19 Agustus 2026
Jadwal Booster hingga Dosis Vaksin DPT
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksinasi, Vaksinasi DPT, Vaksin DPT, Vaksin Booster
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A.
Mengetahui jadwal vaksin DPT merupakan salah satu langkah penting untuk melindungi bayi dan anak dari tiga penyakit serius, yaitu difteri, pertusis atau batuk rejan, dan tetanus, sesuai rekomendasi IDAI dan Kemenkes RI. Ketiga penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi berat. Pertusis, misalnya, sangat berbahaya bagi bayi karena dapat menyebabkan pneumonia, kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.
Vaksin DPT perlu diberikan beberapa kali karena satu dosis saja belum cukup untuk membangun dan mempertahankan perlindungan. Lantas, kapan vaksin DPT diberikan kepada bayi dan kapan anak membutuhkan dosis booster? Berikut penjelasan lengkapnya berdasarkan jadwal imunisasi Indonesia serta rekomendasi organisasi kesehatan internasional.
Apa Itu Vaksin DPT?
Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi yang memberikan perlindungan terhadap:
- Difteri, yaitu infeksi bakteri yang dapat menyebabkan terbentuknya selaput tebal di tenggorokan, gangguan pernapasan, kerusakan jantung, dan kerusakan saraf.
- Pertusis, atau batuk rejan, yang menyebabkan serangan batuk berat dan sangat berisiko bagi bayi.
- Tetanus, yaitu penyakit akibat racun bakteri yang masuk melalui luka dan dapat menyebabkan kekakuan serta kejang otot.
Dalam praktiknya, MomDad mungkin menemukan beberapa istilah berbeda:
- DTP/DPT merupakan istilah umum untuk vaksin difteri, tetanus, dan pertusis.
- DTwP menggunakan komponen pertusis sel utuh atau whole-cell.
- DTaP menggunakan komponen pertusis aseluler.
- DPT-HB-Hib menggabungkan perlindungan DPT dengan hepatitis B dan Haemophilus influenzae tipe b. Tdap mengandung antigen difteri dan pertusis dalam jumlah lebih rendah dan biasanya digunakan sebagai booster pada anak yang lebih besar, remaja, atau orang dewasa.
Jenis dan merek vaksin yang tersedia dapat berbeda antara fasilitas kesehatan. Namun, tujuan utamanya sama, yaitu membentuk perlindungan terhadap difteri, tetanus, dan pertusis.
Jadwal Vaksin DPT Bayi dan Anak di Indonesia
Mengacu pada program imunisasi rutin Indonesia dari Kemenkes RI, vaksin yang mengandung DPT diberikan dalam bentuk kombinasi DPT-HB-Hib sebanyak empat kali.
Dengan demikian, jadwal vaksin DPT yang perlu diingat MomDad adalah pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Jadwal ini juga tercantum dalam informasi imunisasi nasional yang dipublikasikan oleh UNICEF Indonesia.
Pada usia sekolah, anak masih membutuhkan imunisasi lanjutan yang mengandung perlindungan terhadap difteri dan tetanus melalui program imunisasi sekolah (BIAS). Formulasi yang diberikan dapat berupa DT atau Td, sehingga tidak selalu mengandung komponen pertusis. MomDad sebaiknya memeriksa buku KIA anak dan mengikuti informasi terbaru dari sekolah, puskesmas, atau dokter.
Bagaimana Perbandingannya dengan Jadwal Internasional?
Rekomendasi WHO
Menurut World Health Organization (WHO), seri primer vaksin yang mengandung DPT terdiri dari tiga dosis. Dosis pertama dapat diberikan mulai usia 6 minggu, kemudian dosis berikutnya diberikan dengan jarak sekitar 4–8 minggu. Booster dianjurkan pada tahun kedua kehidupan.
