10 September 2026
Vaksin Campak, Berapa Dosis yang Dibutuhkan?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin Campak, dosis vaksin campak, imunisasi campak 9 bulan, imunisasi kejar campak, jadwal vaksin MR, vaksin MMR anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Dalam program nasional Indonesia, anak dijadwalkan menerima tiga dosis vaksin campak: usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat. Secara prinsip, minimal dua dosis vaksin yang mengandung campak diperlukan untuk perlindungan yang andal. Jadwal individual dapat menggunakan MR atau MMR sesuai usia, riwayat vaksin, ketersediaan, dan penilaian dokter.
Vaksin campak tidak cukup dinilai dari satu suntikan saja. WHO menekankan sedikitnya dua kesempatan menerima vaksin yang mengandung campak karena tidak semua anak membentuk kekebalan setelah dosis pertama.
Apa Itu Vaksin Campak?
Vaksin campak berisi virus campak hidup yang dilemahkan untuk melatih sistem imun mengenali virus tanpa menyebabkan penyakit campak pada orang dengan sistem imun normal. Vaksin dapat diberikan sebagai:
• MR, yang melindungi dari measles atau campak dan rubella.
• MMR, yang melindungi dari measles, mumps atau gondongan, dan rubella.
• MMRV, yang menambahkan perlindungan terhadap varisela atau cacar air dan digunakan pada kelompok usia tertentu sesuai produk serta rekomendasi dokter.
Campak sangat mudah menular melalui udara. WHO memperkirakan penyakit ini menyebabkan sekitar 95.000 kematian di dunia pada 2024, terutama pada anak di bawah lima tahun yang belum atau kurang divaksinasi. Dua dosis vaksin yang mengandung campak diperlukan karena sebagian kecil penerima dosis pertama belum membentuk kekebalan yang memadai.
Berapa Dosis Vaksin Campak yang Dibutuhkan?
Jawaban singkatnya bergantung pada konteks jadwal yang digunakan:
1. Program imunisasi nasional Indonesia menyediakan tiga kesempatan vaksin MR pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.
2. Prinsip perlindungan terhadap campak adalah mendapatkan sedikitnya dua dosis vaksin yang mengandung campak setelah usia yang direkomendasikan.
3. Dosis tambahan dapat diberikan dalam program respons wabah, kampanye, perjalanan, atau imunisasi kejar. Dosis tambahan bukan berarti vaksin sebelumnya gagal atau berbahaya.
4. Dosis yang diberikan terlalu dini karena kondisi khusus mungkin tidak dihitung sebagai bagian dari seri rutin, sehingga anak tetap memerlukan dosis sesuai jadwal setelahnya.
Kementerian Kesehatan menetapkan jadwal nasional berdasarkan risiko penularan di Indonesia. Jadwal dari negara lain, termasuk CDC Amerika Serikat yang memberikan MMR pada usia 12–15 bulan dan 4–6 tahun, tidak boleh langsung menggantikan jadwal Indonesia.
Jadwal Vaksin Campak, MR, dan MMR
Jadwal Program Nasional Indonesia
Kementerian Kesehatan mencantumkan:
• MR dosis pertama pada usia 9 bulan.
• MR dosis kedua pada usia 18 bulan.
• MR lanjutan pada kelas 1 SD/madrasah/sederajat melalui BIAS.
Ketiga kesempatan tersebut penting untuk menutup kesenjangan kekebalan dan mempertahankan perlindungan anak serta komunitas.
Jadwal berdasarkan Rekomendasi IDAI
Rekomendasi IDAI 2024 menempatkan vaksin MR pada usia 9 bulan, kemudian vaksin yang mengandung campak, MR atau MMR, pada usia selanjutnya sesuai riwayat imunisasi. Pada praktiknya, MMR dapat digunakan untuk menambah perlindungan terhadap gondongan. Pemilihan produk dan waktu dosis lanjutan perlu disesuaikan dokter dengan catatan vaksin anak serta program nasional.
Mengapa Dosis Kedua dan Lanjutan Tetap Penting?
CDC menyebut satu dosis MMR sekitar 93% efektif mencegah campak, sedangkan dua dosis sekitar 97% efektif. Dosis kedua terutama memberi kesempatan perlindungan kepada anak yang belum merespons dosis pertama; bukan semata-mata booster karena kekebalan langsung “habis”.
Perbedaan Vaksin MR dan MMR
MR dan MMR sama-sama mengandung komponen campak dan rubella. Perbedaannya adalah MMR juga melindungi terhadap gondongan. Mendapat salah satu produk tidak otomatis berarti seluruh jadwal selesai. Dokter akan menghitung semua dosis vaksin yang mengandung campak, menilai usia ketika diberikan, serta memperhatikan interval antardosis.
Apakah Anak yang Sudah Mendapat MMR Masih Perlu MR?
Anak dapat tetap mengikuti program MR sekolah atau kampanye sesuai kebijakan kesehatan. IDAI menjelaskan bahwa MR aman diberikan kepada anak yang pernah menerima MMR. Namun, keputusan individual sebaiknya mempertimbangkan dokumentasi dosis, usia pemberian, jarak antardosis, kondisi kesehatan, dan arahan petugas imunisasi.
