25 Juni 2026
Panduan Pemberian Vaksin HPV untuk Mencegah Kanker Leher Rahim
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin HPV, Kanker Leher Rahim
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin HPV adalah salah satu vaksin yang paling terbukti mencegah kanker. Menurut WHO (2024), kanker leher rahim (serviks) yang disebabkan HPV menduduki peringkat keempat kanker tersering pada perempuan secara global, dengan lebih dari 600.000 kasus baru per tahun. Di Indonesia, kanker serviks adalah kanker kedua terpaling umum pada perempuan setelah kanker payudara. Virus HPV tipe 16 dan 18 menjadi penyebab 70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.
Artikel ini merangkum semua yang perlu diketahui orang tua tentang vaksin HPV anak: jenis vaksin, usia terbaik, jadwal dosis, perbedaan 2 vs 3 dosis, efektivitas, dan jawaban atas mitos yang masih beredar di masyarakat.
Apa Itu Virus HPV dan Apa Saja Penyakit yang Ditimbulkannya?
Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang menginfeksi sel epitel kulit dan membran mukosa, termasuk daerah kelamin, mulut, dan saluran napas atas. Virus ini memiliki lebih dari 200 tipe, dengan tipe tertentu yang menyebabkan keganasan:
Perbandingan: Vaksin Bivalen vs Tetravalen
Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin HPV. Pilihan jenis vaksin dikonsultasikan dengan dokter berdasarkan kebutuhan dan ketersediaan:
Usia Terbaik dan Jadwal Vaksin HPV
Ini adalah informasi paling kritis yang perlu diketahui MomDad, mengapa usia pemberian sangat menentukan efektivitas dan jumlah dosis yang dibutuhkan:
Meluruskan Mitos tentang Vaksin HPV
Cara Pemberian dan Efek Samping Vaksin HPV
Vaksin HPV diberikan secara intramuskular di deltoid (otot bahu terbesar). Efek samping yang umum ringan dan bersifat sementara:
Sedang mencari promo vaksin untuk melindungi kesehatan keluarga? Kini, PrimaKu menghadirkan Promo P3K (Proteksi Pertama pada Keluarga) dengan penawaran spesial untuk vaksin Influenza, HPV, dan Pneumonia. Program ini membantu MomDad mendapatkan vaksin dengan harga lebih hemat, sudah termasuk jasa penyuntikan, di klinik partner PrimaKu area Jabodetabek dan Bandung. Nah, karena promo berlangsung dalam periode terbatas, segera manfaatkan kesempatan ini dan jadwalkan vaksinasi agar perlindungan bagi MomDad dan si Kecil dapat dimulai lebih awal. Klik banner di atas untuk konsultasi gratis dengan Dokmin.
FAQ: Pertanyaan Umum Orang Tua tentang Vaksin HPV
Q: Apakah anak perempuan yang sudah pernah berhubungan seksual masih perlu vaksin HPV?
A: Ya, tetap direkomendasikan. Meski efektivitasnya berkurang jika sudah terinfeksi salah satu tipe HPV, vaksin masih bisa memberikan perlindungan terhadap tipe HPV lain yang belum terinfeksi. IDAI tetap merekomendasikan vaksinasi bahkan untuk yang sudah aktif seksual, dengan konsultasi dokter terlebih dahulu.
Q: Apakah vaksin HPV perlu diulang setelah beberapa tahun?
A: Berdasarkan penelitian jangka panjang, vaksin HPV memberikan perlindungan yang bertahan setidaknya 10–12 tahun (data terus diperbarui). Saat ini WHO dan IDAI tidak merekomendasikan dosis booster rutin. Pantau terus perkembangan rekomendasi terbaru melalui dokter si Kecil.
Q: Di mana bisa mendapatkan vaksin HPV di Indonesia?
A: Vaksin HPV tersedia di klinik swasta, rumah sakit, dan sebagian puskesmas di kota besar. Sejak 2023, pemerintah Indonesia mulai memperluas program BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dengan memasukkan vaksin HPV untuk siswi kelas 5 dan 6 SD secara gratis di beberapa daerah. Gunakan fitur booking vaksin di aplikasi PrimaKu untuk menemukan fasilitas terdekat.
Q: Apakah vaksin HPV aman untuk anak dengan alergi?
A: Vaksin HPV umumnya aman. Kontra indikasi utama adalah riwayat reaksi anafilaksis terhadap dosis HPV sebelumnya atau terhadap komponen vaksin (termasuk ragi untuk beberapa jenis vaksin). Alergi telur, alergi makanan umum, atau riwayat alergi ringan bukan merupakan kontra indikasi. Konsultasikan kondisi alergi spesifik anak dengan dokter sebelum vaksinasi.
Q: Apakah anak laki-laki perlu vaksin HPV?
A: Di Indonesia saat ini vaksin HPV baru secara resmi direkomendasikan untuk perempuan. Namun WHO dan banyak negara sudah merekomendasikan vaksinasi HPV untuk laki-laki juga karena HPV menyebabkan kanker penis, anus, orofaring, dan kutil kelamin pada laki-laki. Konsultasikan dengan dokter anak untuk diskusi lebih lanjut.
Q: Berapa harga vaksin HPV di Indonesia?
A: Harga vaksin HPV di fasilitas swasta berkisar antara Rp 700.000–1.500.000 per dosis, tergantung jenis vaksin dan fasilitas. Karena itu, manfaat 2 dosis pada usia 10–13 tahun vs 3 dosis di usia lebih tua juga memberikan penghematan biaya yang signifikan. Program BIAS pemerintah memberikan vaksin HPV gratis untuk siswi SD kelas 5–6 di daerah program.
Referensi:
1. World Health Organization. Human Papillomavirus (HPV) and Cervical Cancer Fact Sheet. WHO; 2024.
2. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak 0–18 Tahun. IDAI; 2023.
3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination. CDC; 2024.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemberian Vaksin HPV Program BIAS. Kemenkes RI; 2023.
5. Muñoz N, et al. Immunogenicity and Clinical Efficacy of Human Papillomavirus (HPV) Vaccines. Vaccine. 2008;26 Suppl 10:K15–23.
6. Romanowski B, et al. Sustained Efficacy and Immunogenicity of the Human Papillomavirus (HPV)-16/18 AS04-Adjuvanted Vaccine. Lancet. 2009;374(9706):1975–1985.
7. American Academy of Pediatrics. HPV Vaccine Recommendations. Pediatrics. 2022;149(2):e2021056634.
8. Fadhila SR; narasumber: Gunardi H. Sekilas tentang Vaksin HPV. IDAI; 2017. Diperbarui Tim Medis PrimaKu 2025.






