
Apakah Nutrisi Memengaruhi Efektivitas Vaksin?

Fitri Permata / dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A (Editor)
20 Agu 2024

Ditulis oleh

dr. Afiah Salsabila
5 Feb 2026
Topik: influenza, Vaksin Influenza, Ilmiah
Latar Belakang
Influenza merupakan penyakit infeksi saluran napas akut yang terjadi secara musiman dan memberikan dampak kesehatan masyarakat yang signifikan. Pada populasi anak, konsekuensi utama influenza meliputi peningkatan absensi sekolah, penurunan kualitas hidup, serta beban perawatan kesehatan bagi keluarga. Meskipun pada sebagian besar kasus influenza bersifat self-limiting, risiko komplikasi lebih tinggi ditemukan pada kelompok usia ekstrem, termasuk anak-anak, terutama balita dan anak dengan kondisi medis tertentu. Dalam konteks ini, vaksinasi influenza menjadi salah satu intervensi pencegahan yang paling banyak digunakan secara global. Namun, efektivitas dan keamanan vaksin influenza pada anak terus menjadi topik diskusi, sehingga diperlukan telaah berbasis bukti ilmiah yang kuat. Tinjauan sistematis Cochrane terbaru memberikan gambaran komprehensif mengenai manfaat dan potensi risiko vaksin influenza pada anak sehat, sekaligus memperbarui temuan dari publikasi sebelumnya.
Bagaimana Hasil Penelitiannya?
Tinjauan Cochrane ini merupakan pembaruan dari review yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 2011, dengan fokus pada penilaian efikasi, efektivitas, dan potensi efek samping vaksin influenza pada anak sehat di bawah usia 16 tahun. Review ini hanya memasukkan uji klinis acak terkontrol (randomized controlled trials) yang membandingkan vaksin influenza, baik vaksin hidup teratenuasi atau vaksin inaktif, dengan plasebo atau tanpa intervensi pada kejadian influenza alami.(1)
Sebanyak 41 uji klinis dengan total lebih dari 200.000 anak diikutsertakan dalam analisis. Mayoritas penelitian dilakukan pada anak usia di atas dua tahun dan berlangsung selama satu musim influenza. Lokasi studi meliputi Amerika Serikat, Eropa Barat, Rusia, dan Bangladesh, dengan rentang waktu pelaksanaan antara tahun 1984 hingga 2013. Variasi desain penelitian, jenis vaksin, serta definisi luaran menjadi tantangan tersendiri dalam analisis data, terutama untuk luaran terkait efek samping. (1)
Hasil utama menunjukkan bahwa vaksin influenza efektif dalam menurunkan kejadian influenza terkonfirmasi laboratorium pada anak sehat. Menurut tinjaun ini, baik vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine, atau LAIV) maupun vaksin influenza inaktif terbukti menurunkan risiko influenza pada anak. Pada anak usia 3–16 tahun, LAIV menurunkan risiko influenza terkonfirmasi dari sekitar 18% menjadi 4%, dengan tingkat kepastian bukti sedang, serta menyebabkan penurunan pada angka kejadian influenza-like illness (ILI). Secara klinis, sekitar tujuh anak perlu divaksinasi untuk mencegah satu kasus influenza dan dua puluh anak untuk mencegah satu kejadian ILI. Sementara itu, vaksin influenza inaktif pada anak usia 2–16 tahun menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi terhadap influenza terkonfirmasi, dengan penurunan risiko dari 30% menjadi 11% dan kepastian bukti tinggi, serta penurunan ILI dengan kepastian bukti sedang. Dalam konteks ini, lima anak perlu divaksinasi untuk mencegah satu kasus influenza dan dua belas anak untuk mencegah satu kasus ILI.
Selain itu, penurunan kejadian otitis media juga terlihat sebagai salah satu komplikasi yang secara konsisten menunjukkan manfaat dari vaksinasi. Sebaliknya, untuk luaran influenza-like illness (ILI), hasil yang diperoleh lebih bervariasi, mencerminkan heterogenitas definisi klinis ILI antar studi. (1)
Dari aspek komplikasi berat, seperti angka rawat inap, bukti yang tersedia masih terbatas dan tidak selalu konsisten. Namun demikian, kecenderungan menunjukkan bahwa pencegahan influenza melalui vaksinasi berpotensi menurunkan risiko komplikasi sekunder, terutama pada anak usia lebih kecil.. Untuk luaran pertumbuhan anak dan dampak jangka panjang, data tidak menunjukkan efek yang bermakna secara klinis. (1)
Tinjauan ini juga menilai keamanan vaksin influenza. Secara umum, vaksin influenza pada anak menunjukkan profil keamanan yang baik. Efek samping yang dilaporkan sebagian besar bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri lokal, demam ringan, atau malaise. Variabilitas pelaporan efek samping antar studi membatasi kemampuan meta-analisis untuk luaran ini, namun tidak ditemukan sinyal keamanan serius yang konsisten. (1)
Dalam konteks global, manfaat vaksin influenza pada anak juga berkaitan dengan penurunan transmisi di komunitas, meskipun aspek ini tidak menjadi fokus utama review. Pencegahan influenza pada anak dapat berkontribusi pada perlindungan kelompok rentan lainnya, termasuk lansia dan individu dengan komorbiditas, melalui pengurangan sirkulasi virus. Selain itu, pencegahan influenza dapat mengurangi risiko ko-infeksi dan memperburuk perjalanan penyakit lain, terutama di tengah meningkatnya beban penyakit infeksi saluran napas. (1)
Kesimpulan dan Penutup
Tinjauan sistematis Cochrane ini menegaskan bahwa vaksin influenza pada anak sehat memberikan manfaat yang nyata dalam mencegah influenza terkonfirmasi dan sebagian komplikasinya, dengan profil keamanan yang dapat diterima. Meskipun besaran efeknya tergolong sedang dan beberapa luaran menunjukkan variabilitas, bukti yang tersedia cukup kuat untuk mendukung penggunaan vaksin influenza sebagai bagian dari strategi pencegahan penyakit pada anak. Di tengah meningkatnya kejadian penyakit infeksi dan potensi ko-infeksi yang dapat memperburuk luaran klinis, vaksinasi influenza menjadi intervensi preventif yang relevan. Temuan ini dapat memperkuat kepercayaan diri tenaga kesehatan, khususnya dokter anak, dalam memberikan edukasi berbasis bukti kepada orang tua mengenai pentingnya vaksin influenza pada anak sebagai upaya menjaga kesehatan individu dan komunitas. (1)
Daftar Pustaka


Fitri Permata / dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A (Editor)
20 Agu 2024


dr. Afiah Salsabila
12 Des 2024


dr. Afiah Salsabila
21 Feb 2025


dr. Afiah Salsabila
5 Mar 2025