Meta Pixel

23 September 2026

Mengenal 4 Jenis Cacar dan Pencegahannya

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: jenis cacar, perbedaan cacar air dan cacar api, cacar variola, cara mencegah cacar, gejala cacar air, perbedaan mpox dan cacar air, gejala mpox

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Jenis cacar tidak merujuk pada satu penyakit. Istilah ini sering dipakai untuk cacar air, cacar api, mpox, dan cacar variola, padahal virus, cara penularan, pola ruam, serta vaksinnya berbeda. CDC menyebut hingga 90% orang tanpa kekebalan yang berkontak dekat dengan penderita cacar air dapat terinfeksi, sementara WHO menyatakan cacar variola telah diberantas secara global sejak 1980. Yuk, kenali perbedaannya, mencegah penularan, dan mengetahui kapan anak perlu segera diperiksa.


Mengapa Ada Banyak Penyakit yang Disebut Cacar?

Dalam bahasa sehari-hari, “cacar” digunakan untuk sejumlah penyakit dengan bintil, lepuh, atau pustula. Kesamaan tampilan tidak berarti penyakit tersebut berkerabat. Cacar air dan cacar api termasuk infeksi herpesvirus, sedangkan mpox dan variola termasuk orthopoxvirus.

Kesalahan mengenali penyakit dapat menyebabkan penanganan dan pencegahan yang tidak tepat. Jangan memecahkan lepuh, mengoleskan bahan iritatif, atau mendiagnosis hanya dari foto tanpa pemeriksaan.


Empat Jenis Cacar yang Perlu Dikenali

1. Cacar Air atau Varisela

Cacar air disebabkan varicella-zoster virus (VZV). Ruam biasanya berawal di wajah, kulit kepala, atau badan lalu menyebar. Bintil muncul bertahap sehingga pada saat yang sama dapat terlihat bercak merah, lepuh berisi cairan, dan keropeng. Ruam umumnya terasa gatal.

Penyakit ini sangat menular melalui partikel pernapasan dan kontak dengan cairan lepuh. Penderita dapat menular 1–2 hari sebelum ruam hingga seluruh lesi berkeropeng. Cacar air dapat berat pada bayi, remaja, orang dewasa, ibu hamil, dan orang dengan imunitas lemah.

Berikut cara yang bisa diterapkan MomDad untuk mencegah cacar air pada anak:

- lengkapi vaksin varisela sesuai jadwal IDAI dan rekomendasi dokter;

- hindari kontak dengan penderita sampai seluruh lesi berkeropeng;

- jangan berbagi pakaian, handuk, atau alat pribadi; dan

- cuci tangan serta jaga ventilasi.

Rekomendasi IDAI memasukkan vaksin varisela mulai usia 12 bulan dan membutuhkan dua dosis. Jadwal interval menyesuaikan usia, riwayat vaksin, dan produk yang digunakan.


2. Cacar Api atau Herpes Zoster

Cacar api terjadi ketika VZV yang menetap di saraf setelah cacar air aktif kembali. Ruam biasanya nyeri atau terbakar, berupa kelompok lepuh pada satu sisi tubuh sesuai jalur saraf. Herpes zoster lebih umum pada usia lanjut atau orang dengan imunitas lemah, tetapi dapat terjadi pada anak.

Cacar api tidak “menular sebagai cacar api”. Namun, cairan lepuh dapat menularkan VZV kepada orang yang belum kebal sehingga orang tersebut mengalami cacar air.

Berikut cara yang bisa diterapkan MomDad untuk mencegah cacar api pada anak:

- hindari menyentuh atau menggaruk ruam;

- tutup ruam dan cuci tangan;

- hindari kontak dengan bayi baru lahir, ibu hamil tanpa kekebalan, dan orang imunokompromais; serta

- lindungi anak dari infeksi primer melalui vaksin varisela.

Vaksin herpes zoster ditujukan terutama bagi kelompok dewasa tertentu dan bukan imunisasi rutin anak. Konsultasikan bila anak mengalami ruam nyeri satu sisi, terutama di dekat mata.


3. Mpox atau Cacar Monyet

Mpox disebabkan monkeypox virus. Penyakit ini tidak berhubungan dengan cacar air, tetapi satu keluarga virus dengan variola. Penularan terutama terjadi melalui kontak erat kulit ke kulit dengan lesi, cairan tubuh, bahan terkontaminasi, atau kontak dekat berkepanjangan. Penularan dari hewan juga dapat terjadi di wilayah tertentu.

