primaku
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Jangan Sembarang, Ini Waktu Tepat Memberikan Antibiotik pada Anak

Author: Fauziah Sabtuanisa

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Obat, Obat-obatan, Antibiotik, Tips

Saat anak sakit, MomDad mungkin cenderung ingin segera memberikan antibiotik dengan harapan penyakit anak segera sembuh setelah diberi antibiotik. Antibiotik dianggap bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit infeksi. Namum kenyataannya, penggunaan antibiotik yang tidak benar justru dapat membahayakan anak.

Oleh karena itu, MomDad perlu tahu kapan waktu tepat untuk memberikan si Kecil antibiotik. Yuk, simak penjelasannya di bawah!

Manfaat antibiotik

istockphoto-471728077-612x612.jpg

Antibiotik adalah obat yang mampu melawan infeksi bakteri. Antibiotik bekerja membunuh bakteri atau menghambat berkembang biaknya bakteri di dalam tubuh. Antibiotik dapat dikonsumsi dengan berbagai cara, antara lain:

  • Secara oral atau diminum, dapat berupa pil, kapsul, atau cairan sirup
  • Pemakaian luar, dapat berupa krim, semprotan, atau salep yang harus dioleskan pada kulit. Bisa juga salep mata, obat tetes mata, atau obat tetes telinga
  • Melalui suntikan, intramuskular (IM) atau intravena (IV). Pemberian dengan cara ini biasanya untuk infeksi yang lebih serius

Aturan pemberian antibiotik pada anak

Tanpa judul(8).jpg

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat mungkin tidak ada gunanya, atau bahkan, memberikan efek samping. Oleh sebab itu, pastikan dulu penyebab demam anak. Lebih dari 90% penyebab demam pada anak adalah infeksi virus yang bersifat self limiting (dapat sembuh sendiri). Pada kondisi seperti ini, pemberian antibiotik jelas tidak akan berguna, dan berisiko menimbulkan efek samping.

Agar lebih aman dan tidak membahayakan anak, MomDad sebaiknya segera membawa dan memeriksakan anak ke dokter spesialis anak. Kemudian, apabila dokter sudah melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan bahwa anak mengalami infeksi bakteri, maka antibiotik baru mulai dapat diberikan kepada anak.

Anak yang mengalami infeksi virus tidak selalu diikuti dengan infeksi bakteri, sehingga tidak ada durasi atau waktu sakit tertentu untuk memberikan antibiotik tanpa pemeriksaan dokter. Selain itu, lendir hidung yang berwarna kuning atau hijau dan sakit tenggorokan bukan lah tanda ‘khas’ infeksi bakteri, sehingga bukan pula tanda anak harus diberi antibiotik.

Dampak buruk pemberian antibiotik tanpa anjuran dokter

Seperti halnya obat lain, antibiotik juga memiliki potensi untuk menimbulkan dampak buruk. Beberapa dampak negatif pemberian antibiotik yaitu:

  • Diare
  • Nyeri perut
  • Alergi
  • Mual

Selain itu, pemberian antibiotik dengan dosis dan durasi yang tidak tepat, dapat berisiko membuat bakteri kebal terhadap antibiotik, sehingga infeksi bakteri yang sama mungkin memerlukan kelas antibiotik yang lebih tinggi di kemudian hari. Intinya, Pembelian dan pemberian antibiotik harus berdasarkan resep dokter

Oleh karena itu, bijaklah dalam memberikan antibiotik untuk anak ya, MomDad. Apabila anak sakit, jangan lupa untuk memeeriksakan ke dokterter lebih dahulu supaya dapat diberikan penanganan dan pengobatan yang tepat.

Apabila punya pertanyaan seputar kondisi si Kecil, MomDad dapat tanyakan pada ahli di Forum Tanya Dokter. Pertanyaan MomDad akan dijawab langsung oleh ahli, lho!

Referensi:

