31 Juli 2026
Boleh Nggak sih Mengganti Merek Vaksin di Dosis Berikutnya?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Merek Vaksin, Dosis Vaksin
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Ganti merek vaksin pada dosis berikutnya umumnya boleh dilakukan untuk beberapa jenis vaksin, terutama jika merek sebelumnya tidak tersedia atau tidak diketahui. Simak vaksin apa saja yang aman diganti mereknya, mana yang sebaiknya tetap sama, dan langkah yang perlu orang tua ambil sebelum memutuskan.
Merek yang berbeda dapat memiliki jumlah antigen, komposisi, teknologi, jumlah dosis, rentang usia, dan aturan pemberian yang berbeda. Oleh karena itu, keputusan mengganti merek vaksin sebaiknya tidak hanya didasarkan pada nama penyakit yang tercantum pada kemasan.
Dokter perlu memastikan bahwa produk pengganti memiliki kandungan yang sesuai, diizinkan untuk usia penerima, dan dapat digunakan untuk melanjutkan seri vaksinasi sebelumnya.
Apa yang Dimaksud dengan Ganti Merek Vaksin?
Ganti merek vaksin berarti menggunakan produk dari produsen berbeda untuk melanjutkan rangkaian vaksinasi terhadap penyakit yang sama. Situasi ini disebut interchangeability atau pertukaran produk vaksin.
Dua vaksin yang sama-sama ditujukan untuk penyakit tertentu belum tentu identik. Produk tersebut dapat berbeda dalam hal:
• Jenis dan jumlah antigen
• Jumlah serotipe atau strain yang dilindungi
• Bahan tambahan dan adjuvan
• Dosis serta interval pemberian
• Usia yang disetujui
• Bentuk vaksin tunggal atau kombinasi
American Academy of Pediatrics menjelaskan bahwa vaksin serupa dari produsen berbeda dapat memiliki perbedaan antigen, adjuvan, bahan pengawet, dan formulasi yang berpotensi menghasilkan respons imun berbeda. Penggunaan produk yang sama tetap diutamakan bila memungkinkan.
Vaksin Mana yang Bisa Diganti Merek?
Berikut ringkasan vaksin yang umumnya dapat dipertukarkan mereknya dan yang sebaiknya menggunakan produk yang sama:
Vaksin yang Umumnya Bisa Diganti Mereknya
Hepatitis B, hepatitis A, dan Hib umumnya dapat menggunakan produk dari produsen berbeda untuk melanjutkan seri, selama usia, dosis antigen, dan interval antardosis tetap diperhatikan.
Vaksin HPV 9-valen dapat digunakan untuk melanjutkan atau menyelesaikan seri yang sebelumnya dimulai dengan HPV 2-valen atau 4-valen, menurut pedoman ACIP. Vaksin meningokokus ACWY tertentu juga dapat dilanjutkan sesuai ketentuan usia dan produk, namun tidak setara dengan vaksin meningokokus B.
Vaksin yang Sebaiknya Menggunakan Merek Sama
Vaksin DTaP sebaiknya menggunakan produk dari produsen yang sama untuk seluruh seri, karena data pertukaran antar produk tidak selalu lengkap. Namun bila merek sebelumnya tidak diketahui, vaksinasi tidak perlu ditunda.
Vaksin rotavirus memiliki produk dengan jumlah dosis berbeda (2 atau 3 dosis), sehingga idealnya diselesaikan dengan produk yang sama. Vaksin meningokokus B tidak dianggap dapat dipertukarkan sama sekali dan harus menggunakan produk yang sama sepanjang seri.
Perbedaan merek vaksin dapat mencakup valensi (jumlah tipe/strain yang dicakup), jenis teknologi (vaksin hidup dilemahkan, inaktif, konjugat, subunit, toksoid, rekombinan), jumlah dosis primer, batas usia yang disetujui, dan kandungan pada vaksin kombinasi.
Apakah Dosis Sebelumnya Tetap Berlaku Setelah Ganti Merek?