Bagaimana jika Jadwal Vaksin Campak Terlambat?
Imunisasi yang terlambat umumnya tidak perlu dimulai dari awal. Bawa buku KIA, kartu imunisasi, atau catatan digital ke dokter agar dosis sebelumnya dapat diverifikasi. Dokter akan menentukan vaksin MR atau MMR yang diperlukan serta interval berikutnya.
Untuk anak berusia lebih dari satu tahun yang belum pernah mendapat vaksin mengandung campak, banyak pedoman menggunakan dua dosis dengan jarak minimal empat minggu. Namun, jadwal kejar di Indonesia perlu mengikuti usia, kebijakan nasional, kondisi wabah, dan penilaian dokter. Jangan memberikan dosis dengan jarak terlalu dekat tanpa arahan tenaga kesehatan.
Siapa yang Tidak Boleh atau Perlu Menunda Vaksin?
MR dan MMR merupakan vaksin hidup yang dilemahkan. Vaksin umumnya tidak diberikan pada orang yang mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis atau komponen sebelumnya, sedang hamil, atau memiliki gangguan kekebalan berat. Anak yang sedang mengalami sakit sedang hingga berat dapat diminta menunda sampai kondisinya membaik.
Pilek ringan tanpa demam tinggi biasanya bukan alasan otomatis untuk menunda, tetapi keputusan tetap dibuat oleh tenaga kesehatan. Sampaikan riwayat alergi, transfusi atau produk darah, penggunaan obat penekan imun, kejang, dan vaksin lain yang baru diterima.
FAQ tentang Dosis Vaksin Campak
Q: Apakah vaksin campak cukup satu kali?
A: Tidak untuk perlindungan rutin yang optimal. WHO merekomendasikan dua dosis vaksin yang mengandung campak. Program nasional Indonesia memberikan MR pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat.
Q: Apa bedanya dosis pertama, kedua, dan dosis sekolah?
A: Dosis pertama membangun kekebalan awal. Dosis kedua melindungi anak yang belum merespons dosis pertama dan memperkuat cakupan perlindungan. Dosis usia sekolah dalam program Indonesia memberi kesempatan lanjutan untuk memastikan perlindungan populasi.
Q: Jika kartu imunisasi hilang, apakah vaksin harus diulang?
A: Jangan menebak riwayat dosis. Coba telusuri buku KIA, rekam medis fasilitas kesehatan, sekolah, atau catatan digital. Bila bukti tidak ditemukan, dokter akan menilai kebutuhan imunisasi kejar. Menerima dosis tambahan vaksin MR/MMR umumnya tidak berbahaya bagi orang yang memenuhi syarat.
Q: Apakah MR dan MMR bisa saling menggantikan?
A: Keduanya sama-sama melindungi dari campak dan rubella, sedangkan MMR juga melindungi dari gondongan. Dalam menghitung seri campak, dokter dapat mempertimbangkan keduanya sebagai vaksin yang mengandung campak, tetapi pemilihan produk harus mengikuti usia, indikasi, ketersediaan, dan jadwal.
Q: Berapa jarak minimal antardosis MMR?
A: Untuk seri kejar pada anak berusia setidaknya 6 bulan, banyak pedoman menetapkan jarak minimal 28 hari antara dua dosis MMR. Jadwal MR program nasional memiliki waktu yang berbeda, sehingga jangan mempercepat dosis tanpa arahan dokter.
Q: Apakah anak yang pernah terkena campak tetap perlu vaksin?
A: Diagnosis campak perlu dipastikan karena banyak penyakit lain menimbulkan demam dan ruam. Jika tidak ada bukti kekebalan yang dapat diterima, dokter dapat tetap merekomendasikan vaksin sesuai usia. Vaksin juga memberi perlindungan terhadap komponen rubella dan, pada MMR, gondongan.
Q: Apakah dosis vaksin saat bayi 6–11 bulan dihitung?
A: Dosis dini untuk perjalanan atau respons wabah dapat memberi perlindungan sementara, tetapi biasanya tidak menggantikan seri rutin karena antibodi ibu dapat mengurangi respons vaksin pada usia tersebut. Anak tetap memerlukan dosis sesuai jadwal setelah mencapai usia yang ditentukan.
Jumlah dosis vaksin campak perlu dilihat dari usia, produk, dan riwayat imunisasi anak. Untuk keluarga di Indonesia, patokan program nasional adalah MR pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat, sementara prinsip global menekankan sedikitnya dua dosis vaksin yang mengandung campak. Simpan catatan setiap dosis dan konsultasikan jadwal kejar bila ada yang terlewat.
Referensi:
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seputar Imunisasi: Jadwal Pemberian Imunisasi Rutin Lengkap. Kemenkes RI; 2026.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR). IDAI; 2017.
- World Health Organization. Measles: Fact Sheet. WHO; 2026.
- World Health Organization. Measles Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record; 2017.
- Centers for Disease Control and Prevention. Measles Vaccine Recommendations. CDC; 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Measles Vaccination. CDC; 2026.
- Centers for Disease Control and Prevention. Measles, Mumps, Rubella Vaccine Safety. CDC; 2025.


