Meta Pixel

9 September 2026

Vaksin Dengue, Ketahui Efek Sampingnya

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin Dengue, Demam Dengue, KIPI vaksin dengue, efek samping vaksin dengue, tanda bahaya setelah vaksin

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.

Sebagian besar efek samping vaksin dengue bersifat ringan hingga sedang dan mereda dalam beberapa hari. Nyeri atau kemerahan di lokasi suntikan, sakit kepala, nyeri otot, lemas, serta demam merupakan keluhan yang paling umum. Namun, sesak napas, bengkak pada wajah atau tenggorokan, pingsan, atau perdarahan tidak biasa membutuhkan pertolongan medis segera.

Vaksin dengue dapat membantu menurunkan risiko demam berdarah dan rawat inap, tetapi seperti vaksin lain, dapat menimbulkan efek samping. BPOM melaporkan bahwa uji fase 3 TAK-003/Qdenga menunjukkan efikasi keseluruhan 80,2% dan efikasi terhadap rawat inap 95,4%. 


Apa Itu Vaksin Dengue?

Vaksin dengue dirancang untuk membentuk perlindungan terhadap empat serotipe virus dengue. Di Indonesia, BPOM menyetujui vaksin TAK-003 dengan nama dagang Qdenga untuk usia 6–45 tahun. Vaksin hidup yang dilemahkan ini diberikan dua dosis secara subkutan dengan jarak tiga bulan.

WHO merekomendasikan penggunaan programatik TAK-003 terutama pada anak usia 6–16 tahun di wilayah dengan intensitas penularan dengue tinggi. Rekomendasi WHO untuk program kesehatan masyarakat tidak sama dengan izin edar nasional; karena itu, kelayakan, usia, jadwal, riwayat penyakit, dan kondisi kesehatan tetap perlu dinilai oleh dokter sesuai panduan Indonesia.

Perlu diketahui, Dengvaxia atau CYD-TDV merupakan produk yang berbeda. CDC menjelaskan penggunaannya terbatas pada anak tertentu yang memiliki bukti laboratorium pernah terinfeksi dengue di wilayah endemis. Syarat tersebut tidak boleh otomatis diterapkan pada Qdenga, dan kedua vaksin tidak dapat dianggap saling menggantikan.


Efek Samping Vaksin Dengue yang Umum

1. Reaksi Lokal di Tempat Suntikan

Keluhan lokal biasanya muncul segera atau dalam beberapa hari pertama, antara lain:

• Nyeri atau rasa tidak nyaman di area suntikan

• Kemerahan

• Bengkak

Menurut BPOM dan European Medicines Agency (EMA), reaksi ini umumnya ringan hingga sedang, berlangsung singkat, dan lebih jarang setelah dosis kedua.


2. Reaksi Sistemik

Respons tubuh yang dapat dirasakan di luar tempat suntikan meliputi:

• Sakit kepala

• Nyeri otot

• Lemas, malaise, atau kelelahan

• Demam

• Mengantuk atau mudah rewel pada anak

• Nafsu makan berkurang

Keluhan tersebut biasanya membaik dalam beberapa hari. Demam atau pegal setelah vaksin bukan berarti anak terkena dengue karena vaksin; keluhan ini dapat muncul sebagai bagian dari respons imun.


Efek Samping yang Lebih Jarang

Sebagian orang dapat mengalami ruam, gatal, biduran, mual, muntah, atau nyeri sendi. Frekuensi dapat berbeda menurut kelompok usia dan data produk. Bila gejala menetap lebih dari dua hingga tiga hari, memburuk, atau mengganggu minum dan aktivitas anak, hubungi dokter atau fasilitas kesehatan.


Sinyal Keamanan yang Perlu Diwaspadai

Pada 14 Maret 2025, BPOM menyampaikan informasi keamanan pascapemasaran Qdenga mengenai laporan anafilaksis, termasuk syok anafilaksis, nyeri mata, trombositopenia, dan manifestasi perdarahan seperti petekie atau mimisan. Laporan pascapemasaran merupakan sinyal yang perlu dipantau; kemunculannya setelah vaksinasi tidak selalu membuktikan bahwa vaksin adalah penyebabnya.

WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety juga meninjau laporan anafilaksis setelah penggunaan TAK-003 di Brasil. Dari lebih dari 1,4 juta dosis pada periode pemantauan, terdapat 43 laporan anafilaksis atau sekitar 3,3 per 100.000 dosis dan empat laporan syok anafilaksis atau sekitar 0,3 per 100.000 dosis. Tidak dilaporkan kejadian serius yang fatal dalam pemantauan tersebut. Data ini menunjukkan reaksi berat sangat jarang, tetapi fasilitas vaksinasi tetap harus siap menangani alergi berat.

Dengue.png


Kapan Harus Segera ke Dokter atau IGD?

Segera cari pertolongan medis bila anak mengalami:

• Sulit bernapas, mengi, atau suara serak mendadak

• Bengkak pada bibir, lidah, wajah, atau tenggorokan

• Pusing berat, lemas mendadak, pingsan, atau sulit dibangunkan

• Biduran luas yang disertai gangguan napas atau sirkulasi

• Petekie yang meluas, memar tanpa sebab jelas, muntah darah, atau mimisan yang sulit berhenti

• Demam tinggi menetap, kejang, muntah berulang, tidak mau minum, atau tanda dehidrasi

• Nyeri mata berat atau gangguan penglihatan

Anafilaksis umumnya muncul dalam hitungan menit hingga beberapa jam. Ikuti masa observasi di fasilitas vaksinasi dan jangan langsung pulang sebelum petugas mengizinkan.


