4 September 2026
Dosis Vaksin Influenza berdasarkan Usia
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Dosis Vaksin, Vaksinasi Aktif, Vaksinasi Inaktif, Jadwal Vaksin Influenza, Dosis Vaksin Influenza, influenza, Vaksin Influenza
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Dosis pertama vaksin influenza untuk usia 6 bulan hingga 8 tahun diberikan 2 dosis dengan jarak 4 minggu. Setelah itu pengulangan 1 kali setiap tahun. Keputusan akhir harus mengikuti riwayat imunisasi, kondisi anak, dan petunjuk produk vaksin. CDC merekomendasikan vaksin influenza setiap tahun bagi hampir semua orang mulai usia 6 bulan. Dalam artikel ini, MomDad akan mengetahui kapan anak memerlukan 1 atau 2 dosis, jarak antardosis, volume suntikan, serta hal yang perlu diperhatikan sebelum vaksinasi.
Mengapa Anak Perlu Vaksin Influenza?
Influenza bukan sekadar pilek. Infeksi ini dapat menyebabkan demam tinggi, batuk, nyeri badan, dehidrasi, pneumonia, bahkan rawat inap, terutama pada anak berusia di bawah 5 tahun dan anak dengan penyakit kronis. WHO menyebut anak di bawah 5 tahun, khususnya di bawah 2 tahun, menanggung beban influenza yang tinggi.
Vaksinasi membantu mengurangi risiko sakit influenza dan komplikasinya. Karena virus yang beredar dapat berubah dan perlindungan tubuh menurun seiring waktu, vaksin influenza dianjurkan untuk diperbarui setiap tahun.
Dosis Vaksin Influenza berdasarkan Usia
Dalam tabel ini, “dosis” berarti jumlah kali vaksin diberikan pada satu musim atau periode vaksinasi, bukan volume cairan dalam mililiter.
Catatan: bila anak berusia 8 tahun saat dosis pertama dan memang memerlukan 2 dosis, seri tetap diselesaikan meski ia berulang tahun ke-9 sebelum dosis kedua. Dokter akan menilai riwayat vaksin yang terdokumentasi.
Bedakan Jumlah Dosis dan Volume Vaksin
Jumlah dosis menunjukkan berapa kali vaksin diberikan. Volume menunjukkan banyaknya cairan pada setiap pemberian. Volume tidak boleh ditentukan hanya dari usia tanpa melihat merek, formulasi, dan izin edar produk.
Di Amerika Serikat, CDC mencatat beberapa produk untuk usia 6–35 bulan memakai 0,25 mL dan produk lain 0,5 mL. Ketersediaan serta izin produk di Indonesia dapat berbeda. Oleh karena itu, volume akhir ditentukan dokter atau petugas imunisasi berdasarkan vaksin yang tersedia, bukan dihitung sendiri oleh orang tua.
Kapan Waktu Terbaik Memberikannya?
Di wilayah tropis seperti Indonesia, influenza dapat beredar sepanjang tahun. MomDad dapat mendiskusikan waktu tahunan yang konsisten dengan dokter anak, terutama sebelum periode perjalanan, masuk sekolah, atau peningkatan kasus setempat. Perlindungan tidak terbentuk seketika; tubuh biasanya memerlukan sekitar 2 minggu untuk membangun respons imun.
Jika anak membutuhkan 2 dosis, mulai lebih awal agar dosis kedua dapat diberikan minimal 4 minggu kemudian. Jangan menunda hanya karena melewatkan bulan tertentu—dokter dapat membantu menyesuaikan jadwal.
Jika Jadwal Terlambat atau Riwayat Tidak Diketahui
Bawa buku KIA atau tunjukkan catatan imunisasi lewat aplikasi PrimaKu saat konsultasi. Pada anak usia 6 bulan–8 tahun dengan riwayat yang tidak diketahui atau belum terdokumentasi menerima minimal 2 dosis dengan jarak 4 minggu, pedoman CDC mengarahkan pemberian 2 dosis pada musim berjalan. Seri yang terlambat umumnya tidak perlu dimulai dari awal; tenaga kesehatan akan melanjutkan sesuai usia dan catatan yang tersedia.
Jenis Vaksin Influenza untuk Anak
Vaksin influenza inaktif (suntik)
Mengandung virus yang telah diinaktivasi dan tidak dapat menyebabkan influenza. Produk tertentu dapat digunakan mulai usia 6 bulan. Ini merupakan bentuk yang paling umum diberikan kepada anak.