Sumber foto: iStock

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Perbedaan Cara Mengukur Panjang dan...
28 Mar 2022
cover
Jangan Anggap Remeh, yuk Kenali Lebam Tidak Normal!
12 Apr 2022
cover
Anak Tantrum di Tempat Umum? Jangan Keburu Emosi, Simak Tips...
13 Apr 2022
cover
Jangan Diabaikan, Ini lho Penyebab Stunting pada Anak!
12 Mei 2022
cover
Jangan Sampai Salah, Ini Bedanya Stunting dan Gizi Buruk!
19 Mei 2022
cover
Jangan Sampai Salah! Ini Cara Tepat Menjaga Kebersihan Telin...
20 Mei 2022
cover
Jangan Tunggu Rusak, Yuk, Pelihara Kesehatan Gigi Anak!
27 Jun 2022
cover
Jangan Pakai Cottonbud! Yuk, Ketahui Cara Tepat Bersihkan Te...
27 Jun 2022
cover
Jangan Panik, Kuasai Cara dan Pertolongan Pertama Anak Terse...
27 Jun 2022
cover
Jadi Orang Tua Lebih Baik, Ini Alternatif Kata 'Jangan' Saat...
11 Jul 2022
cover
Jangan Salah, Ternyata Ini Perbedaan Pertumbuhan dan Perkemb...
13 Jul 2022
cover
Anak Tantrum, Orang Tua Jangan Ikut Tantrum
5 Agu 2022
cover
Jangan Percaya Mitos, Ketahui Fakta Vitamin D Langsung dari ...
8 Agu 2022
cover
Jangan Lagi Keliru, Ini Cara Tepat Membersihkan Organ Intim ...
9 Sep 2022
cover
Jangan Keliru! Ini Deretan Mitos dan Fakta tentang Bilingual...
22 Sep 2022
cover
Jangan Terlalu Sering, Ini Aturan Konsumsi Minuman Boba pada...
30 Nov 2022
cover
Jangan Asal, Ini Cara Tepat dan Aman Menyimpan Obat di Rumah
6 Des 2022
cover
Jangan Dilarang, Ini Manfaat Mencoret-coret bagi Tumbuh Kemb...
11 Des 2022
cover
Jangan Keliru, Ini Perbedaan Imunisasi & Vaksinasi
1 Mar 2023
cover
Jangan Asal Pilih, Ketahui Kriteria Camilan Sehat untuk si K...
16 Mar 2023
cover
Yakin Berbuka Hanya dengan yang Manis? Jangan Lupa dengan Se...
31 Mar 2023
cover
Busui Puasa? Jangan Lupa Terapkan Tips Ini!
3 Apr 2023
cover
MomDad Siap Mudik bareng si Kecil? Jangan Lupa Persiapkan Ha...
9 Apr 2023
cover
Cara Tepat Mengompres Demam, Jangan Keliru!
8 Mei 2023
cover
Si Kecil Jangan sampai Kekurangan Zat Besi!
16 Mei 2023
cover
Tips Memilih Keju untuk MPASI, Jangan Asal!
6 Jul 2023
cover
Jangan Keliru, Begini Cara Mengukur Tinggi & Panjang Badan A...
15 Agu 2023
cover
Jangan Kasih Screen Time Berlebihan pada Anak, Ini Dampaknya...
26 Sep 2023
cover
Jangan Asal Tarik, Begini Cara Melepas Baju Anak yang Aman!
7 Okt 2023
cover
Jangan Asal, Begini Cara Tepat Mengolah Daging Sapi untuk MP...
19 Nov 2023
cover
Anak Batuk Terus-menerus? Jangan Lengah, Bisa Jadi Mematikan
22 Nov 2023
cover
“Mama, Jangan Pergi!”: Kenali Separation Anxiety Disorder pa...
7 Des 2023
cover
Jangan Sembarang Berikan Bayi Air Putih, Ini Dampaknya!
12 Des 2023
cover
Jangan Biarkan Anak Bawa Tas Terlalu Berat, Ini Dampaknya!
8 Jan 2024
cover
Jangan Asal Pakai, Ini Aturan Penggunaan Tisu Basah pada Bay...
17 Apr 2024
cover
Jangan Salahkan Benda Mati saat Anak Jatuh, Ini Dampaknya!
26 Apr 2024
cover
Jangan Diabaikan, Perhatikan 5 Hal Ini sebelum Anak Vaksin!
6 Mei 2024
cover
Anak Demam, Kompres Air Dingin atau Hangat? Jangan Sampai Ke...
11 Mei 2024
cover
Jangan Lupakan Vaksinasi sebelum Berlibur ke Luar Negeri!
20 Jun 2024
cover
Jangan Abaikan, Ini Peran Penting Imunitas untuk Dukung Kogn...
22 Jul 2024
cover
Berat Badan Anak Seret? Jangan Panik, Kenali Tanda-tandanya ...
29 Jul 2024
cover
Jangan Biarkan Ibu Menyusui Sendiri: Yuk, Bersama Dukung ASI...
2 Agu 2024
cover
Jangan Anggap Remeh! Ini Dampak Jangka Panjang Stunting
10 Agu 2024
cover
Jangan Asal Kasih Snack ke Anak, Begini Panduan Sehatnya
13 Agu 2024
cover
Jangan Salah, Begini Cara Membiasakan Anak Mau Makan Makanan...
20 Agu 2024
cover
Risang Rimabatmaja: “Jangan Serius Edukasi Pada yang Menolak...
3 Sep 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: