Wajib Tahu, Ternyata Cream Soup Bikin Anak Makin Pintar Makan!
Author: Dhia Priyanka
15 Jan 2026
Topik: Cream Soup, Anak Pintar Makan
Permasalahan makan anak jadi salah satu kendala yang dihadapi banyak orang tua, seperti susah makan, mudah menolak makanan baru, atau hanya mau tekstur tertentu saja. Di masa MPASI, fase ini wajar terjadi saat anak sedang belajar mengenal rasa dan tekstur, tetapi sering kali membuat waktu makan jadi penuh drama. Namun, MomDad tahu nggak sih ada satu makanan yang bisa membantu anak makin pintar makan, yaitu cream soup. Kok bisa? Yuk, simak penjelasannya di bawah!
Manfaat Cream Soup untuk Anak
Anak usia 6-24 bulan sedang mengembangkan kemampuan oromotorik serta toleransi terhadap berbagai tekstur. Cream soup memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya lebih mudah diterima:
- Teksturnya halus dan konsisten
Penelitian menunjukkan bahwa bayi dan toddler lebih menerima makanan dengan tekstur yang konsisten dan mudah ditelan ketika anak belum terbiasa dengan variasi tekstur.
- Rasa gurih yang familiar
Rasa gurih meningkatkan palatabilitas dan dapat menurunkan penolakan awal terhadap makanan baru.
- Memudahkan paparan sayur
Cream soup sering dibuat dari sayuran yang dihaluskan. Ini mendukung prinsip repeated exposure, yaitu paparan berulang dapat meningkatkan penerimaan sayuran.
Cream Soup sebagai Menu MPASI yang Praktis
Cream soup termasuk MPASI yang praktis untuk anak karena beberapa alasan, antara lain:
- Mudah Dipersiapkan: Cream soup dapat dibuat dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan proses memasaknya relatif cepat. MomDad dapat menggunakan sayuran yang sudah ada di rumah seperti wortel, kentang, atau brokoli, kemudian menambahkannya dengan kaldu dan susu. Hanya dengan beberapa langkah, MomDad bisa membuat porsi MPASI yang sehat dan bergizi.
- Dapat Disesuaikan dengan Kebutuhan Gizi Anak: Cream soup memungkinkan MomDad untuk menyesuaikan bahan-bahan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan gizi anak, seperti menambahkan protein (misalnya ayam atau ikan) atau karbohidrat (seperti kentang atau beras). Ini memudahkan MomDad untuk memastikan si Kecil mendapatkan keseimbangan gizi yang baik.
- Mudah Disajikan dan Diberikan kepada Anak: Cream soup memiliki tekstur yang lembut dan konsistensi cair, sehingga sangat cocok untuk anak yang baru mulai makan makanan padat. Ini memudahkan anak untuk menelan dan tidak mengharuskan mereka mengunyah keras, yang sering menjadi tantangan pada awal MPASI.
Nah, kabar baiknya, sekarang MomDad nggak perlu repot lagi bikin cream soup, karena kini hadir Promina Cream Soup, yang diformulasi khusus untuk bayi 1 tahun ke atas dan dapat dimakan sebagai camilan maupun pelengkap makanan utama si Kecil.
Dibuat dengan bahan dasar utama jagung yang kaya akan serat, Promina Cream Soup tidak mengandung MSG, pewarna, pengawet, dan perisa buatan, sehingga lebih sehat untuk pencernaan anak. Menawarkan rasa lezat dengan potongan ayam asli yang kaya protein, Promina Cream Soup memberikan nutrisi yang optimal untuk mendukung tumbuh kembang anak. Ditambah dengan kandungan zat besi yang tinggi, produk ini membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan mendukung perkembangan otak anak.
Seperti cream soup pada umumnya, Promina Cream Soup juga memberikan kenyamanan dengan teksturnya yang lembut dan mudah dicerna, menjadikannya pilihan yang cocok agar anak makin pintar makan. Dengan hanya membutuhkan waktu 2 menit untuk mempersiapkannya, Promina Cream Soup menjadi solusi praktis bagi orangtua yang ingin memberikan makanan sehat dan bergizi tanpa menghabiskan banyak waktu.
Yuk, dapatkan Promina Cream Soup untuk si Kecil di sini!
Referensi:
- Nicklaus S. The role of food experiences during early childhood in food pleasure learning. Appetite. 2016.
- Forestell CA, Mennella JA. Early determinants of fruit and vegetable acceptance. Pediatrics. 2012.
- Wardle J, Cooke L, et al. Increasing children's acceptance of vegetables; results from peer-reviewed trials on repeated exposure. Appetite. 2003.
- World Health Organization (WHO). "Complementary Feeding: Report of the Global Consultation." World Health Organization, 2022.
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.