Vaksin hidup yang dilemahkan (semprot hidung)
Pada negara dan produk tertentu, vaksin semprot hidung tersedia mulai usia 2 tahun. Vaksin ini tidak cocok untuk semua anak, termasuk sebagian anak dengan kondisi medis tertentu atau daya tahan tubuh lemah. Ketersediaan dan izin edarnya di Indonesia perlu dikonfirmasi kepada fasilitas kesehatan.
Cek harga terbaik vaksin influenza dan booking vaksin via PrimaKu agar lebih hemat. Klik banner di atas untuk booking vaksin dan konsultasi gratis dengan Dokmin.
Kapan Vaksin Ditunda atau Perlu Konsultasi?
Sampaikan seluruh riwayat kesehatan anak sebelum imunisasi, terutama bila anak:
- pernah mengalami reaksi alergi berat setelah vaksin influenza atau terhadap komponennya;
- sedang sakit sedang hingga berat, dengan atau tanpa demam;
- pernah mengalami sindrom Guillain–Barré dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya;
- memiliki gangguan kekebalan, penyakit kronis, atau menggunakan obat yang menekan sistem imun;
- memiliki riwayat alergi telur—ini bukan otomatis larangan, tetapi tetap perlu disampaikan agar produk dan tempat pemberian sesuai.
Pilek ringan tanpa kondisi berat biasanya bukan alasan mutlak untuk menunda vaksin, tetapi pemeriksaan singkat oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan.
FAQ seputar Dosis Vaksin Influenza Anak
Q: Bayi 6 bulan yang baru pertama vaksin influenza perlu berapa dosis?
A: Umumnya 2 dosis dengan jarak minimal 4 minggu karena usianya masih di bawah 9 tahun dan belum memiliki riwayat 2 dosis sebelumnya.
Q: Jika dosis kedua terlambat, apakah harus mengulang dari awal?
A: Umumnya tidak. Berikan dosis yang tertunda sesegera mungkin setelah berkonsultasi; seri vaksin tidak perlu diulang hanya karena intervalnya lebih panjang.
Q: Apakah vaksin influenza harus diberikan setiap tahun?
A: Ya. Perlindungan menurun dari waktu ke waktu dan komposisi vaksin diperbarui mengikuti virus yang diperkirakan beredar.
Q: Bolehkah vaksin influenza diberikan bersamaan dengan vaksin lain?
A: Pada umumnya vaksin influenza inaktif dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan vaksin lain di lokasi suntikan berbeda. Dokter akan menilai usia, jenis vaksin, dan kondisi anak.
Q: Anak sedang pilek ringan, boleh vaksin?
A: Biasanya boleh bila hanya sakit ringan. Jika demam tinggi atau sakit sedang–berat, dokter mungkin menyarankan penundaan sampai kondisinya membaik.
Q: Apakah alergi telur membuat anak tidak boleh vaksin influenza?
A: Tidak selalu. Rekomendasi modern menyatakan orang dengan alergi telur dapat menerima vaksin influenza yang sesuai usia. Riwayat reaksi berat tetap harus dibahas dengan dokter.
Q: Apakah vaksin influenza bisa menyebabkan flu?
A: Vaksin suntik influenza yang inaktif tidak dapat menyebabkan influenza. Keluhan ringan setelah vaksin merupakan respons sistem imun, bukan penyakit influenza.
Dosis vaksin influenza berdasarkan usia tidak cukup ditentukan dari angka umur saja. Anak usia 6 bulan–8 tahun dapat memerlukan 1 atau 2 dosis bergantung riwayat imunisasinya, sedangkan usia 9 tahun ke atas umumnya menerima 1 dosis setiap tahun. Volume suntikan juga harus mengikuti produk yang digunakan.
Simpan catatan imunisasi dengan rapi dan konsultasikan jadwal yang paling tepat untuk kondisi si Kecil. Dengan vaksinasi tahunan dan langkah pencegahan seperti mencuci tangan, etika batuk, serta menjaga anak tetap di rumah saat sakit, MomDad membantu mengurangi risiko influenza dan komplikasinya.
Referensi:
1. Centers for Disease Control and Prevention. Seasonal Influenza Vaccine Dosage & Administration. CDC; 2026.
2. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Guidance for Seasonal Influenza Vaccine Safety. CDC; 2026.
3. Centers for Disease Control and Prevention. Inactivated Influenza Vaccine: What You Need to Know. CDC; 2025.
4. World Health Organization. Vaccines against influenza: WHO position paper—May 2022. Weekly Epidemiological Record; 2022.
5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Penyakit Ginjal Kronik. Kemenkes RI; 2023.
7. American Academy of Pediatrics. Which Flu Vaccine Should Children Get This Season? HealthyChildren.org; 2026.







