Meta Pixel

13 Mei 2026

Vaksin BCG Bayi: Manfaat, Jadwal & Efek Samping

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin BCG, Vaksin Dasar, Imunisasi BCG, Jadwal Vaksin, Vaksin Newborn

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.

Saat jadwal vaksin anak tiba namun si Kecil sedang sakit, banyak orang tua langsung menunda — padahal tidak selalu perlu. Menurut WHO dan CDC, kondisi sakit ringan bukan alasan untuk menunda imunisasi. Yang menentukan adalah tingkat keparahan kondisi anak, bukan sekadar ada atau tidaknya gejala. Artikel ini menjelaskan kapan anak sakit vaksin boleh tetap diberikan, kapan harus ditunda, dan berapa lama. 

Tabel Panduan: Kondisi Sakit Anak vs Keputusan Vaksin 

Gunakan tabel ini sebagai panduan cepat saat MomDad ragu apakah perlu menunda vaksin: 

KONDISI ANAK 

KEPUTUSAN VAKSIN 

KETERANGAN

Batuk pilek ringan, tanpa demam 

Boleh divaksin 

Infeksi ringan tidak mengganggu respons imun terhadap vaksin

Demam ringan (<38°C), masih aktif

Boleh divaksin 

Konsultasikan ke dokter, umumnya tetap bisa dilanjutkan

Demam sedang (38–38,5°C) 

Tunda sementara 

Tunggu hingga demam turun minimal 24 jam tanpa obat

Demam tinggi (>38,5°C) 

Tunda 

Fokus pemulihan dahulu; vaksin setelah benar-benar pulih

Lemas, tidak mau makan, tidak aktif

Tunda 

Kondisi umum harus normal sebelum vaksinasi

Infeksi berat (pneumonia, dll.) 

Tunda — konsultasi 

Tunda sampai stabil; perlu penilaian dokter spesialis

Penyakit kronis terkontrol 

Konsultasi dulu 

Dokter akan menentukan timing terbaik berdasarkan kondisi spesifik


Berapa Lama Vaksin Harus Ditunda Saat Anak Sakit? 

Ini pertanyaan yang paling sering diajukan orang tua. Jawabannya: tidak ada patokan jumlah hari yang pasti. Menurut panduan CDC dan AAP, penundaan didasarkan pada kondisi klinis anak, bukan hitungan hari kalender. 

TINGKAT SAKIT 

KAPAN BISA VAKSIN LAGI 

KRITERIA KESIAPAN

Ringan 

Tidak perlu ditunda 

Tetap aktif, nafsu makan normal, tanpa demam

Sedang 

Beberapa hari sampai pulih 

Tidak demam >24 jam tanpa obat, kembali aktif

Berat 

Tunda sampai benar-benar stabil 

Kondisi umum membaik total + persetujuan dokter


Catch-Up Immunization: Tidak Perlu Mengulang dari Awal 

Jika vaksin terpaksa tertunda, MomDad tidak perlu panik. Menurut skema catch-up immunization IDAI, vaksin yang sudah diberikan tetap dihitung dan jadwal cukup dilanjutkan dari titik terakhir. Tidak ada vaksin yang 'hangus' karena terlambat. 

✔ Vaksin yang sudah diberikan tetap dihitung dan berlaku 

✔ Tidak perlu mengulang seri dari awal karena jeda waktu 

✔ Jadwal catch-up disesuaikan dengan usia anak saat ini 

✔ Konsultasikan jadwal kejar ke dokter anak atau di aplikasi PrimaKu 

Yuk, rutin cek jadwal vaksin anak agar perlindungannya tetap optimal sesuai usia. Nah, apalagi sekarang makin praktis, karena MomDad bisa langsung booking vaksin lewat PrimaKu, sekaligus dapat konsultasi gratis dengan Dokmin sebelum vaksin.

FAQ — Vaksin Anak Saat Sakit 

Q: Apakah anak dengan demam 37,5°C boleh divaksin? 

A: Umumnya boleh, karena suhu ini masih tergolong demam ringan. Namun konsultasikan dulu ke dokter atau petugas klinik yang akan melakukan vaksinasi untuk penilaian klinis langsung. 

Q: Berapa lama harus menunggu setelah anak sembuh dari flu sebelum vaksin?

A: Tidak ada aturan hari tertentu. Standarnya: anak sudah tidak demam minimal 24 jam tanpa obat penurun demam, nafsu makan kembali normal, dan kondisi umum membaik. 

Q: Apakah vaksin bisa menyebabkan anak sakit lebih parah? 

A: Tidak. Infeksi ringan tidak mengganggu respons imun terhadap vaksin dan tidak meningkatkan risiko efek samping serius. Ini telah dibuktikan dalam berbagai penelitian klinis. 

Q: Apa yang terjadi jika jadwal vaksin sangat terlambat? 

A: Tidak perlu mengulang dari awal. Sistem catch-up immunization IDAI memungkinkan vaksinasi dilanjutkan dari titik terakhir. Namun semakin lama ditunda, semakin lama anak tidak terlindungi. 

Q: Kapan harus konsultasi dokter sebelum vaksin? 

A: Konsultasikan jika anak demam tinggi (>38,5°C), memiliki penyakit kronis, riwayat reaksi berat terhadap vaksin sebelumnya, atau sedang dalam pengobatan tertentu (imunosupresan, steroid jangka panjang). 

Cek jadwal imunisasi anak sesuai usia dan booking vaksin langsung lewat PrimaKu — gratis konsultasi dengan Dokmin. Klik di sini untuk mulai konsultasi.


Referensi: 

1. World Health Organization (WHO). Immunization in Practice: A Practical Guide for Health Staff. WHO; 2015.

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). General Best Practice Guidelines for Immunization. CDC; 2023.

3. American Academy of Pediatrics (AAP). Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 32nd ed. AAP; 2021.

4. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun. IDAI; 2023. 

5. Kementerian Kesehatan RI. Program Imunisasi Nasional. Kemenkes RI; 2022. 

6. Kroger AT, et al. General Best Practice Guidelines for Immunization. MMWR Recomm Rep. 2017;66(2):1–68.