20 Agustus 2026
Dosis Kedua Vaksin Hepatitis A Terlambat, Haruskah Mengulang dari Awal?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: vaksin hepatitis A, Vaksin Catch-up, Hepatitis A, Imunisasi Kejar
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Susanti Himawan, Sp. A
Jadwal vaksin anak terkadang terlewat karena anak sedang sakit, orang tua lupa, vaksin tidak tersedia, atau ada kendala lain. Salah satu pertanyaan yang kemudian sering muncul adalah: jika dosis kedua vaksin hepatitis A terlambat, apakah anak harus mengulang vaksinasi dari dosis pertama?
Jawabannya adalah tidak perlu mengulang dari awal. Anak cukup mendapatkan dosis kedua sesegera mungkin setelah interval minimal terpenuhi. Dosis pertama yang sudah diberikan tetap dihitung sebagai dosis yang sah. Panduan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yang sejalan dengan prinsip imunisasi kejar IDAI, secara jelas menyebutkan bahwa jika dosis pertama telah diberikan lebih dari enam bulan sebelumnya, dosis kedua dapat segera diberikan tanpa mengulangi dosis pertama.
Berikut penjelasan mengenai jadwal, interval antardosis, perlindungan setelah dosis pertama, serta tindakan yang perlu dilakukan jika vaksinasi hepatitis A anak terlambat.
Jadwal Normal Vaksin Hepatitis A
Vaksin hepatitis A inaktif umumnya diberikan kepada anak dalam seri dua dosis. Jadwal dasarnya adalah:
Sebagai contoh, jika anak menerima dosis pertama saat berusia 12 bulan, dosis kedua dapat diberikan mulai usia 18 bulan.
Jadwal yang dianjurkan dapat sedikit berbeda menurut produk. Sebagian vaksin mempunyai jadwal dosis kedua pada 6–12 bulan setelah dosis pertama, sedangkan produk lainnya menggunakan rentang 6–18 bulan. Meskipun demikian, interval minimal dua dosis vaksin hepatitis A tunggal umumnya enam bulan. Tenaga kesehatan akan menyesuaikan jadwal berdasarkan nama produk, usia anak, riwayat vaksinasi, dan rekomendasi yang berlaku.
Jika Dosis Kedua Vaksin Hepatitis A Terlambat, Apakah Harus Mengulang?
Tidak. Ketika dosis kedua vaksin hepatitis A terlambat, seri vaksinasi cukup dilanjutkan dari dosis yang belum diberikan.
Rekomendasi Advisory Committee on Immunization Practices yang dipublikasikan CDC menyatakan bahwa seri vaksin hepatitis A yang terputus tidak perlu dimulai kembali, berapa pun usia penerimanya. Dosis pertama tetap membentuk dasar respons imun, sedangkan dosis kedua diberikan untuk memperkuat dan memperpanjang perlindungan.
Langkah yang perlu dilakukan adalah:
1. Cari catatan tanggal pemberian dosis pertama.
2. Buat janji vaksinasi sesegera mungkin.
3. Bawa buku KIA atau kartu imunisasi.
4. Sampaikan kondisi kesehatan dan riwayat alergi anak kepada tenaga kesehatan.
5. Berikan dosis kedua sesuai penilaian dokter tanpa mengulang dosis pertama.
Prinsip "lanjutkan, jangan mengulang" juga tercantum dalam tabel imunisasi kejar WHO yang diperbarui pada Desember 2025.
Berapa Lama Dosis Kedua Boleh Terlambat?
Tidak ada batas keterlambatan yang otomatis membuat dosis pertama menjadi tidak berlaku. Apabila intervalnya telah melewati enam bulan, dosis kedua dapat diberikan sesegera mungkin.
Panduan WHO untuk vaksin hepatitis A inaktif menyebutkan bahwa interval pada jadwal dua dosis cukup fleksibel. Dosis kedua umumnya diberikan 6–18 bulan setelah dosis pertama, tetapi interval tersebut dapat diperpanjang dalam keadaan tertentu.
