Meta Pixel

1 Oktober 2026

Ikut Kelas Parenting Ada Manfaatnya Medisnya, Ini Hasil Riset!

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Parenting, Parenting Lifestyle, Kelas Parenting, SuperClass

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.

Kelas parenting berbasis bukti bukan sekadar tempat bertukar pengalaman. Riset menunjukkan program yang terstruktur dapat meningkatkan pengasuhan positif dan interaksi orang tua–anak, sekaligus membantu menurunkan stres pengasuhan, pola asuh keras, serta masalah emosi dan perilaku anak. Manfaatnya bergantung pada mutu program, kesesuaian usia, partisipasi, dan konsistensi penerapan di rumah.

Kelas parenting dapat memberi manfaat yang berkaitan dengan kesehatan dan perkembangan keluarga. Sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 102 uji acak terkontrol di 33 negara menemukan bahwa intervensi parenting pada tiga tahun pertama kehidupan meningkatkan perkembangan kognitif, bahasa, motorik, sosial-emosional, dan keterikatan anak, sekaligus mengurangi masalah perilaku. 


Kelas Parenting Berbasis Bukti

Kelas parenting berbasis bukti adalah program terstruktur yang mengajarkan pengetahuan dan keterampilan pengasuhan menggunakan metode yang telah dievaluasi melalui penelitian. Bentuknya bisa berupa kelas kelompok, sesi individual, kunjungan rumah, program daring, atau kombinasi beberapa metode.

Materinya dapat mencakup perkembangan anak, responsive caregiving, komunikasi, bermain dan stimulasi, penguatan perilaku positif, penetapan batas yang aman, pengelolaan emosi orang tua, hingga pencegahan kekerasan. Program yang baik tidak menawarkan satu gaya pengasuhan untuk semua keluarga, melainkan menyesuaikan strategi dengan usia, kebutuhan, budaya, serta kondisi anak dan pengasuh.


Manfaat Kelas Parenting Menurut Penelitian

1. Mendukung perkembangan anak usia dini

Meta-analisis Jeong dan kolega yang mencakup 102 uji acak di 33 negara melaporkan perbaikan pada perkembangan kognitif, bahasa, motorik, dan sosial-emosional anak usia dini. Program yang secara langsung mengajarkan aktivitas belajar serta memperkuat hubungan orang tua–anak cenderung lebih bermanfaat daripada pemberian informasi semata.

2. Memperkuat hubungan orang tua dan anak

Orang tua belajar membaca sinyal anak, merespons kebutuhan dengan hangat, memberi perhatian positif, dan membangun rutinitas. Respons yang konsisten dapat mendukung rasa aman serta kualitas interaksi dalam keluarga.

3. Membantu mengurangi masalah perilaku dan emosi

Pedoman WHO menyimpulkan bahwa intervensi parenting kemungkinan membantu menurunkan masalah perilaku eksternalisasi, seperti agresivitas atau perilaku menentang, serta masalah internalisasi, seperti kecemasan dan gejala depresi. Program bukan “obat instan”; perubahan biasanya membutuhkan latihan yang konsisten dan dukungan lanjutan.

4. Menurunkan stres pengasuhan

Dalam telaah bukti WHO untuk negara berpendapatan rendah dan menengah, 16 uji dengan 3.207 peserta menunjukkan penurunan stres pengasuhan dalam jangka pendek. Meta-analisis lain menemukan bahwa kombinasi strategi pengelolaan perilaku dan penguatan hubungan orang tua–anak termasuk komponen yang efektif untuk mengurangi stres orang tua.

5. Mengurangi pola asuh keras dan risiko kekerasan

WHO merekomendasikan agar intervensi parenting berbasis bukti tersedia bagi orang tua dan pengasuh. Bukti menunjukkan program dapat membantu mengurangi pola asuh keras dan kekerasan terhadap anak, sekaligus meningkatkan strategi disiplin positif.

6. Mendukung kesehatan mental pengasuh

Program tertentu membantu orang tua mengenali stres, mengatur emosi, mencari dukungan, dan membangun rasa percaya diri dalam mengasuh. Perbaikan kesehatan mental orang tua dapat membantu terciptanya pengasuhan yang lebih responsif, meskipun kelas parenting tidak menggantikan terapi bila orang tua mengalami gangguan mental.]


Ciri Kelas Parenting yang Layak Dipilih

1. Kurikulum dan tujuan jelas

Program menjelaskan kelompok usia sasaran, keterampilan yang diajarkan, jumlah sesi, metode, serta hasil yang diharapkan.

2. Berbasis bukti dan sesuai tahap perkembangan

Materi merujuk pedoman atau penelitian tepercaya, bukan hanya testimoni. Saran harus sesuai usia dan tidak bertentangan dengan prinsip keselamatan anak.

3. Fasilitator kompeten

Fasilitator memiliki pelatihan yang relevan dan mengetahui kapan keluarga perlu dirujuk ke dokter anak, psikolog, psikiater, atau tenaga profesional lain.

4. Mengutamakan praktik

Kelas memberi contoh, latihan, role-play, refleksi, dan umpan balik. Pengetahuan lebih mudah diterapkan bila orang tua berlatih menghadapi situasi sehari-hari.