Lesi mpox cenderung tegas, dalam, dan sering nyeri sebelum menjadi gatal saat mengering. Demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembesaran kelenjar getah bening dapat menyertai. Namun, jumlah dan lokasi lesi sangat bervariasi sehingga pemeriksaan serta tes dapat diperlukan.

Berikut cara yang bisa diterapkan MomDad untuk mencegah cacar Mpox pada anak:

- hindari kontak kulit dengan ruam yang dicurigai;

- jangan berbagi tempat tidur, handuk, pakaian, atau alat pribadi;

- cuci tangan dan bersihkan benda yang terkontaminasi;

- gunakan alat pelindung sesuai arahan tenaga kesehatan saat merawat pasien; dan

- ikuti rekomendasi dinas kesehatan mengenai tes, isolasi, pelacakan kontak, serta vaksinasi.

Vaksin mpox bukan imunisasi rutin seluruh anak. Pemberiannya ditujukan kepada kelompok berisiko atau kontak tertentu berdasarkan penilaian otoritas kesehatan.


4. Cacar Variola atau Smallpox

Cacar variola disebabkan variola virus dan dahulu merupakan penyakit sangat mematikan. Gejalanya meliputi demam tinggi dan rasa sakit berat sebelum ruam. Lesi cenderung dalam, tegas, berada pada tahap perkembangan yang sama di satu area, dan banyak mengenai wajah serta anggota gerak termasuk telapak tangan atau kaki.

WHO menyatakan cacar variola diberantas pada 1980 dan tidak lagi terjadi secara alami. Vaksin smallpox tidak diberikan sebagai imunisasi rutin masyarakat umum; penggunaannya terbatas untuk kesiapsiagaan atau kelompok pekerjaan khusus.

Berikut cara yang bisa diterapkan MomDad untuk mencegah cacar variola pada anak:

Pencegahan saat ini berfokus pada surveilans, keamanan laboratorium, kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, serta vaksinasi kelompok tertentu. Dugaan variola merupakan keadaan kesehatan masyarakat yang harus segera dilaporkan dan tidak boleh ditangani sebagai penyakit kulit biasa.


Ruam Anak Belum Tentu Cacar

Hand, foot, and mouth disease, herpes simpleks, impetigo, skabies, dermatitis kontak, gigitan serangga, dan reaksi obat dapat menyerupai cacar. Campak menimbulkan ruam tetapi bukan penyakit cacar dan tidak membentuk lepuh khas varisela.

Diagnosis melalui foto dapat menyesatkan. Dokter mempertimbangkan urutan gejala, pola penyebaran, tahap lesi, rasa gatal atau nyeri, paparan, status vaksinasi, perjalanan, dan hasil tes bila diperlukan.


Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Dokter?

Segera cari pertolongan bila anak mengalami:

- sesak, sulit bernapas, atau tampak kebiruan;

- sulit dibangunkan, bingung, kejang, atau sangat lemas;

- ruam di sekitar mata atau gangguan penglihatan;

- demam tinggi menetap atau kembali setelah membaik;

- lepuh yang sangat nyeri, bernanah, merah meluas, atau berbau;

- tidak mampu minum atau menunjukkan tanda dehidrasi;

- ruam disertai leher kaku atau sakit kepala berat;

- kontak dengan kasus mpox atau ruam yang dicurigai mpox; atau

- memiliki imunitas lemah, sedang hamil, atau masih bayi.

Hubungi fasilitas kesehatan sebelum datang bila mencurigai mpox agar langkah pencegahan penularan dapat disiapkan.


Perawatan Dasar sambil Menunggu Pemeriksaan

Jaga anak tetap terhidrasi, potong kuku, gunakan pakaian longgar, dan hindari menggaruk. Jangan pecahkan lepuh. Jangan memberikan aspirin kepada anak karena risiko sindrom Reye, terutama pada infeksi varisela. Obat antivirus, antibiotik, dan obat oles tertentu hanya digunakan sesuai diagnosis dan resep dokter.

Pisahkan alat pribadi, bersihkan permukaan, dan hindari kontak dengan kelompok rentan. Lama isolasi berbeda menurut penyakit, sehingga ikuti instruksi tenaga kesehatan.


Peran Vaksin dalam Pencegahan

Vaksin varisela adalah vaksin yang relevan untuk pencegahan cacar air pada anak. Dua dosis memberikan perlindungan lebih baik dan menurunkan risiko penyakit berat. Anak yang sudah pernah mengalami cacar air tetap perlu membawa riwayat penyakit dan imunisasi ketika berkonsultasi karena diagnosis lama belum tentu terkonfirmasi.