Dalam ringkasan rekomendasi imunisasi WHO yang diperbarui pada Desember 2025, WHO juga menganjurkan tiga booster vaksin yang mengandung toksoid difteri selama masa anak dan remaja, yaitu pada rentang usia:
- 12–23 bulan
- 4-7 tahun
- 9-15 tahun
Jadwal di Amerika Serikat
Sementara itu, jadwal di Amerika Serikat menggunakan lima dosis DTaP pada usia 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 1-18 bulan, dan 4-6 tahun, sebagaimana dijelaskan dalam panduan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).
Mengapa Jadwalnya Berbeda-beda?
Perbedaan tersebut bukan berarti salah satu jadwal lebih baik. Setiap negara menyusun program imunisasi berdasarkan jenis vaksin yang tersedia, kondisi epidemiologi, efektivitas program, serta kebijakan kesehatan nasional. Tinjauan sistematis dalam jurnal Vaccine juga menyimpulkan bahwa bukti yang ada belum menunjukkan satu pola jadwal pertusis sebagai pilihan terbaik untuk semua negara. Hal terpenting adalah pemberian vaksin tepat waktu, cakupan yang tinggi, dan perlindungan dini bagi bayi.
Mengapa Vaksin DPT Harus Diberikan Beberapa Kali?
Seri primer dibutuhkan untuk membangun respons kekebalan tubuh. Dosis booster kemudian diberikan untuk memperkuat kembali perlindungan yang dapat menurun seiring waktu.
Hal ini terutama penting pada pertusis. Sebuah meta-analisis yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menemukan bahwa perlindungan setelah imunisasi DTaP dapat berkurang dari tahun ke tahun. Temuan tersebut mendukung pentingnya dosis booster dan kepatuhan terhadap jadwal imunisasi.
Bayi juga perlu memperoleh perlindungan sedini mungkin karena penyakit pertusis berat paling sering terjadi pada minggu dan bulan pertama kehidupan. Oleh sebab itu, WHO menganjurkan agar seri DPT dimulai sejak usia bayi telah memenuhi syarat.
Bagaimana Jika Jadwal Vaksin DPT Terlambat?
Jika anak terlambat atau melewatkan salah satu dosis, MomDad tidak perlu panik. Pada umumnya, rangkaian vaksin tidak harus dimulai kembali dari dosis pertama. Tenaga kesehatan akan menyusun jadwal imunisasi kejar berdasarkan:
usia anak saat ini
- jumlah dan jenis dosis yang sudah diterima
- jarak sejak vaksin terakhir
- kondisi kesehatan anak
- jenis vaksin yang tersedia.
Bawalah buku KIA, kartu imunisasi, atau catatan vaksin sebelumnya ketika berkonsultasi. Jangan menentukan sendiri jarak antardosis karena terdapat interval minimum yang perlu dipenuhi agar vaksinasi tetap sah dan efektif.
Anak dengan kondisi medis tertentu, riwayat reaksi alergi berat, atau gangguan neurologis progresif mungkin membutuhkan penilaian khusus sebelum mendapatkan dosis berikutnya.
Apakah Vaksin DPT Aman?
Vaksin DPT pada umumnya aman. Efek samping atau kejadian ikutan pascaimunisasi yang sering terjadi meliputi:
- nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan
- demam ringan
- anak menjadi lebih rewel
- lelah atau mengantuk
- nafsu makan menurun sementara.
Keluhan tersebut biasanya ringan dan membaik dalam satu hingga tiga hari. MomDad dapat memberikan ASI atau cairan yang cukup, membiarkan anak beristirahat, serta mengikuti petunjuk tenaga kesehatan mengenai penanganan demam.
Segera cari pertolongan medis apabila anak mengalami kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah atau tenggorokan, kejang, penurunan kesadaran, tubuh sangat lemas, atau gejala lain yang mengkhawatirkan setelah vaksinasi.
Anak yang hanya mengalami pilek atau sakit ringan sering kali tetap dapat divaksin, tetapi keputusan akhirnya perlu dibuat oleh tenaga kesehatan. Vaksinasi biasanya ditunda apabila anak sedang mengalami penyakit sedang atau berat sampai kondisinya membaik.