Pada sebagian besar kondisi, dosis sebelumnya tetap dianggap valid selama diberikan pada usia yang sesuai, dosisnya tepat, interval minimal terpenuhi, dan produk tersebut memang diizinkan untuk penerima. Mengganti merek vaksin tidak otomatis membuat seri harus dimulai dari awal.
Apakah Efek Sampingnya Bisa Berbeda?
Bisa. Formulasi, adjuvan, jumlah antigen, dan teknologi yang berbeda antara produk dapat menyebabkan perbedaan reaksi setelah vaksinasi, seperti nyeri di lokasi suntikan, bengkak, demam ringan, rewel, lelah, atau nyeri otot. Perbedaan reaksi bukan berarti satu merek pasti lebih baik atau lebih buruk.
Beri tahu dokter bila anak pernah mengalami reaksi alergi berat, demam tinggi, kejang, atau pembengkakan luas setelah vaksin sebelumnya.
Bagaimana jika Tidak Ingat Merek Vaksin Sebelumnya?
1. Periksa buku KIA atau kartu imunisasi
2. Cari bukti pembayaran atau catatan kunjungan klinik
3. Hubungi fasilitas kesehatan tempat vaksin sebelumnya diberikan
4. Tunjukkan foto kemasan atau stiker vaksin bila ada
5. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan produk dan jadwal berikutnya
Kapan Perlu Berkonsultasi Sebelum Ganti Merek Vaksin?
• Tidak mengetahui merek vaksin sebelumnya
• Anak menggunakan vaksin kombinasi
• Anak terlambat dari jadwal atau punya gangguan sistem imun
• Anak pernah mengalami reaksi berat setelah vaksin
• Ingin mengganti vaksin dengan valensi berbeda
• Vaksin sebelumnya diperoleh di luar negeri atau catatan tidak lengkap
FAQ seputar Mengganti Merek Vaskin
Q: Apakah ganti merek vaksin berbahaya bagi anak?
A: Umumnya tidak berbahaya untuk sebagian besar vaksin, selama produk pengganti sesuai usia dan jenis antigen yang sama. Namun tetap perlu evaluasi dokter, terutama untuk vaksin seperti DTaP, rotavirus, dan meningokokus B.
Q: Apakah harus mengulang vaksin dari awal jika ganti merek?
A: Tidak. Dosis sebelumnya yang sah tetap dihitung, selama diberikan pada usia yang tepat dan interval minimal terpenuhi.
Q: Bagaimana jika saya tidak ingat merek vaksin sebelumnya?
A: Periksa buku KIA atau kartu imunisasi, hubungi klinik sebelumnya, atau konsultasikan ke dokter agar jadwal dapat disesuaikan tanpa menunda perlindungan anak.
Q: Apakah efek samping bisa berbeda antar merek vaksin?
Bisa, karena formulasi dan adjuvan tiap produk berbeda. Namun perbedaan reaksi tidak berarti satu merek lebih baik atau lebih buruk.
Q: Vaksin apa yang tidak boleh diganti mereknya?
A: Vaksin meningokokus B tidak dapat dipertukarkan dan harus menggunakan produk yang sama sepanjang seri.
Referensi:
- Centers for Disease Control and Prevention. General Best Practice Guidelines for Immunization: Timing and Spacing of Immunobiologics. CDC; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. General Recommendations on Immunization. CDC; 2024.
- American Academy of Pediatrics. Red Book: Interchangeability of Vaccine Products. AAP; 2024.
- Centers for Disease Control and Prevention. Guidance for Use of 9-Valent HPV Vaccine. CDC; 2023.
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Rekomendasi IDAI. IDAI; 2024.
- Kementerian Kesehatan RI. Petunjuk Teknis Imunisasi Program Pengembangan. Kemenkes RI; 2023.
- Cortese MM, Parashar UD. Prevention of Rotavirus Gastroenteritis Among Infants and Children. MMWR Recommendations and Reports. 2009;58(RR-2):1-25.
- Decker MD, Edwards KM. Interchangeability of Vaccines. Pediatric Infectious Disease Journal. 2001;20(Suppl 11):S112-S115.
- World Health Organization. Meningococcal Vaccines and Immunization. WHO; 2023.







