15 Agustus 2026
Cara Menaikkan Berat Badan Anak Secara Sehat
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Berat Badan, Berat Badan Ideal, Menaikkan Berat Badan Anak, Tumbuh Kembang
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Menurut panduan gizi IDAI dan Kemenkes RI, kenaikan berat badan anak yang sehat harus selalu mengikuti kurva pertumbuhan WHO, bukan hanya angka di timbangan. Melihat angka timbangan anak tidak kunjung bertambah sering kali membuat orang tua khawatir. Tidak sedikit yang akhirnya mencoba berbagai cara agar berat badan anak cepat naik, mulai dari memberikan porsi makan lebih banyak hingga membeli berbagai produk penambah berat badan.
Padahal, yang terpenting bukan sekadar membuat angka timbangan meningkat, tetapi memastikan kenaikan berat badan terjadi secara sehat dan disertai pertumbuhan yang optimal. Kenaikan berat badan anak dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti asupan nutrisi, aktivitas fisik, kondisi kesehatan, hingga faktor genetik. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat adalah memenuhi kebutuhan gizi sesuai usia, bukan sekadar menambah kalori tanpa memperhatikan kualitas makanan.
Kapan Berat Badan Anak Perlu Ditingkatkan?
Tidak semua anak bertubuh kurus membutuhkan program menaikkan berat badan. Sebagian anak memang memiliki postur tubuh ramping karena faktor genetik atau metabolisme yang lebih cepat.
Orang tua sebaiknya memperhatikan kurva pertumbuhan anak, bukan hanya membandingkan dengan teman sebayanya. Jika berat badan tetap mengikuti kurva pertumbuhan WHO dan perkembangan anak berjalan baik, kondisi tersebut umumnya masih dianggap normal.
Sebaliknya, evaluasi lebih lanjut diperlukan apabila:
- Berat badan tidak bertambah selama 2–3 bulan berturut-turut.
- Berat badan turun tanpa penyebab yang jelas.
- Kurva pertumbuhan melandai atau menurun.
- Anak tampak mudah lelah, sering sakit, atau mengalami keterlambatan perkembangan.
Cara Menaikkan Berat Badan Anak Secara Sehat
Berikut sepuluh cara yang dapat membantu meningkatkan berat badan anak secara sehat dan bertahap.
1. Tingkatkan Kepadatan Nutrisi, Bukan Sekadar Jumlah Makanan
Kesalahan yang sering dilakukan orang tua adalah memberikan makanan dalam porsi besar tetapi rendah nilai gizi. Sebaliknya, pilih makanan yang kaya energi sekaligus mengandung protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral sehingga setiap suapan memberikan manfaat maksimal.
Contohnya: telur, ikan, ayam, daging tanpa lemak, alpukat, keju, yogurt, kacang-kacangan (sesuai usia), serta tempe dan tahu.
2. Berikan Protein pada Setiap Waktu Makan
Protein berperan penting dalam pembentukan otot, jaringan tubuh, dan mendukung pertumbuhan anak. Beberapa sumber protein berkualitas antara lain telur, ikan salmon, ikan kembung, ayam, daging sapi, susu, yogurt, tahu, tempe, dan edamame.
Usahakan setiap makan utama maupun camilan mengandung sumber protein.
3. Tambahkan Lemak Sehat
Lemak mengandung energi lebih tinggi dibandingkan protein dan karbohidrat sehingga dapat membantu meningkatkan berat badan secara sehat. Pilih sumber lemak sehat seperti alpukat, minyak zaitun, selai kacang (sesuai usia dan tidak ada alergi), ikan berlemak, keju, serta biji-bijian. Hindari menjadikan makanan tinggi lemak jenuh atau makanan cepat saji sebagai pilihan utama.
4. Jangan Lewatkan Camilan Bergizi
Anak memiliki lambung yang lebih kecil dibandingkan orang dewasa sehingga sering kali sulit memenuhi kebutuhan energi hanya dari tiga kali makan. Berikan dua hingga tiga kali camilan bergizi setiap hari, misalnya yogurt dengan buah, roti gandum dan keju, smoothie buah, puding susu, telur rebus, atau potongan alpukat. Cara ini membantu meningkatkan total asupan kalori harian tanpa membuat anak merasa terlalu kenyang.
5. Terapkan Jadwal Makan yang Teratur
Anak cenderung memiliki nafsu makan yang lebih baik jika memiliki rutinitas makan yang konsisten. Idealnya 3 kali makan utama dan 2–3 kali camilan sehat. Hindari anak terlalu sering mengemil makanan manis di luar jadwal karena dapat mengurangi nafsu makan saat waktu makan utama.