CDC juga melaporkan bahwa respons terhadap dosis kedua yang tertunda selama 20–31 bulan pada penerima berusia di atas dua tahun tetap sebanding dengan respons pada jadwal berlisensi. Pada penelitian terhadap orang dewasa, respons yang baik juga ditemukan ketika dosis kedua tertunda beberapa tahun. Data pada orang dewasa tersebut tidak serta-merta menjadi jadwal ideal untuk anak, tetapi mendukung prinsip bahwa seri yang terputus tidak perlu diulang.
Walaupun keterlambatan tidak membatalkan dosis pertama, sebaiknya jangan sengaja menunda. Semakin cepat seri dilengkapi, semakin cepat pula anak memperoleh perlindungan jangka panjang yang optimal.
Contoh Jadwal jika Vaksin Hepatitis A Terlambat
Berikut beberapa contoh untuk membantu orang tua memahami jadwal lanjutan:
Dosis Pertama Diberikan 8 Bulan Lalu
Karena interval minimal enam bulan telah terpenuhi, dosis kedua dapat diberikan sekarang. Tidak perlu mengulang dosis pertama.
Dosis Pertama Diberikan 18 Bulan Lalu
Anak dapat memperoleh dosis kedua sesegera mungkin. Dosis pertama tetap sah dan seri tidak perlu dimulai kembali.
Dosis Pertama Diberikan Beberapa Tahun Lalu
Dosis kedua tetap dapat diberikan setelah tenaga kesehatan memeriksa catatan vaksinasi. Panduan CDC menyatakan bahwa seri yang terputus tidak perlu diulang hanya karena intervalnya terlalu panjang.
Tanggal Dosis Pertama Tidak Diketahui
Periksa buku KIA, kartu imunisasi, catatan rumah sakit, klinik, puskesmas, atau aplikasi kesehatan yang digunakan. Jika bukti vaksinasi tidak ditemukan, dokter akan menentukan langkah yang paling tepat berdasarkan riwayat anak.
Apakah Anak Masih Terlindungi setelah Satu Dosis?
Dosis pertama telah memberikan perlindungan awal yang kuat kepada sebagian besar penerima vaksin. CDC menjelaskan bahwa lebih dari 90% orang yang divaksin membentuk kadar antibodi yang berkaitan dengan perlindungan sekitar satu bulan setelah dosis pertama.
Namun, dosis kedua tetap penting untuk:
- Memperkuat respons kekebalan
- Memperpanjang masa perlindungan
- Meningkatkan kadar antibodi
- Melengkapi seri vaksinasi sesuai jadwal dua dosis.
Jadi, dosis pertama bukan berarti sia-sia ketika dosis kedua terlambat. Meski demikian, orang tua tetap perlu melengkapi vaksinasi agar perlindungan anak lebih optimal dan bertahan lama.
Apakah Perlu Tes Antibodi Sebelum Dosis Kedua?
Pada anak sehat, pemeriksaan antibodi hepatitis A sebelum atau setelah vaksinasi rutin umumnya tidak diperlukan. Catatan vaksinasi biasanya sudah cukup untuk menentukan dosis berikutnya.
Pemeriksaan serologi mungkin dipertimbangkan oleh dokter pada kondisi khusus, misalnya:
- Anak mempunyai gangguan sistem kekebalan
- Anak sedang atau pernah menjalani terapi imunosupresif
- Terdapat keraguan mengenai respons vaksin
- Riwayat vaksinasi tidak jelas dan anak diduga pernah terinfeksi
- Anak memiliki penyakit hati tertentu
- Terdapat pertimbangan medis khusus lainnya
Keputusan melakukan tes antibodi sebaiknya dibuat berdasarkan penilaian dokter, bukan semata-mata karena dosis kedua terlambat.
Bagaimana jika Merek Vaksin yang Sama Tidak Tersedia?
Seri yang dimulai dengan satu merek vaksin hepatitis A tunggal umumnya dapat diselesaikan menggunakan vaksin hepatitis A tunggal dari merek lain yang sesuai untuk usia penerima. CDC menyatakan bahwa vaksin hepatitis A tunggal memiliki imunogenisitas serupa dan seri dapat diselesaikan menggunakan produk lain apabila produk sebelumnya tidak tersedia.
Namun, tenaga kesehatan tetap perlu memeriksa jenis vaksin pertama, apakah vaksin tersebut vaksin tunggal atau kombinasi,
formulasi anak atau dewasa, dosis yang diberikan, dan interval sejak dosis sebelumnya.