Tips agar Jadwal Vaksin DPT Tidak Terlewat
Beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu MomDad menjaga kelengkapan imunisasi anak:
1. Catat tanggal vaksin berikutnya segera setelah anak mendapatkan vaksin.
2. Simpan buku KIA atau kartu imunisasi di tempat yang aman dan mudah ditemukan.
3. Aktifkan pengingat di kalender ponsel beberapa hari sebelum jadwal.
4. Tanyakan jadwal kunjungan berikutnya kepada dokter, bidan, atau petugas puskesmas.
5. Jika pindah fasilitas kesehatan, bawalah seluruh catatan imunisasi anak.
6. Konsultasikan imunisasi kejar sesegera mungkin ketika ada dosis yang tertunda.
FAQ seputar Jadwal Vaksin DPT
Q: Apakah jadwal vaksin DPT di Indonesia sama dengan negara lain?
A; Tidak selalu. Indonesia menggunakan DPT-HB-Hib pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan, sementara Amerika Serikat menggunakan 5 dosis DTaP dan WHO merekomendasikan seri primer 3 dosis mulai usia 6 minggu. Perbedaan ini wajar karena disesuaikan dengan kondisi epidemiologi dan kebijakan masing-masing negara.
Q: Apakah anak harus mengulang vaksin DPT dari awal jika terlambat?
A: Tidak. Tenaga kesehatan akan menyusun jadwal imunisasi kejar berdasarkan dosis yang sudah diterima, tanpa mengulang dari dosis pertama.
Q: Apakah booster DPT masih diperlukan saat remaja atau dewasa?
A: Ya. Sebuah meta-analisis dalam jurnal Pediatrics menunjukkan perlindungan pertusis dapat menurun seiring waktu, sehingga booster (biasanya dalam bentuk Tdap) tetap direkomendasikan pada usia sekolah, remaja, hingga dewasa.
Q: Apakah vaksin DPT aman diberikan saat anak sedang pilek ringan?
A: Umumnya boleh. Anak dengan pilek atau sakit ringan sering kali tetap dapat divaksin, tetapi keputusan akhir tetap perlu dibuat oleh tenaga kesehatan. Vaksinasi biasanya ditunda hanya jika anak sedang sakit sedang hingga berat.
Mematuhi jadwal vaksin DPT membantu memberikan perlindungan optimal kepada bayi dan anak dari difteri, pertusis, serta tetanus. Dalam program imunisasi rutin Indonesia, DPT-HB-Hib diberikan pada usia 2, 3, 4, dan 18 bulan. Perlindungan terhadap difteri dan tetanus kemudian dilanjutkan pada usia sekolah sesuai program nasional.
Apabila jadwal anak terlambat, catatan imunisasi hilang, atau anak memiliki kondisi kesehatan khusus, konsultasikan dengan dokter atau petugas imunisasi. Jadwal dapat disesuaikan tanpa selalu mengulang seluruh rangkaian dari awal. Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun rekomendasi tenaga kesehatan.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. Jakarta: IDAI; 2024.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Imunisasi Program (DPT-HB-Hib). Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
3. World Health Organization. Pertussis: Immunization, Vaccines and Biologicals. Geneva: WHO; 2024. https://www.who.int/teams/immunization vaccines-and-biologicals/diseases/pertussis
4. World Health Organization. Summary Table 2: Recommended Routine Immunizations for Children. Geneva: WHO; December 2025.
5. Centers for Disease Control and Prevention. DTaP Vaccine Information Statement. Atlanta: CDC; 2024. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/current vis/dtap.html
6. World Health Organization. Summary of WHO Position Paper on Diphtheria Vaccines. Geneva: WHO; 2024.
7. Kandeil W, et al. Pertussis Immunisation Strategies to Optimise Infant Pertussis Control: A Narrative Systematic Review. Vaccine; 2023.
8. McGirr A, Fisman DN. Duration of Pertussis Immunity After DTaP Immunization: A Meta-Analysis. Pediatrics; 2015.
9. UNICEF Indonesia. Child Immunization Schedule and Vaccine-Prevented Diseases. 2024.