6. Batasi Minuman Manis Sebelum Makan
Jus kemasan, teh manis, atau susu dalam jumlah berlebihan sebelum makan dapat membuat anak cepat kenyang sehingga asupan makanan utama berkurang. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari.
7. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Memaksa anak makan justru dapat membuat waktu makan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain makan bersama keluarga, hindari distraksi seperti televisi atau gawai, sajikan makanan dengan tampilan menarik, dan berikan contoh pola makan sehat. Pendekatan yang positif terbukti membantu anak membangun kebiasaan makan yang baik.
8. Pastikan Anak Tidur yang Cukup
Tidur memiliki peran penting dalam proses pertumbuhan karena hormon pertumbuhan (growth hormone) diproduksi lebih banyak saat anak tidur. Kurang tidur dapat memengaruhi nafsu makan, metabolisme, dan pertumbuhan secara keseluruhan.
9. Tetap Dorong Anak Aktif Bergerak
Meskipun tujuan utama adalah meningkatkan berat badan, anak tetap perlu melakukan aktivitas fisik. Bermain di luar rumah, berlari, berenang, atau bersepeda membantu meningkatkan massa otot sekaligus dapat merangsang nafsu makan.
10. Jangan Memberikan Suplemen atau Obat Penambah Berat Badan Tanpa Anjuran Dokter
Beberapa produk mengklaim dapat meningkatkan berat badan dengan cepat. Namun, belum tentu semua produk aman atau memang dibutuhkan oleh anak. Suplemen hanya diberikan apabila terdapat indikasi medis atau kekurangan zat gizi tertentu yang telah dikonfirmasi oleh tenaga kesehatan.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter apabila:
- Berat badan tidak naik selama beberapa bulan.
- Berat badan justru menurun.
- Anak mengalami diare kronis, muntah berulang, atau sering sakit.
- Nafsu makan menurun drastis.
- Anak tampak lemas atau perkembangan motoriknya terlambat.
Dokter dapat mengevaluasi apakah terdapat gangguan penyerapan nutrisi, infeksi kronis, gangguan hormon, atau kondisi medis lain yang memengaruhi pertumbuhan.
FAQ seputar Cara Menaikkan Berat Badan Anak
Q: Apakah anak kurus harus selalu dinaikkan berat badannya?
A: Tidak. Jika pertumbuhan sesuai kurva WHO, perkembangan baik, dan anak aktif, postur tubuh yang ramping bisa jadi merupakan variasi normal.
Q: Berapa lama berat badan anak mulai naik?
A: Setiap anak berbeda. Dengan pola makan yang tepat, kenaikan berat badan biasanya terjadi secara bertahap dalam beberapa minggu hingga bulan.
Q: Apakah susu saja cukup untuk menaikkan berat badan anak?
A: Tidak. Susu hanyalah pelengkap. Kenaikan berat badan yang sehat memerlukan pola makan bergizi seimbang yang mencakup protein, karbohidrat kompleks, lemak sehat, buah, dan sayuran.
Q: Apakah makanan manis bisa membantu menaikkan berat badan?
A: Makanan manis memang mengandung kalori, tetapi umumnya miskin zat gizi. Kalori sebaiknya diperoleh dari makanan yang padat nutrisi agar pertumbuhan anak tetap optimal.
Cara menaikkan berat badan anak yang sehat bukanlah dengan memberi makan sebanyak-banyaknya, melainkan memastikan setiap makanan mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk tumbuh. Protein berkualitas, lemak sehat, karbohidrat kompleks, jadwal makan yang teratur, serta kebiasaan hidup sehat merupakan kombinasi terbaik untuk mendukung pertumbuhan anak.
Apabila berat badan anak tetap tidak bertambah meski pola makan sudah baik atau disertai gejala lain, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter untuk mencari penyebab yang mendasarinya.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Rekomendasi Gizi dan Pemantauan Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: IDAI; 2024.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Gizi Seimbang. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
3. World Health Organization. Child Growth Standards. Geneva: WHO; 2024.
4. American Academy of Pediatrics. Healthy Active Living for Families. Itasca: AAP; 2024.
5. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Nutrition for Children. Atlanta: CDC; 2024.
6. NHS. Healthy Weight in Children. 2024. https://www.nhs.uk
7. Academy of Nutrition and Dietetics. Helping Kids Gain Weight the Healthy Way. 2024.
8. MSD Manual Professional Edition. Growth and Weight Faltering in Children. 2024.