Jangan menyamakan vaksin hepatitis A tunggal dengan vaksin kombinasi hepatitis A–hepatitis B karena jadwal serta batas usianya dapat berbeda.
Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Sekarang?
Jika dosis kedua vaksin hepatitis A terlambat, lakukan langkah berikut:
1. Temukan bukti pemberian dosis pertama.
2. Catat berapa lama interval yang telah berlalu.
3. Hubungi dokter, puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
4. Jadwalkan dosis kedua sesegera mungkin.
5. Pastikan nama vaksin dan tanggal pemberian dicatat.
6. Simpan salinan digital catatan imunisasi untuk mengantisipasi dokumen hilang.
Anak yang sedang sakit ringan, seperti pilek tanpa kondisi berat, sering kali tetap dapat divaksin. Namun, tenaga kesehatan dapat menunda vaksinasi apabila anak sedang mengalami penyakit sedang atau berat.
FAQ tentang Vaksin Hepatitis A Terlambat
Q: Dosis kedua terlambat satu bulan, apakah perlu mengulang?
A: Tidak. Jika interval minimal enam bulan dari dosis pertama telah terpenuhi, dosis kedua dapat diberikan sekarang tanpa mengulang dosis pertama.
Q: Terlambat satu tahun, apakah dosis pertama masih berlaku?
A: Ya. Seri vaksinasi yang terputus tidak perlu dimulai kembali. Berikan dosis kedua sesegera mungkin setelah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Q: Bagaimana jika anak sudah berusia sekolah?
A: Anak yang telah menerima satu dosis tetap dapat melanjutkan dosis kedua. Usia yang bertambah tidak otomatis membatalkan dosis pertama.
Q: Apakah boleh menunggu sampai pemeriksaan kesehatan berikutnya?
A: Secara medis, seri tidak perlu diulang karena terlambat. Namun, sebaiknya dosis kedua diberikan sesegera mungkin dan tidak sengaja ditunda agar perlindungan jangka panjang segera lengkap.
Q: Apakah setelah dua dosis anak membutuhkan booster lagi?
A: Booster rutin tidak dianjurkan untuk anak sehat yang telah menyelesaikan seri vaksin hepatitis A. Anak dengan gangguan kekebalan atau kondisi medis tertentu mungkin membutuhkan evaluasi individual.
Apabila dosis kedua vaksin hepatitis A terlambat, anak pada umumnya tidak perlu mengulang vaksinasi dari awal. Dosis pertama tetap dihitung, sedangkan dosis kedua dapat diberikan sesegera mungkin setelah interval minimal enam bulan terpenuhi.
Keterlambatan tidak sama dengan pemberian dosis yang terlalu cepat. Jika dosis kedua justru diberikan sebelum interval minimum, tenaga kesehatan perlu memeriksa apakah dosis tersebut sah atau harus diulang.
Bawa catatan imunisasi saat berkonsultasi agar dokter dapat memastikan jenis vaksin, tanggal pemberian, dan dosis lanjutan yang tepat. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan maupun rekomendasi langsung dari tenaga kesehatan.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Panduan Imunisasi Kejar Anak. Jakarta: IDAI; 2024.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Imunisasi Kejar. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
3. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis A Vaccine: In Case of a Delayed Dose. Atlanta: CDC; 2024
4. Centers for Disease Control and Prevention. Prevention of Hepatitis A Virus Infection: Recommendations of the Advisory Committee on Immunization Practices. MMWR Recommendations and Reports; 2020.
5. Centers for Disease Control and Prevention. Timing and Spacing of Immunobiologics. Atlanta: CDC; 2024.
6. World Health Organization. Recommendations for Interrupted or Delayed Routine Immunization. Geneva: WHO; December 2025.
7. Salgado F, et al. One or Two Doses of Hepatitis A Vaccine in Universal Vaccination Programs in Children: A Systematic Review. Vaccine; 2022;40(2):196–205.
8. Ott JJ, Irving G, Wiersma ST. Long-Term Protective Effects of Hepatitis A Vaccines: A Systematic Review. Vaccine; 2012;31(1):3–11.







