29 Juli 2026
Efek Samping Vaksin HPV & Cara Mengatasinya
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksin HPV, KIPI, Demam, Efek Samping
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin HPV membantu melindungi anak dan remaja dari infeksi human papillomavirus yang dapat menyebabkan kanker serviks serta penyakit lain terkait HPV. Sebuah penelitian terhadap 215.965 penerima vaksin HPV 9-valen menunjukkan bahwa temuan keamanannya konsisten dengan profil keamanan yang telah diketahui sebelumnya. Meski manfaatnya besar, sebagian orang tua mungkin merasa khawatir ketika anak mengalami nyeri pada bekas suntikan, demam, sakit kepala, atau pusing setelah imunisasi.
Pada umumnya, efek samping vaksin HPV bersifat ringan dan akan membaik dalam beberapa hari. Reaksi ini dapat muncul sebagai bagian dari respons tubuh dalam membentuk perlindungan setelah vaksinasi. Namun, MomDad tetap perlu mengetahui cara menangani keluhan ringan dan mengenali tanda bahaya yang membutuhkan pertolongan medis.
Apakah Vaksin HPV Aman?
Vaksin HPV telah melalui pengujian keamanan sebelum digunakan dan terus dipantau setelah diberikan kepada masyarakat. Menurut World Health Organization (WHO), data keamanan dari berbagai negara menunjukkan bahwa vaksin HPV memiliki profil keamanan yang baik.
Hasil penelitian terhadap 215.965 penerima vaksin HPV 9-valen juga menunjukkan bahwa temuan keamanannya konsisten dengan profil keamanan yang telah diketahui sebelumnya. Setelah dilakukan peninjauan, sebagian besar kondisi yang ditemukan sudah pernah diketahui, telah muncul sebelum vaksinasi, atau memiliki penyebab lain.
Tinjauan sistematis terhadap bukti pasca pemasaran juga tidak menemukan bukti yang konsisten mengenai peningkatan risiko kejadian serius setelah vaksinasi HPV. Seperti obat dan vaksin lainnya, vaksin HPV tetap dapat menimbulkan efek samping, namun sebagian besar reaksinya ringan dan sementara.
Perlu dipahami bahwa kejadian medis setelah imunisasi belum tentu disebabkan oleh vaksin. Kondisi yang muncul setelah vaksinasi disebut Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan masih perlu dievaluasi untuk mengetahui penyebabnya.
Efek Samping Vaksin HPV yang Umum Terjadi
Tidak semua anak akan mengalami efek samping setelah vaksin HPV. Menurut CDC, efek samping yang umum dilaporkan mencakup:
1. Nyeri pada Lokasi Suntikan
Nyeri pada lokasi penyuntikan merupakan salah satu efek samping vaksin HPV yang paling sering dilaporkan. Keluhan ini umumnya ringan dan berangsur membaik dalam beberapa hari.
2. Kemerahan atau Bengkak
Kulit di sekitar tempat suntikan dapat terlihat merah atau sedikit membengkak, reaksi lokal yang lazim terjadi setelah imunisasi. Selama tidak terus membesar atau disertai nyeri berat, cukup pantau di rumah.
3. Demam Ringan
Demam merupakan salah satu bentuk respons tubuh setelah imunisasi dan biasanya tidak berlangsung lama. Ukur suhu anak menggunakan termometer, bukan hanya memperkirakannya dengan menyentuh dahi.
4. Sakit Kepala dan Kelelahan
Anak mungkin ingin beristirahat lebih banyak atau kurang bersemangat menjalani aktivitas untuk sementara waktu.
5. Nyeri Otot atau Sendi
Keluhan pegal atau nyeri sendi ringan biasanya membaik dengan istirahat yang cukup.
6. Mual
Biasanya bersifat ringan dan tidak berlangsung lama. Pastikan anak tetap memperoleh cairan yang cukup.
Efek Samping Umum vs Tanda yang Perlu Diperiksakan
Mengapa Anak Bisa Pusing atau Pingsan setelah Vaksin HPV?
Pusing dan pingsan dapat terjadi setelah prosedur medis, termasuk vaksinasi. Reaksi ini lebih sering dialami remaja dan dapat berkaitan dengan rasa takut, cemas, stres, nyeri, atau melihat jarum suntik, bukan selalu masalah pada kandungan vaksin.
Untuk mengurangi risiko cedera akibat jatuh, anak sebaiknya menerima vaksin dalam posisi duduk atau berbaring, lalu tetap dipantau selama sekitar 15 menit setelahnya, sesuai anjuran CDC.
Segera beritahu tenaga kesehatan apabila anak merasa pusing, pandangan kabur/gelap, telinga berdenging, mual, tubuh lemas, atau berkeringat dingin. Jika anak pingsan, baringkan di tempat aman dan minta bantuan tenaga kesehatan, jangan memaksa anak langsung berdiri.
Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin HPV
1. Kompres Dingin pada Lokasi Suntikan
Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin. Hindari menempelkan es langsung pada kulit, dan jangan memijat atau menekan bekas suntikan terlalu keras.
2. Pastikan Anak Cukup Minum
Berikan air putih secara berkala, terutama jika anak demam ringan. Bila mual, berikan cairan sedikit demi sedikit tetapi lebih sering.
