semua vaksin lain dalam satu kunjungan, termasuk PCV, DTP, dan hepatitis. Satu pengecualian: LAIV (semprot hidung) tidak boleh diberikan bersamaan atau dalam 4 minggu setelah vaksin virus hidup lain. Ini sesuai panduan IDAI dan CDC 2024.
Q: Anak saya alergi telur, boleh vaksin flu?
A: Sebagian besar anak dengan alergi telur BOLEH mendapat vaksin flu dengan aman. Reaksi alergi berat terhadap vaksin flu akibat alergi telur sangat jarang, CDC dan AAP 2024 menyatakan alergi telur bukan lagi kontraindikasi utama. Namun, untuk anak dengan riwayat anafilaksis terhadap telur, vaksinasi sebaiknya dilakukan di fasilitas yang siap menangani reaksi alergi berat, bukan di rumah. Konsultasikan ke dokter anak atau dokter alergi.
Referensi:
1. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices — United States, 2024–25 Influenza Season. Atlanta: CDC; 2024.
2. American Academy of Pediatrics (AAP). Recommendations for Prevention and Control of Influenza in Children, 2024–2025. Pediatrics. 2024.
3. World Health Organization (WHO). Influenza (Seasonal): Fact Sheet. Geneva: WHO; 2024.
4. Grohskopf LA, Blanton LH, Ferdinands JM, et al. Prevention and Control of Seasonal Influenza with Vaccines. MMWR Recomm Rep. 2024;73(5):1–40.
5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Indonesia 2023. Jakarta: IDAI; 2023.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Profil Kesehatan Indonesia: Surveilans Influenza Nasional. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
7. Nair H, Brooks WA, Katz M, et al. Global Burden of Respiratory Infections due to Seasonal Influenza in Young Children. Lancet. 2011;378(9807):1917–1930.
8. Belongia EA, Sundaram ME, McClure DL, et al. Waning Vaccine Protection Against Influenza A (H3N2) Illness in Children. Vaccine. 2015;33(1):246–251.





