primaku
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Meskipun Wajib, Ternyata Imunisasi Dapat Ditunda Jika si Kecil Alami Hal Berikut!

Author: Radhita

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso Sp.A

Topik: Imunisasi

Setiap manusia memiliki sistem kekebalan tubuh sejak dalam kandungan, tapi sistem kekebalan tubuh bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat orang dewasa sehingga akan rentan terhadap penyakit. Untuk itu, imunisasi penting untuk melindungi anak dari penyakit berbahaya. 

Meski penting, ada kondisi tertentu yang membuat pemberian imunisasi sebaiknya ditunda. So, MomDad perlu mengetahui kapan harus menunda imunisasi, Nah, ini dia beberapa kondisi yang mengharuskan MomDad menunda imunisasi anak. Yuk, simak penjelasan DR. dr. Fitri Hartanto, SpA (K) berikut!

Kondisi yang mengharuskan menunda imunisasi

sub 1.jpg

Imunisasi dapat ditunda apabila ada kontra indikasi untuk dilakukan imunisasi. Hal ini dikarenakan kondisi tubuh bisa saja tidak merespons terhadap imunisasi. Padahal, imunisasi harusnya membangun perlindungan terhadap penyakit. Anak dengan kondisi berikut ini bisa menunda imunisasi:

  • Sakit 
MomDad bisa menunda imunisasi jika si Kecil mengalami demam tinggi yakni lebih dari 38°C. Apalagi, jika anak punya riwayat kejang demam, karena susah untuk mendeteksi demam tersebut setelah imunisasi. Buat anak yang memiliki reaksi alergi terhadap imunisasi, sebaiknya tunda juga imunisasi dan segera berkonsultasi dengan dokter, ya.

  • Pengobatan dengan obat penekan imun atau kekebalan
Anak yang sedang dalam pengobatan penekan imun atau kekebalan juga bisa menunda imunisasi. Meski diberikan, imunisasi tidak dapat bekerja optimal sebagaimana pada anak yang sehat.

  • Sedang dalam pengobatan untuk penyakit kronis
MomDad juga bisa menunda imunisasi kalau si Kecil sedang menderita penyakit kronis. Hal ini dikarenakan reaksi imunisasi bisa menyulitkan diagnosis dan penanganan pada penyakit tersebut.

Dampak negatif menunda imunisasi

sub 2 (1).jpg

Walaupun imunisasi tidak menjamin penuh pencegahan penyakit, tapi manfaatnya tentu lebih besar daripada risikonya. Misalnya, ketika anak sakit, gejala yang dialami akan jauh lebih ringan dibanding anak yang tidak menerima imunisasi sama sekali.

Penundaan imunisasi bisa membuat bayi dan balita tidak segera memiliki kekebalan sehingga rentan tertular penyakit. Karena belum diimunisasi, anak pun jadi lebih mudah menderita sakit berat dan tertular penyakit. 

Selain itu, kalau dalam suatu komunitas banyak anak yang belum diimunisasi, penyakit juga akan lebih menular dan menyebar luas sehingga berisiko menimbulkan wabah. Dalam dampak yang besar, hal ini bisa memperbanyak kecacatan dan kasus kematian bayi.

Waktu yang tepat untuk mengejar keterlambatan imunisasi

sub 3 (1).jpg

Walaupun harus menunda imunisasi, bukan berarti anak tidak boleh untuk mengikuti imunisasi selanjutnya, ya. MomDad bisa sesegera mungkin mengejar pemberian imunisasi setelah anak sembuh. Misalnya saja, ketika imunisasi anak tertunda karena demam tinggi, segera mungkin melanjutkan imunisasi setelah anak pulih dari sakitnya.

Selain itu, MomDad bisa berkonsultasi juga ke dokter anak untuk memastikan waktu yang tepat dan aman untuk si Kcil bisa mendapatkan imunisasi. Dengan begitu, anak tetap mendapatkan imunisasi yang dibutuhkan di usianya saat ini. 

Untuk mencegah agar tidak lupa dan kelewatan jadwal imunisasi, MomDad bisa melakukan berbagai cara sebagai pengingat jadwal imunisasi. Salah satunya dengan menggunakan aplikasi PrimaKu melalui fitur Imunisasi, ​di mana MomDad bisa mencatat kapan jadwal imunisasi untuk si Kecil.

Perlu diingat, imunisasi sangat penting dilakukan. Dengan memberi imunisasi pada anak, MomDad bukan hanya menjalankan tanggung jawab untuk melindungi si Kecil, tapi juga melindungi orang-orang sekitar dari penyebaran virus yang membahayakan. 

Nah, itu dia beberapa kondisi di mana MomDad perlu menunda jadwal imunisasi anak. Untuk mendapatkan lebih banyak konten informatif, MomDad bisa mengikuti akun instagram @official.primaku dan membaca artikelnya di aplikasi PrimaKu, ya. 


Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: