primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Serba-Serbi Stunting pada Anak Usia Dini yang Wajib MomDad Tahu (Part I)

Author: Marisha A

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso SpA

Topik: Stunting, Perkembangan

Istilah stunting mungkin masih asing bagi banyak masyarakat Indonesia. Nama lain stunting adalah kurang gizi kronis, yaitu sebuah kondisi di mana anak menerima asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama. Anak yang mengalami stunting biasanya mengalami gangguan pertumbuhan, seperti tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan anak seusia dengannya.

Karena itu, orang tua pun perlu mewaspadai terjadinya stunting pada anak sejak dini. Ketahui lebih jauh mengenai stunting, yuk, MomDad!

Gejala stunting pada anak

Sebagai orang tua, MomDad tentu perlu memantau pertumbuhan dan perkembangan buah hati. Indikator sehat atau tidaknya anak, salah satunya bisa dilihat dari pertumbuhan tinggi dan berat badannya. Meskipun tinggi badan kerap diidentikkan dengan faktor genetik atau keturunan orang tua, namun pertumbuhan tinggi dan berat badan yang tidak sesuai standar bisa menjadi indikasi adanya stunting.

Menurut dr Winra Pratita, SpA(K), kondisi stunting mulai akan terlihat setelah anak mengalami weight faltering yang tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini dapat terjadi pada 1000 hari pertama kehidupan anak. Weight faltering didefinisikan sebagai kenaikan berat badan di bawah persentil 5 tabel kenaikan berat badan (BB) menurut WHO untuk usia dan jenis kelamin.

Penting dilakukan pemantauan parameter pertumbuhan BB, panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB), dan lingkar kepala (LK) per bulan untuk 1 tahun pertama, dan setiap 3 bulan untuk di atas usia 1 tahun. Pemantauan ini perlu dilakukan lebih sering misalnya setiap 2 minggu apabila dijumpai masalah seperti kenaikan BB yang tidak adekuat.

Perlu diingat bahwa weight faltering tidak selalu terjadi akibat anak bertambah kurus, bisa saja weight faltering terjadi karena panjang badan anak tidak bertambah. Bila hal ini yang terjadi, perlu dipikirkan bahwa weight faltering ini bukan terjadi akibat masalah nutrisi.

Penyebab stunting di usia dini

Penyebab stunting dapat terjadi sebelum maupun setelah kelahiran. Sebelum lahir, nutrisi ibu selama kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin, karena faltering growth selama kehamilan akan menyebabkan pertumbuhan janin terhambat (PJT), bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, dan panjang badan lahir yang pendek.

Setelah kelahiran, penyebab stunting dapat berupa pemberian nutrisi yang tidak adekuat (masalah dalam pemberian ASI dan pemberian MPASI), berbagai kondisi penyakit, masalah kebersihan (higienitas) penyiapan makanan, hingga beberapa gangguan lain seperti masalah penyerapan makanan.

Jika ingin tahu cara pencegahan stunting, pantau terus artikel terbaru kami di aplikasi dan website PrimaKu ya, MomDad!

Sumber foto: iStock

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Serba-Serbi Stunting pada Anak Usia Dini yang Wajib MomDad T...
11 Mei 2022
cover
Serba-serbi Menyusui Saat Hamil yang Patut MomDad Ketahui
12 Agu 2022
cover
Serba-serbi Imunisasi Kejar yang Perlu Orang Tua Ketahui
21 Nov 2022
cover
Serba-serbi Imunisasi yang Perlu Diketahui Orang Tua
22 Feb 2023
cover
Serba-Serbi Penyedap Rasa untuk MPASI
9 Jun 2023
cover
Tertarik Terapkan Jellyfish Parenting? Ketahui Dulu Serba-Se...
24 Nov 2023
cover
Beri Kenyamanan, Ketahui Serba-Serbi Pijat ILU pada Bayi, yu...
13 Des 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: