primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

7 Strategi Mendisiplinkan Anak, Sudah Coba MomDad?

Author: Radhita Rara

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti Sp.A

Topik: Parenting, Tips Parenting, Disiplin

Seiring bertambahnya usia anak, MomDad perlu mendisiplinkan kesehariannya agar si Kecil mampu belajar mengatur waktu. Khususnya anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan yang perlu mengenal aturan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan. 

Mengingat mendisiplinkan anak tidak bisa secara instan, MomDad perlu strategi yang efektif untuk mengatur perilakunya. Nah, untuk itu beberapa cara berikut bisa MomDad lakukan. Yuk simak berikut ini!

Show and tell

Semua anak-anak umumnya meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Untuk itu, Momdad perlu ajarkan dan tunjukkan pada anak bagaimana melakukan sesuatu dengan benar. Jadilah role model bagi anak dan beri tahu apa yang boleh ia lakukan.

Misalnya saja, kalau MomDad melarang anak bermain gadget terlalu lama, MomDad juga perlu memberi contoh bahwa MomDad juga tidak terlihat bermain gadget terus menerus di depan anak. Hal ini sekaligus melatih anak agar ia tidak bingung mengapa peraturan tersebut hanya berlaku untuk dirinya saja.

Berikan anak perhatian

Mendisiplinkan anak bukan berarti menyuruhnya untuk melakukan semua yang MomDad terapkan. MomDad juga perlu memberikan waktu untuknya dan melihat sejauh mana anak melakukan kegiatannya sehari-hari. Untuk itu, beri perhatian pada anak. Setiap anak membutuhkan perhatian orangtuanya yang berdampak pada perilaku positif.

Beri pujian

Biarkan anak belajar untuk tahu standar perbuatan baik dan tidak baik lewat apresiasi. Berikan pujian secara spesifik untuk hal positif yang sudah dia lakukan, misalnya “Wah kamu cepat sekali ya membereskan mainannya.”

Anak yang kurang mendapat apresiasi dari orang tua, cenderung mengalami kebingungan tentang apa yang ia perbuat agar MomDad memperhatikannya. Jadi, enggak ada salahnya untuk memberi pujian pada anak saat ia berbuat benar. 

Tahu kapan tidak merespon

Bila anak berperilaku tidak baik, ada waktu ketika MomDad tidak perlu merespon perilaku negatifnya tersebut. Anak akan belajar konsekuensi natural dari perilaku tidak baik yang dia lakukan, misalnya anak melempar-lempar mainannya dan mainannya kemudian rusak. Ia akan belajar konsekuensi natural bahwa bila mainan dilempar akan menjadi rusak.

Buat kesepakatan

Saat ingin mendisiplinkan anak, penting untuk membuat kesepakatan terlebih dahulu. Buat kesepakatan mengenai aturan yang berlaku, misal anak boleh bermain sepeda jika sudah selesai mandi dan makan.

Nah, kesepakatan ini juga sebaiknya dibuat dengan sederhana dan sesuai dengan batasan usia anak. MomDad bisa membuat aturan mengenai hal-hal yang benar-benar penting yang disertai cara yang mudah dipahami anak. 

Berikan konsekuensi 

Aturan akan berjalan dengan baik kalau ada konsekuensi. Berikan konsekuensi yang disetujui bersama, misalnya bila anak tidak membereskan mainannya maka ia tidak bisa bermain mainan tersebut untuk sisa hari itu.

Penuhi kebutuhan dasar anak

Mengajari kedisiplinan pada anak, tidak lupa untuk tetap memenuhi kebutuhan dasarnya. Ajarkan anak untuk tetap main sesuai waktu dan melakukan kegiatan lainnya sesuai waktu. 

Itu lah beberapa strategi mendisiplinkan anak yang bisa MomDad coba. Strategi ini bisa MomDad lakukan berulang kali pada anak agar nantinya anak dapat memahami pola aturan yang MomDad tanamkan. Selamat mencoba, MomDad!

Ingin tahu tips dan informasi lainnya seputar tumbuh kembang anak? Ayo, baca artikel di aplikasi PrimaKu atau kunjungi primaku.com. Selain itu, MomDad bisa juga menonton seluruh tayangan ulang webinar di aplikasi, lho. Tak ketinggalan, follow juga akun Instagram dan TikTok PrimaKu supaya enggak ketinggalan update informasi seputar kesehatan anak dan parenting lifestyle!

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
MomDad, Ini Lho 7 Manfaat Rutin Menerapkan Pola Makan Seimba...
28 Apr 2022
cover
Rekomendasi 7 Jenis Finger Food Favorit si Kecil dan Manfaat...
8 Jun 2022
cover
7 Cara Mengajarkan si Kecil agar 'Lulus' Toilet Training
16 Jul 2022
cover
7 Jenis Makanan untuk Penuhi Nutrisi Si Kecil yang Small Eat...
26 Jul 2022
cover
7 Aneka Resep Bubur Lezat dan Bergizi untuk MPASI Pertama
27 Jul 2022
cover
Lagi Tren, Ini 7 Manfaat Push Bike untuk Tumbuh Kembang Anak
2 Agu 2022
cover
7 Rangsangan Ini dapat Membuat Bayi Tertawa
31 Agu 2022
cover
7 Peran Dad agar Lebih Dekat dengan Bayi
3 Sep 2022
cover
7 Kata yang Diucapkan Orang Tua Ini dapat Mengganggu Psikolo...
19 Nov 2022
cover
7 Kreasi Resep MPASI Berbahan Tempe, Lezat dan Gampang!
22 Nov 2022
cover
Tahapan Tumbuh Kembang Anak Usia 7-12 Bulan
25 Nov 2022
cover
7 Kendala yang Kerap Dialami Saat Memberikan MPASI Pertama
19 Des 2022
cover
7 Tips Melatih si Kecil agar Bisa Berjalan Sendiri
18 Jan 2023
cover
7 Perlengkapan Makan yang Perlu Disiapkan saat MPASI Pertama
30 Jan 2023
cover
7 Penyakit Mata Ini Rentan Dialami Bayi, Kenali Gejalanya!
27 Mar 2023
cover
7 Hal yang Perlu Disiapkan saat Anak Mulai Belajar Puasa
4 Apr 2023
cover
Mau Ajak Bayi Makan di Restoran? Perhatikan 7 Hal Ini!
26 Mei 2023
cover
Mau Melatih si Kecil Berjalan? Terapkan 7 Tips Ini!
17 Jun 2023
cover
Perhatikan 7 Hal Ini saat Memperkenalkan Makanan Baru pada B...
4 Sep 2023
cover
7 Pilihan Sayuran yang Baik untuk Menu MPASI si Kecil
18 Sep 2023
cover
Rekomendasi WHO 2020 Mengenai Aktivitas FIsik dan Perilaku S...
8 Okt 2023
cover
Indeks Masa Tubuh Bayi Normal Usia 7-12 Bulan sesuai Jenis K...
27 Nov 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: