5 September 2026
Vaksin Influenza, Ketahui Efek Sampingnya pada Anak
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Influenza, influenza, Efek Samping, KIPI setelah vaksin
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A
Efek samping vaksin influenza yang paling sering ialah nyeri di lokasi suntikan, demam ringan, lelah, atau pada vaksin semprot hidung, pilek dan hidung tersumbat. Reaksi alergi berat sangat jarang, tetapi sulit bernapas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, dan lemas berat memerlukan pertolongan darurat.
CDC memperkirakan bahwa bila terdapat peningkatan risiko sindrom Guillain Barré setelah vaksin flu suntik, besarnya hanya sekitar 1–2 kasus tambahan per satu juta dosis. Artikel ini membantu MomDad mengenali reaksi normal, merawat anak dengan aman, dan mengetahui tanda bahaya yang perlu segera diperiksa.
Apa Itu Vaksin Influenza
Vaksin influenza melatih sistem kekebalan untuk mengenali virus influenza sebelum anak terpapar. CDC dan American Academy of Pediatrics merekomendasikan vaksinasi tahunan untuk anak mulai usia 6 bulan, dengan jenis dan jadwal yang disesuaikan usia, kesehatan, serta riwayat imunisasi.
Efek samping tidak sama dengan penyakit influenza. KIPI atau kejadian ikutan pascaimunisasi berarti setiap kejadian medis yang muncul setelah imunisasi. KIPI belum tentu disebabkan oleh vaksin; sebagian dapat terjadi secara kebetulan.
Efek Samping Vaksin Influenza yang Umum
Setelah vaksin influenza suntik
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak di lokasi suntikan
- Demam ringan
- Sakit kepala, lelah, atau nyeri otot
- Mual pada sebagian penerima
- Pusing atau pingsan yang dapat berkaitan dengan respons terhadap proses penyuntikan
Keluhan biasanya mulai pada hari yang sama atau dalam 24 jam dan membaik dalam 1–3 hari. Lamanya dapat berbeda pada setiap anak.
Setelah vaksin influenza semprot hidung
- Pilek atau hidung tersumbat
- Sakit kepala atau demam ringan
- Muntah, nyeri otot, atau mengi pada sebagian anak
Vaksin semprot hidung hanya digunakan pada usia dan kondisi kesehatan tertentu serta mungkin tidak tersedia di semua fasilitas di Indonesia.
Perbandingan Efek Samping Berdasarkan Jenis Vaksin
Reaksi Normal atau Tanda Bahaya
Pada bayi berusia kurang dari 3 bulan, demam 38°C atau lebih perlu dinilai segera oleh tenaga kesehatan, apa pun dugaan penyebabnya.
Cara Merawat Anak Setelah Vaksin Influenza
- Biarkan anak beristirahat dan tawarkan ASI, susu, atau cairan sesuai usianya.
- Kompres sejuk area suntikan. Jangan menggosok atau memijat kuat.
- Pantau suhu, aktivitas, dan asupan cairan.
- Pereda demam atau nyeri diberikan bila anak tidak nyaman, sesuai dosis usia atau berat badan dan arahan tenaga kesehatan.
- Jangan memberikan aspirin kepada anak karena berisiko menimbulkan sindrom Reye.
- Catat waktu vaksin, jenis produk, dan kapan keluhan muncul.
Pemberian obat penurun panas sebelum vaksin secara rutin tidak dianjurkan tanpa arahan dokter.
Efek Samping Langka yang Perlu Dipahami
Reaksi alergi berat
Anafilaksis sangat jarang, tetapi dapat mengancam nyawa. Gejalanya meliputi biduran luas, suara serak, bengkak pada wajah atau tenggorokan, napas berbunyi, sesak, pusing, atau lemas mendadak. Ikuti waktu observasi yang dianjurkan petugas.
Sindrom Guillain Barré
GBS adalah gangguan saraf yang dapat menyebabkan kelemahan otot. CDC menyebut, jika peningkatan risiko ditemukan setelah vaksin influenza, besarnya kurang dari 1–2 kasus per satu juta orang yang divaksinasi. GBS lebih sering terjadi setelah sakit influenza dibanding setelah vaksinasi. Riwayat GBS dalam 6 minggu setelah vaksin influenza sebelumnya harus disampaikan kepada dokter.