5. Tidak menggunakan rasa takut atau menyalahkan

Kelas yang sehat menghormati keluarga, menghindari stigma, dan tidak menjanjikan anak pasti patuh, pasti pintar, atau pasti bebas gangguan perkembangan.

6. Memiliki jalur rujukan

Bila ditemukan red flag perkembangan, kekerasan, depresi orang tua, atau masalah perilaku berat, program harus menyarankan evaluasi profesional.


Cara Memaksimalkan Manfaat Kelas Parenting

- Pilih satu atau dua keterampilan yang paling relevan untuk dipraktikkan lebih dulu.

- Libatkan pasangan dan pengasuh lain agar respons terhadap anak lebih konsisten.

- Catat situasi sebelum dan sesudah strategi diterapkan, bukan hanya mengandalkan ingatan.

- Sesuaikan harapan dengan usia dan temperamen anak.

- Diskusikan hambatan dengan fasilitator dan minta contoh yang konkret.

- Evaluasi perubahan setelah beberapa minggu, lalu pertahankan strategi yang aman dan efektif.


Belajar Parenting di SuperClass

Menjadi orang tua adalah proses belajar yang terus berjalan. Kalau MomDad ingin memahami berbagai kebutuhan si Kecil lebih dalam, SuperClass PrimaKu bisa menjadi salah satu pilihan untuk belajar langsung dari dokter spesialis anak dan para ahli.

PI-x-SC-cover.png

Ada berbagai kelas yang dapat dipilih sesuai kebutuhan, mulai dari tumbuh kembang, milestone dan red flag, stimulasi bayi, MPASI, laktasi, sleep training, speech delay, hingga vaksinasi. Materinya dibawakan oleh para ahli seperti Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), Prof. Dr. dr. Hinky Hindra Irawan Satari, Sp.A, dr. Lucky Yogasatria, Sp.A, dr. Yuni Astria, Sp.A, dr. Hans Natanael, Sp.A, dr. Frecillia Regina, Sp.A, IBCLC, dr. Herbowo Agung, Sp.A(K), serta pakar lainnya.

Kelas dapat diakses selama 1 tahun yang bisa ditonton kapan pun dan di mana pun, mulai dari Rp115.000 . Yuk, cek daftar kelasnya di sini!


FAQ tentang Kelas Parenting

Q: Apakah kelas parenting hanya untuk orang tua yang bermasalah?

A: Tidak. Program dapat bersifat universal untuk semua keluarga, pencegahan bagi kelompok berisiko, atau intervensi bagi keluarga dengan kebutuhan tertentu.


Q: Apakah kelas parenting online sama efektifnya?

A: Program daring dapat bermanfaat, tetapi hasilnya bergantung pada kualitas materi, interaksi, pendampingan, dan keterlibatan peserta. Pilih program yang memberi kesempatan praktik dan umpan balik.


Q: Berapa kali pertemuan agar terasa manfaatnya?

A: Tidak ada jumlah yang berlaku untuk semua program. Durasi harus mengikuti desain program yang telah dievaluasi. Kehadiran konsisten dan praktik di rumah lebih penting daripada sekadar mengumpulkan banyak kelas.


Q: Apakah ayah perlu ikut kelas parenting?

A: Ya. Keterlibatan ayah atau pengasuh lain membantu konsistensi pola pengasuhan dan membagi beban pengasuhan. Program sebaiknya inklusif terhadap semua pengasuh utama.


Q: Bisakah kelas parenting mencegah keterlambatan perkembangan?

A: Kelas dapat mendukung stimulasi, interaksi, dan deteksi dini, tetapi tidak dapat menjamin pencegahan atau menggantikan skrining perkembangan. Anak dengan tanda keterlambatan tetap memerlukan evaluasi profesional.


Kelas parenting berbasis bukti memiliki manfaat yang relevan secara medis dan perkembangan: meningkatkan pengasuhan positif, memperkuat interaksi orang tua–anak, mendukung perkembangan dini, serta membantu mengurangi stres pengasuhan dan masalah perilaku. Namun, efeknya tidak otomatis muncul hanya karena seseorang menghadiri kelas.

Pilih program yang terstruktur, sesuai usia, dipandu fasilitator kompeten, dan memberi ruang praktik serta umpan balik. Terapkan strategi secara konsisten dan konsultasikan red flag perkembangan, masalah emosi, atau kesulitan pengasuhan yang berat kepada tenaga profesional.


Referensi:

- World Health Organization. WHO Guidelines on Parenting Interventions to Prevent Maltreatment and Enhance Parent–Child Relationships with Children Aged 0–17 Years. WHO; 2023.

- Jeong J, Franchett EE, Ramos de Oliveira CV, Rehmani K, Yousafzai AK. Parenting Interventions to Promote Early Child Development in the First Three Years of Life: A Global Systematic Review and Meta-analysis. PLOS Medicine; 2021.

- World Health Organization, UNICEF, Office of the Special Representative of the Secretary-General on Violence against Children. Universal Parenting Support to Prevent Abuse and Neglect. UNICEF; 2021.

- World Health Organization. Parenting for Lifelong Health for Young Children. WHO; 2024.

- Leijten P, et al. Effects of Parenting Program Components on Parental Stress: A Systematic Review and Component Network Meta-analysis. Journal of Child Psychology and Psychiatry; 2024.

- Cochrane. Parenting Programmes for the Prevention of Unintentional Injuries in Childhood. Cochrane; 2012.