Cara Merawat Anak setelah Vaksin Dengue

MomDad dapat melakukan langkah berikut:

1. Pastikan anak cukup minum dan beristirahat.

2. Kompres dingin area suntikan bila nyeri atau bengkak; jangan dipijat.

3. Kenakan pakaian yang nyaman dan pantau suhu tubuh.

4. Catat waktu munculnya keluhan, suhu, dan perubahan kondisi.

5. Berikan obat penurun demam hanya sesuai anjuran dokter atau petugas kesehatan serta dosis berdasarkan berat badan.

6. Hubungi fasilitas vaksinasi bila keluhan tidak membaik dalam dua hingga tiga hari atau terasa mengkhawatirkan.

Jangan memberikan aspirin kepada anak tanpa arahan dokter. Hindari pula menganggap semua demam setelah vaksin sebagai KIPI; di wilayah endemis, demam dapat kebetulan berasal dari infeksi lain dan tetap perlu dinilai berdasarkan gejala.


Siapa yang Perlu Menunda atau Tidak Menerima Vaksin?

Nah, karena Qdenga merupakan vaksin hidup yang dilemahkan, EMA mencantumkan bahwa vaksin ini tidak diberikan kepada orang dengan alergi berat terhadap komponen atau dosis sebelumnya, gangguan imunitas berat, kehamilan, atau menyusui. Anak yang sedang sakit sedang hingga berat atau demam sebaiknya diperiksa dahulu untuk menentukan waktu vaksinasi.

Riwayat infeksi dengue, penyakit kronis, obat penekan imun, alergi berat, dan vaksin lain yang baru diterima perlu disampaikan kepada dokter. Jangan menentukan kelayakan hanya dari usia tanpa pemeriksaan riwayat kesehatan.


Apakah Vaksin Dengue Menggantikan Pencegahan Gigitan Nyamuk?

Tidak. Vaksinasi merupakan salah satu lapisan perlindungan. MomDad tetap perlu memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk, menutup dan menguras penampungan air, menggunakan kelambu atau repelan yang sesuai usia, serta mengenakan pakaian pelindung.

Vaksin juga tidak memberikan perlindungan seratus persen. Bila anak mengalami demam tinggi, nyeri kepala, nyeri belakang mata, muntah, nyeri perut, perdarahan, atau sangat lemas, segera periksakan meskipun sudah divaksin.


FAQ tentang Efek Samping Vaksin Dengue


Q: Apakah demam setelah vaksin dengue normal?

A: Demam dapat terjadi dan biasanya ringan serta singkat. Pastikan anak cukup minum dan pantau kondisinya. Periksakan bila demam tinggi menetap, disertai kejang, muntah berulang, sangat lemas, perdarahan, atau tanda dehidrasi.


Q: Berapa lama efek samping vaksin dengue berlangsung?

A: Nyeri suntikan, sakit kepala, nyeri otot, lemas, dan demam umumnya membaik dalam beberapa hari. BPOM menyebut reaksi lokal pada uji klinis biasanya berlangsung satu hingga tiga hari. Keluhan yang tidak membaik setelah dua hingga tiga hari perlu dikonsultasikan.


Q: Apakah vaksin dengue dapat menyebabkan demam berdarah?

Vaksin TAK-003 menggunakan virus dengue hidup yang dilemahkan untuk merangsang respons imun dan tidak dimaksudkan menyebabkan demam berdarah. Namun, vaksin tidak 100% efektif; seseorang masih bisa terinfeksi dengue dari gigitan nyamuk setelah vaksinasi.


Q: Apakah anak yang pernah terkena dengue masih boleh divaksin?

A: IDAI menyebut anak yang pernah mengalami infeksi dengue tetap dapat menerima TAK-003 sesuai kelompok usia dan penilaian dokter. Sampaikan riwayat infeksi serta kondisi kesehatan anak sebelum vaksinasi.


Q: Apakah dosis kedua perlu diberikan jika muncul demam setelah dosis pertama?

A: Demam ringan saja biasanya bukan alasan otomatis untuk menghentikan seri vaksin. Dokter perlu menilai tingkat keparahan dan kemungkinan penyebabnya. Reaksi alergi berat terhadap dosis sebelumnya merupakan kontraindikasi penting.

Efek samping vaksin dengue paling sering berupa reaksi ringan yang dapat dipantau di rumah. Kunci keamanan adalah memastikan anak memenuhi syarat vaksinasi, mengikuti observasi, mengetahui tanda alergi atau perdarahan, dan segera mencari bantuan bila muncul gejala berat. Vaksinasi tetap perlu disertai pencegahan gigitan nyamuk dan pemeriksaan medis ketika gejala dengue muncul.


Referensi:

- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Persetujuan Izin Edar Vaksin Dengue Qdenga untuk Usia 6–45 Tahun. BPOM RI; 2022.

- Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Informasi Keamanan Vaksin Qdenga Terkait Risiko Anafilaksis, Nyeri Mata, Trombositopenia, dan Manifestasi Perdarahan. BPOM RI; 2025.

- Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin Dengue. IDAI; 2023.

- World Health Organization. WHO Position Paper on Dengue Vaccines. Weekly Epidemiological Record; 2024.

- World Health Organization. Dengue Vaccines: Global Advisory Committee on Vaccine Safety. WHO; 2025.

- European Medicines Agency. Qdenga: EPAR—Product Information and Safety Overview. EMA; 2022, updated 2026.

- Centers for Disease Control and Prevention. Dengvaxia Vaccine Safety and Efficacy. CDC; 2024.

- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Apa Itu KIPI? Kemenkes RI; 2023.

- World Health Organization. Pneumococcal Conjugate Vaccines: WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record; 2025.