Vaksin herpes zoster, mpox, dan smallpox memiliki sasaran serta indikasi yang berbeda dan bukan pengganti vaksin varisela. Jangan menganggap semua “vaksin cacar” sama.


Booking Vaksin Varisela Rp790.000 di PrimaKu

Vaksin Varisela membantu melindungi anak dari penyakit cacar air dan dapat menjadi salah satu langkah pencegahan untuk mengurangi risiko terkena infeksi serta komplikasinya.

Jadwal Pemberian Vaksin Varisela:

- Anak usia 1–12 tahun: 2 dosis vaksin dengan jarak 6 minggu-3 bulan

- Anak usia ≥13 tahun: 2 dosis dengan jarak 4-6 minggu.

- Dewasa: 2 dosis dengan jarak 4-8 minggu, terutama bagi yang belum pernah menerima vaksin varisela.

- Wanita usia produktif: Dapat dipertimbangkan sesuai rekomendasi dokter.

- Orang yang berisiko terpapar: Termasuk tenaga kesehatan, pekerja sekolah/laboratorium, atau yang sering kontak dengan individu dengan daya tahan tubuh lemah.

Varicella (1).png

Pemberian vaksin tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter. Booking Vaksin Varisela sekarang melalui PrimaKu selama periode dan kuota promo masih tersedia. Klik banner di atas untuk dapatkan harga terbaik via WhatsApp.


FAQ tentang Jenis Cacar


Q: Apa perbedaan cacar air dan cacar api?

A: Keduanya disebabkan VZV. Cacar air adalah infeksi pertama dan ruam menyebar, sedangkan cacar api merupakan reaktivasi virus dengan ruam nyeri yang biasanya terbatas pada satu sisi tubuh.


Q: Apakah mpox sama dengan cacar air?

A: Tidak. Mpox disebabkan monkeypox virus, sedangkan cacar air disebabkan VZV. Mpox sering menimbulkan lesi dalam dan nyeri serta dapat disertai pembesaran kelenjar getah bening.


Q: Apakah cacar variola masih ada?

A: Tidak terjadi secara alami. WHO menyatakan smallpox atau variola telah diberantas secara global pada 1980.


Q: Apakah anak yang sudah pernah cacar air perlu vaksin varisela?

A: Riwayat penyakit perlu dikonfirmasi. Dokter akan menilai bukti diagnosis, usia, dan catatan imunisasi sebelum menentukan apakah vaksin masih diperlukan.


Q: Bisakah anak tertular cacar air dari penderita cacar api?

A: Bisa, bila anak belum kebal dan berkontak dengan cairan lepuh. Anak tersebut akan mengalami cacar air, bukan cacar api.


Q: Apakah semua bintil berair merupakan cacar?

A: Tidak. Banyak infeksi dan penyakit kulit dapat menyerupai cacar. Diagnosis perlu mempertimbangkan gejala, pola ruam, paparan, dan tes bila diperlukan.


Empat penyakit yang kerap disebut cacar sebenarnya berbeda. Cacar air merupakan infeksi pertama VZV, sedangkan cacar api adalah reaktivasi virus tersebut. Mpox berasal dari monkeypox virus, sementara cacar variola, penyakit orthopoxvirus lain, telah diberantas.

Kenali pola umumnya, tetapi jangan mendiagnosis ruam hanya dari tampilan. Pemeriksaan penting bila ruam nyeri, mengenai mata, disertai demam berat, terjadi pada anak berisiko, atau ada riwayat kontak mpox. Pencegahan terbaik meliputi vaksinasi varisela, kebersihan, menghindari kontak lesi, dan mengikuti arahan kesehatan masyarakat.


Referensi:

- World Health Organization. Chickenpox. WHO; 2025.

- Centers for Disease Control and Prevention. About Chickenpox. CDC; 2024.

- Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Overview of Shingles. CDC; 2024.

- Centers for Disease Control and Prevention. About Monkeypox. CDC; 2026.

- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kenali dan Waspadai Mpox. Ayo Sehat Kemenkes RI; 2024.

- World Health Organization. Smallpox: Eradicated in 1980. WHO; diakses 2026.

- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI 2024. IDAI; 2025.

- Centers for Disease Control and Prevention. Chickenpox Vaccine Safety. CDC; 2024.