3. Biarkan Anak Beristirahat
Anak boleh beristirahat jika lelah, mengantuk, sakit kepala, atau pegal. Hindari olahraga berat bila tubuhnya belum nyaman.
4. Kenakan Pakaian yang Nyaman
Pilih pakaian longgar agar tidak menekan atau bergesekan dengan lokasi suntikan
5. Pantau Suhu dan Perkembangan Gejala
Catat suhu tubuh serta waktu munculnya keluhan untuk membantu dokter bila anak perlu diperiksa.
6. Gunakan Obat Sesuai Arahan Tenaga Kesehatan
Konsultasikan penggunaan obat penurun demam dan pereda nyeri kepada dokter atau apoteker. Hindari memberikan obat sembarangan, dan jangan memberikan aspirin kepada anak atau remaja kecuali diresepkan dokter.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Hubungi dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan apabila:
- Demam atau keluhan tidak membaik setelah dua hingga tiga hari
- Demam semakin tinggi
- Nyeri, kemerahan, atau bengkak terus membesar
- Anak muntah berulang atau sulit minum
- Anak terlihat sangat lemas
- Gejala terasa berat atau membuat orang tua khawatir
- Muncul keluhan lain yang tidak biasa setelah vaksinasi
Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan agar reaksi setelah imunisasi yang tidak membaik dalam dua hingga tiga hari atau berkembang menjadi lebih berat diperiksakan ke tenaga kesehatan.
Tanda Reaksi Alergi Berat: Butuh Pertolongan Darurat
Reaksi alergi berat (anafilaksis) setelah vaksinasi sangat jarang, tetapi cari bantuan darurat segera apabila anak mengalami: kesulitan bernapas atau napas berbunyi, pembengkakan wajah/bibir/lidah/tenggorokan, bentol atau gatal di banyak bagian tubuh, detak jantung sangat cepat, pusing berat atau tidak sadarkan diri, atau kulit terlihat pucat/kebiruan. Jangan menunggu gejala hilang sendiri, segera bawa anak ke instalasi gawat darurat terdekat.
Siapa yang Perlu Berkonsultasi Sebelum Vaksin HPV?
Konsultasi khusus diperlukan apabila anak pernah mengalami reaksi alergi berat setelah dosis vaksin HPV sebelumnya, memiliki alergi berat terhadap komponen vaksin, sedang mengalami penyakit sedang/berat, atau mempunyai kondisi medis yang memengaruhi sistem imun. Batuk atau pilek ringan tanpa demam biasanya tidak selalu menghalangi imunisasi, namun keputusan tetap mengikuti hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.
Mitos: Benarkah Vaksin HPV Menyebabkan Kemandulan?
Tidak terdapat bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan masalah kesuburan. CDC dan badan pengawas obat Amerika Serikat tidak menemukan bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan gangguan reproduksi, termasuk insufisiensi ovarium primer. WHO juga telah meninjau bukti mengenai dugaan hubungan vaksin HPV dengan infertilitas dan tidak menemukan data yang mendukung hubungan sebab-akibat tersebut.
FAQ seputar Efek Samping Vaksin HPV
Q: Berapa lama efek samping vaksin HPV berlangsung?
A: Efek samping ringan, seperti nyeri pada lengan, sakit kepala, atau demam ringan, umumnya membaik dalam beberapa hari. Jika keluhan tidak membaik setelah dua hingga tiga hari atau semakin berat, konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
Q: Apakah pingsan setelah vaksin HPV berbahaya?
Pingsan dapat terjadi setelah berbagai prosedur medis, terutama pada remaja. Risiko utama adalah cedera akibat jatuh, sehingga anak sebaiknya duduk/berbaring saat divaksin dan dipantau sekitar 15 menit setelahnya.
Q: Apakah demam setelah vaksin HPV normal?
A: Demam ringan dapat terjadi dan biasanya bersifat sementara. Pantau suhu anak, pastikan cukup minum, dan konsultasikan bila demam tinggi, menetap, atau disertai gejala mengkhawatirkan.
Q: Bolehkah anak mandi setelah vaksin HPV?
A: Boleh. Gunakan air dengan suhu nyaman dan hindari menggosok atau memijat bekas suntikan terlalu keras.
Q: Bolehkah anak bersekolah setelah vaksin HPV?
A: Boleh, apabila merasa sehat. Jika demam, lemas, pusing, atau nyeri yang mengganggu, berikan waktu untuk beristirahat.
Referensi:
1. Donahue JG, et al. Safety of 9-Valent Human Papillomavirus Vaccine Administered to Males and Females in Routine Use. Vaccine; 2022.
2. Serious Adverse Events Following Human Papillomavirus Vaccination: A Systematic Review and Meta-Analysis of Post-Marketing Evidence. Human Vaccines & Immunotherapeutics.
3. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus Vaccine Safety.
4. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Recommendations.
5. World Health Organization. Safety of HPV Vaccines.
6. World Health Organization. Questions and Answers About Human Papillomavirus; 2024.
7. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Vaksin HPV, Mencegah Kanker Leher Rahim.
8. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa Itu KIPI: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya.






