
7 Strategi Mendisiplinkan Anak, Sudah Coba MomDad?
23 Jul 2022

Author: Tim PrimaKu
3 Mar 2026
Topik: THR, Lebaran, Vaksinasi, Pneumonia, Streptococcus pneumoniae, influenza
Setiap tahun, Tunjangan Hari Raya (THR) selalu jadi momen yang ditunggu. Rasanya seperti “napas tambahan” setelah setahun bekerja. Namun, tanpa perencanaan, uang yang datang setahun sekali ini sering kali habis dalam hitungan minggu, bahkan hari.
Padahal, bagi orang tua, THR bisa menjadi peluang strategis untuk memperkuat kondisi finansial keluarga dan investasi masa depan anak. Lalu, bagaimana cara mengelolanya dengan bijak? Yuk, simak tipsnya!
1. Pisahkan Antara Kebutuhan dan Euforia Musiman
Lebaran identik dengan belanja: baju baru, hampers, mudik, renovasi kecil-kecilan. Semua terasa “wajar” karena momentum.
Namun menurut prinsip perencanaan keuangan keluarga yang dianjurkan oleh banyak lembaga edukasi finansial seperti OECD dan Bank Indonesia, setiap pemasukan tambahan sebaiknya tetap mengikuti prioritas kebutuhan dasar terlebih dahulu sebelum konsumsi sekunder.
Orang tua bisa mulai dengan membagi THR ke dalam beberapa pos:
Dengan pembagian ini, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat.
2. Perkuat Dana Darurat Keluarga
Banyak keluarga di Indonesia belum memiliki dana darurat yang ideal. Padahal, para ahli keuangan menyarankan minimal 3–6 bulan pengeluaran rutin sebagai dana cadangan.
Pengalaman pandemi COVID-19 menjadi bukti nyata bahwa kondisi darurat bisa terjadi kapan saja. Dana darurat membantu keluarga tetap stabil tanpa harus berutang saat terjadi sakit, kehilangan pekerjaan, atau kebutuhan mendadak lainnya.
THR bisa menjadi momentum untuk:
3. Vaksinasi
Daripada hanya habis untuk belanja sesaat, sebagian THR bisa dialokasikan untuk perlindungan kesehatan keluarga. Saat ini tersedia program 1 Price Policy, di mana vaksin PCV20 + Influenza bisa didapatkan dengan harga Rp1.350.000 (sudah termasuk jasa suntik) di PrimaKu. MomDad bisa melakukan booking vaksin dengan klik image di atas.
Kenapa ini penting?
Vaksinasi adalah salah satu bentuk pencegahan yang direkomendasikan dalam berbagai pedoman kesehatan global dan nasional. Dengan satu keputusan, MomDad bukan hanya membelanjakan THR, tapi mengubahnya menjadi perlindungan.
4. Investasi untuk Pendidikan dan Masa Depan Anak
Biaya pendidikan terus meningkat setiap tahun. Data dari berbagai laporan ekonomi menunjukkan inflasi pendidikan seringkali lebih tinggi dibanding inflasi umum.
MomDad bisa memanfaatkan THR untuk:
Langkah kecil dari bonus tahunan ini bisa berdampak besar dalam 10–15 tahun ke depan.
5. Tetap Sisakan untuk Momen Bahagia
Bijak bukan berarti kaku. Anak tetap boleh menikmati THR, baik berupa pengalaman (liburan keluarga sederhana) maupun hadiah kecil.
Penelitian tentang kesejahteraan keluarga menunjukkan bahwa pengalaman bersama (family experience) seringkali memberikan dampak kebahagiaan yang lebih tahan lama dibanding pembelian barang konsumtif. Kuncinya bukan menghilangkan kebahagiaan Lebaran, tapi menyeimbangkannya.
THR adalah pemasukan tidak rutin. Justru karena tidak rutin, pengelolaannya harus lebih strategis.
Alih-alih bertanya, “Mau dibelanjakan apa?”
Mungkin MomDad bisa mulai bertanya, “Apa yang paling berdampak untuk keluarga dalam jangka panjang?”
Sebab pada akhirnya, tujuan finansial MomDad bukan hanya Lebaran yang meriah, tapi masa depan si Kecil yang lebih aman.
Referensi:

23 Jul 2022

30 Mar 2023

25 Jan 2024

10 Mei 2024
