
Webinar PrimaPro Soroti Tantangan Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma pada Anak

Tim Editorial PrimaPro
20 Jun 2025

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
21 Apr 2026
Topik: Berita, Webinar, Vaksinasi Dasar, Vaksinasi, Imunisasi anak IDAI
Dalam rangka memperingati World Immunization Week, PrimaPro menyelenggarakan webinar bertajuk “Protecting the First Year of Life: Optimizing Childhood Immunization and Communication with Parents” pada Minggu, 19 April 2026 pukul 11.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) dan dr. Kanya Ayu Pramastri, Sp.A, yang membahas urgensi imunisasi pada tahun pertama kehidupan serta strategi komunikasi efektif kepada orang tua dalam praktik klinis sehari-hari.
Pada sesi pertama, Prof. Soedjatmiko menekankan bahwa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, baik secara global maupun nasional. Data dari WHO dan UNICEF menunjukkan bahwa cakupan imunisasi sempat mengalami penurunan selama pandemi COVID-19, yang berdampak pada meningkatnya risiko kejadian luar biasa (KLB), termasuk campak di berbagai wilayah. Di Indonesia sendiri, laporan Kementerian Kesehatan menunjukkan adanya peningkatan kasus campak serta infeksi invasif seperti invasive pneumococcal disease (IPD), terutama pada anak usia di bawah lima tahun.
Kondisi pascapandemi memperlihatkan adanya immunity gap, di mana banyak anak yang melewatkan jadwal imunisasi pada periode kritis, khususnya di tahun pertama kehidupan. Hal ini berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan terhadap penyakit infeksi yang sebelumnya dapat dikendalikan. Prof. Soedjatmiko menjelaskan bahwa tahun pertama kehidupan merupakan periode emas dalam pembentukan sistem imun. Pada fase ini, bayi mulai kehilangan antibodi maternal dan membutuhkan perlindungan aktif melalui imunisasi sesuai jadwal.
Vaksin seperti Measles-Rubella (MR/MMR), pneumokokus (PCV15), dan rotavirus memiliki peran penting dalam mencegah morbiditas dan mortalitas akibat penyakit infeksi berat. Keterlambatan atau ketidaklengkapan imunisasi tidak hanya meningkatkan risiko individu, tetapi juga berdampak pada penurunan kekebalan kelompok (herd immunity), yang pada akhirnya dapat memicu terjadinya wabah. Oleh karena itu, ketepatan waktu imunisasi menjadi kunci utama dalam strategi pencegahan penyakit.
Pada sesi kedua, dr. Kanya membahas tantangan komunikasi mengenai vaksin dalam praktik sehari-hari, khususnya terkait keraguan vaksin. Ia menjelaskan bahwa keraguan terhadap vaksin dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kurangnya pemahaman, paparan informasi yang tidak akurat, hingga pengalaman negatif sebelumnya.
dr. Kanya menekankan pentingnya pendekatan komunikasi yang empatik, berbasis bukti, dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Untuk melakukan hal ini, beliau mengenalkan teknik listen, assess, share, motivate. Dengan cara ini, diharapkan bahwa tenaga kesehatan dapat membangun kepercayaan dengan memberikan informasi yang jelas, tidak menghakimi, serta mampu menjawab kekhawatiran orang tua secara komprehensif.
Selain itu, strategi catch-up immunization menjadi sangat penting dalam mengejar ketertinggalan imunisasi. Penyesuaian jadwal vaksin harus dilakukan secara sistematis, dengan tetap mempertimbangkan interval dan keamanan pemberian vaksin.
Ia juga menyoroti bahwa manfaat imunisasi pada tahun pertama kehidupan tidak hanya terbatas pada pencegahan penyakit akut, tetapi juga berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Anak yang terlindungi dari infeksi berat memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik dari sisi fisik maupun kognitif.
Sebagai penutup, webinar ini menegaskan kembali bahwa imunisasi pada tahun pertama kehidupan merupakan intervensi kesehatan yang esensial dan tidak tergantikan. Tantangan pascapandemi menuntut tenaga kesehatan untuk lebih proaktif, tidak hanya dalam memberikan layanan imunisasi, tetapi juga dalam membangun komunikasi yang efektif dengan orang tua. Pendekatan yang terintegrasi antara edukasi, kepercayaan, dan strategi catch-up menjadi kunci dalam meningkatkan cakupan imunisasi dan mencegah terjadinya KLB di masa mendatang.


Tim Editorial PrimaPro
20 Jun 2025


Tim Editorial PrimaPro
24 Nov 2025


dr. Afiah Salsabila
14 Mar 2026


dr. Afiah Salsabila
16 Jun 2026