Kejang demam
Pada beberapa musim, pemantauan menemukan peningkatan kecil risiko kejang demam pada anak kecil, terutama ketika vaksin influenza inaktif diberikan bersamaan dengan vaksin tertentu. Setiap kejang pertama atau kejang lama memerlukan pertolongan medis segera.
Siapa yang Perlu Berkonsultasi Sebelum Vaksin
- Pernah mengalami anafilaksis setelah vaksin influenza atau komponennya
- Pernah mengalami GBS dalam 6 minggu setelah vaksin influenza
- Sedang sakit sedang hingga berat, dengan atau tanpa demam
- Memiliki gangguan kekebalan, penyakit kronis, asma atau mengi berulang, atau memakai obat penekan imun
- Mempertimbangkan vaksin semprot hidung untuk anak dengan kondisi medis tertentu
Alergi telur bukan otomatis larangan. CDC menyatakan orang dengan alergi telur dapat menerima vaksin influenza yang sesuai usia dan kondisi kesehatan. Riwayat reaksi berat tetap perlu dibicarakan dengan dokter.
Cek harga terbaik vaksin influenza dan booking vaksin via PrimaKu agar lebih hemat. Klik banner di atas untuk booking vaksin dan konsultasi gratis dengan Dokmin.
Apakah Vaksin Influenza Menyebabkan Flu
Tidak. Vaksin suntik menggunakan virus yang diinaktivasi atau komponen virus sehingga tidak dapat menyebabkan influenza. Vaksin semprot hidung menggunakan virus yang dilemahkan dan dirancang agar tidak menyebabkan influenza seperti infeksi alami. Demam ringan, pegal, atau pilek setelah vaksin dapat muncul sebagai efek samping, tetapi bukan bukti bahwa anak terkena flu dari vaksin.
FAQ Efek Samping Vaksin Influenza
Q: Berapa lama demam setelah vaksin influenza berlangsung
A: Demam ringan biasanya muncul dalam 24 jam dan membaik dalam 1–2 hari. Konsultasikan bila menetap lebih dari 2–3 hari atau anak tampak sangat sakit.
Q: Apakah anak boleh mandi setelah vaksin influenza
A: Boleh. Mandi tidak mengurangi efektivitas vaksin. Hindari menggosok kuat area suntikan.
Q: Bolehkah bekas suntikan dikompres
A: Boleh. Kompres sejuk dapat mengurangi nyeri dan bengkak. Jangan tempelkan es langsung ke kulit.
Q: Kapan harus membawa anak ke IGD
A: Segera cari pertolongan bila sulit bernapas, wajah atau tenggorokan membengkak, biduran menyeluruh, kejang, lemas berat, atau sulit dibangunkan.
Q: Apakah anak dengan alergi telur boleh vaksin influenza
A: Pada umumnya boleh menerima vaksin yang sesuai usia. Sampaikan riwayat alergi dan reaksi sebelumnya kepada dokter.
Q: Apakah efek samping lebih berbahaya daripada influenza
A: Reaksi serius akibat vaksin sangat jarang, sedangkan influenza dapat menyebabkan pneumonia, dehidrasi, rawat inap, bahkan kematian. Manfaat vaksinasi umumnya jauh lebih besar daripada risikonya.
Sebagian besar efek samping vaksin influenza pada anak berupa nyeri lokal, demam ringan, atau lelah yang membaik dalam beberapa hari. Vaksin semprot hidung dapat menimbulkan pilek atau hidung tersumbat. Reaksi serius seperti anafilaksis dan GBS sangat jarang, tetapi MomDad perlu mengenali tanda bahayanya.
Sampaikan riwayat kesehatan dan reaksi vaksin sebelumnya kepada dokter, ikuti observasi setelah imunisasi, dan simpan catatan vaksin anak. Dengan informasi yang tepat, MomDad dapat mengambil keputusan vaksinasi secara lebih tenang.
Referensi:
1. Centers for Disease Control and Prevention. Flu Vaccine Safety. CDC; 2026.
2. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Guidance for Seasonal Influenza Vaccine Safety. CDC; 2026.
3. World Health Organization. Vaccines against influenza WHO position paper May 2022. Weekly Epidemiological Record; 2022.
4. American Academy of Pediatrics. The Flu What Parents Need to Know. HealthyChildren.org; 2025.
5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa Itu KIPI Penyebab Gejala Pencegahan dan Pengobatannya. Ayo Sehat; 2024.
6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Manfaat Vaksin Influenza bagi Anak. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan; 2022.
7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi 7 Tahun 2024. IDAI; 2024.



