
Rekomendasi Konseling Menyusui WHO: Prinsip, Bukti, dan Implikasi Klinis bagi Dokter Anak
30 Nov 2025

Author: dr. Afiah Salsabila
26 Feb 2026
Topik: Sinar Matahari, Ilmiah, Berjemur
Latar Belakang
Paparan sinar matahari merupakan faktor lingkungan yang memiliki peran fisiologis penting pada anak, terutama melalui sintesis vitamin D yang berperan dalam metabolisme kalsium, pertumbuhan tulang, serta fungsi imun. Di Indonesia, praktik menjemur bayi masih menjadi kebiasaan dalam pengasuhan, baik sebagai upaya menjaga kesehatan umum maupun pendekatan suportif pada ikterus fisiologis. Namun, praktik ini sering dilakukan tanpa pemahaman mengenai manfaat dan risiko paparan ultraviolet (UV), sehingga berpotensi menimbulkan dampak merugikan pada kulit anak yang masih imatur. (1-4)
Radiasi UV memiliki efek biologis luas, mulai dari sintesis vitamin D hingga kerusakan DNA kulit yang berperan dalam patogenesis kanker kulit. Paparan pada masa kanak-kanak memiliki implikasi kumulatif jangka panjang, mengingat sebagian besar paparan UV terjadi pada periode kehidupan awal. Oleh karena itu, pendekatan yang menyeimbangkan manfaat dan risiko paparan matahari menjadi penting dalam praktik pediatri. (2,3)
Manfaat Paparan Matahari pada Anak
Radiasi UVB berperan dalam konversi 7-dehydrocholesterol menjadi previtamin D3 di kulit. Namun, produksi vitamin D dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk warna kulit, luas permukaan kulit yang terpapar, penggunaan proteksi kulit, serta kondisi geografis. Literatur menekankan bahwa sulit menentukan durasi paparan universal yang optimal untuk sintesis vitamin D karena variasi faktor-faktor tersebut. Oleh karena itu, paparan matahari bukan satu-satunya sumber vitamin D dan suplementasi tetap diperlukan pada kelompok tertentu, seperti bayi yang mendapat ASI eksklusif. (3)
Risiko Paparan Ultraviolet pada Anak
Kulit anak memiliki karakteristik yang membuatnya lebih rentan terhadap efek radiasi UV, termasuk sunburn dan kerusakan kulit jangka panjang. Paparan UV berlebihan berhubungan dengan photoaging, imunosupresi lokal, serta karsinogenesis kulit. Bukti menunjukkan bahwa paparan berulang pada masa kanak-kanak berkontribusi terhadap peningkatan risiko kanker kulit pada usia dewasa, sehingga upaya proteksi kulit sejak dini menjadi komponen penting pencegahan. (2,3)
Bayi Usia <6 Bulan: Boleh DIjemur?
Bayi usia kurang dari 6 bulan tidak dianjurkan mendapat paparan sinar matahari langsung. Kulit bayi sangat sensitif terhadap radiasi UV dan memiliki risiko tinggi mengalami sunburn serta overheating. Selain itu, penggunaan tabir surya pada kelompok usia ini terbatas, sehingga strategi utama perlindungan adalah menghindari paparan langsung dan menggunakan perlindungan fisik seperti pakaian tertutup dan peneduh. (1,2)
Praktik menjemur bayi sering dikaitkan dengan penatalaksanaan ikterus fisiologis. Namun, literatur menegaskan bahwa paparan sinar matahari tidak dapat menggantikan fototerapi medis pada hiperbilirubinemia yang memerlukan intervensi. Penjemuran hanya bersifat suportif dan harus dilakukan dengan pengawasan terhadap keamanan bayi. (4)
Prinsip Sun Safety pada Anak
Pendekatan sun safety menekankan strategi proteksi kulit sebagai bagian integral dari pencegahan kerusakan akibat UV. Strategi ini meliputi penggunaan pakaian pelindung, topi, serta tabir surya pada anak yang lebih besar. Selain itu, pencarian tempat teduh dan penghindaran paparan berlebihan merupakan bagian dari upaya perlindungan komprehensif terhadap radiasi UV. Pendekatan ini memungkinkan anak tetap memperoleh manfaat aktivitas luar ruangan tanpa meningkatkan risiko efek merugikan. . (1,2)
Edukasi ke Orang Tua
Dokter anak memiliki peran penting dalam meluruskan persepsi masyarakat terkait praktik berjemur. Edukasi kepada keluarga perlu menekankan bahwa paparan matahari bukan satu-satunya sumber vitamin D serta tidak dapat menggantikan terapi medis seperti fototerapi. Pendekatan individual berdasarkan usia, kondisi kesehatan, serta faktor risiko anak diperlukan untuk memastikan manfaat paparan matahari diperoleh tanpa meningkatkan risiko efek merugikan.
Kesimpulan dan Penutup
Paparan sinar matahari memiliki manfaat fisiologis bagi anak, terutama dalam sintesis vitamin D dan mendukung aktivitas luar ruangan. Namun, kerentanan kulit anak terhadap radiasi UV menuntut praktik berjemur yang aman dan berbasis prinsip proteksi kulit. Bayi usia kurang dari 6 bulan tidak dianjurkan mendapat paparan sinar matahari langsung, sedangkan pada anak yang lebih besar strategi sun safety menjadi pendekatan utama untuk mencegah kerusakan kulit jangka panjang. Edukasi berbasis bukti oleh dokter anak menjadi kunci dalam menyeimbangkan manfaat dan risiko paparan matahari serta mendukung kesehatan anak secara optimal.
Daftar Pustaka

30 Nov 2025

8 Jan 2026

22 Jan 2026

16 Feb 2026