Meta Pixel

22 Mei 2026

Manfaat, Jadwal & Efek Samping seputar Vaksin Pneumonia Anak (PCV)

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin PCV, Pneumonia, Vaksin Pneumonia

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Vaksin pneumonia anak atau PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah salah satu vaksin terpenting dalam jadwal imunisasi anak. Menurut WHO (2019), pneumonia merenggut nyawa sekitar 740.000 anak di bawah usia 5 tahun setiap tahunnya, menjadikannya penyebab kematian infeksi terbesar pada anak di dunia. Penelitian O'Brien et al. (Lancet, 2009) memperkirakan bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus) bertanggung jawab atas 735.000 kematian anak per tahun secara global. Di Indonesia, Kemenkes RI memasukkan PCV ke dalam program imunisasi nasional gratis sejak 2023. Artikel ini membahas manfaat vaksin PCV, perbedaan jenisnya, jadwal lengkap, efek samping, dan kapan harus segera ke dokter. 

Apa Itu Pneumonia dan Mengapa Berbahaya untuk Anak? 

Pneumonia adalah infeksi pada jaringan paru-paru yang menyebabkan kantong udara (alveoli) terisi cairan atau nanah, sehingga anak kesulitan bernapas. Pada bayi dan balita, sistem imun yang belum matang membuat infeksi bisa berkembang dari ringan menjadi berat dalam hitungan jam. 

Gejala Pneumonia vs Batuk Pilek Biasa: Tabel Perbandingan 

Banyak orang tua sulit membedakan pneumonia dengan batuk pilek biasa. Gunakan tabel ini sebagai panduan awal:

GEJALA 

BATUK PILEK BIASA 

PNEUMONIA — WASPADAI

Batuk 

Ringan–sedang, membaik 7–10 hari 

Batuk terus-menerus, tidak membaik

Demam 

Ringan, <38,5°C, singkat 

>38,5°C, berlangsung lebih dari 3 hari

Napas 

Normal 

■ Napas CEPAT: >60x/menit (bayi), >50x/menit (1–5 thn)

Dinding dada 

Normal 

■ Tarikan dinding dada ke dalam saat napas

Warna bibir/kuku 

Normal (merah muda) 

■ Kebiruan (sianosis) — darurat medis!

Kondisi umum 

Masih aktif, mau makan 

Lemas, menolak makan/minum, mengantuk berlebihan

Tindakan 

Observasi di rumah, cukupi cairan 

Segera ke IGD atau dokter anak

■ Tanda Darurat: Segera ke IGD: Napas cepat, tarikan dinding dada, bibir atau kuku kebiruan, anak tidak bisa minum, atau kesadaran menurun. Pneumonia pada bayi bisa memburuk dalam hitungan jam.


Apa Itu Vaksin PCV dan Apa Saja yang Dilindunginya? 

Vaksin PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) mengandung fragmen kapsul bakteri Streptococcus pneumoniae yang dilemahkan, sehingga melatih sistem imun anak untuk melawan bakteri ini tanpa menyebabkan penyakit. Penting dipahami: PCV tidak mencegah semua pneumonia (pneumonia akibat virus seperti RSV atau influenza tidak dicegah oleh PCV), tapi mencegah pneumonia dan infeksi serius lainnya yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus. 

■■ Pneumonia bakteri: terutama lobar pneumonia yang menyebabkan rawat inap 

■■ Meningitis pneumokokus: radang selaput otak dengan risiko kematian dan kecacatan tinggi

■■ Sepsis (bakteremia): infeksi darah yang mengancam jiwa 

■■ Otitis media akut: infeksi telinga tengah yang menyebabkan nyeri dan gangguan pendengaran

■■ Sinusitis bakteri: komplikasi infeksi saluran napas atas 

Perbedaan PCV10, PCV13, PCV15, dan PCV20: Mana yang Terbaik? 

Angka setelah 'PCV' menunjukkan jumlah serotipe bakteri pneumokokus yang dicakup oleh vaksin tersebut. Semakin banyak serotipe, semakin luas perlindungannya:

VAKSIN 

SEROTIPE DICAKUP 

KETERSEDIAAN DI 

INDONESIA

REKOMENDASI

PCV10 

10 serotipe (termasuk serotipe 1, 5, 6B, 14, 19F, 23F)

Program pemerintah 

(Puskesmas)

Program gratis Kemenkes RI sejak 2023

PCV13 

(Prevenar 

13)

13 serotipe (PCV10 + tambahan 3A, 6A, 19A)

Klinik & RS swasta 

IDAI merekomendasikan jika tersedia; serotipe 19A relevan di Asia

PCV15 (Vax neuvance)

15 serotipe (PCV13 + 22F, 33F) 

Terbatas, mulai tersedia di Indonesia

Cakupan lebih luas; pilihan jika tersedia dan mampu

PCV20 

(Prevnar 20)

20 serotipe (PCV15 + 5 serotipe baru)

Belum umum tersedia di 

Indonesia

Generasi terbaru; belum masuk jadwal IDAI rutin

■ Rekomendasi Praktis: Jika akses ke Puskesmas, gunakan PCV10 yang tersedia gratis, ini sudah sangat efektif. Jika memilih vaksin berbayar, PCV13 atau PCV15 memberikan cakupan serotipe lebih luas. Diskusikan pilihan terbaik dengan dokter anak sesuai kondisi dan budget keluarga.


Jadwal Vaksin PCV Lengkap Berdasarkan IDAI 2023 

USIA PEMBERIAN 

DOSIS 

CATATAN

2 bulan 

Dosis 1 (Primer) 

Bersamaan DPT-HB-Hib dan Polio: aman diberikan bersamaan

3 bulan 

Dosis 2 (Primer) 

Interval min. 4 minggu dari dosis sebelumnya

4 bulan 

Dosis 3 (Primer) 

Menyelesaikan seri primer, membangun proteksi dasar

12 bulan 

Dosis 4 (Booster) 

Booster krusial, meningkatkan dan mempertahankan imunitas jangka panjang


Jadwal Catch-Up (Kejar) Jika Terlambat 

USIA MULAI VAKSIN 

JADWAL YANG DIREKOMENDASIKAN

2–6 bulan 

3 dosis primer (interval 4 minggu) + 1 booster usia 12–15 bulan

7–11 bulan 

2 dosis primer (interval 4 minggu) + 1 booster usia 12–15 bulan

12–23 bulan 

2 dosis (interval 8 minggu)

24 bulan–5 tahun 

1 dosis tunggal (untuk anak sehat tanpa risiko tinggi)


Siapa Saja yang Dianjurkan Mendapat Vaksin PCV? 

Rekomendasi Rutin (Semua Anak) 

Semua bayi direkomendasikan mendapat PCV sesuai jadwal IDAI, dimulai usia 2 bulan. PCV kini gratis di Puskesmas, tidak ada alasan untuk menundanya. 

Prioritas Tinggi (Kelompok Risiko Khusus) 

■■ Bayi prematur: sistem imun lebih rentan, jadwal tetap mulai usia 2 bulan 

■■ Anak dengan HIV/AIDS: pneumokokus lebih berbahaya pada imunokompromi 

■■ Anak dengan penyakit jantung bawaan: infeksi paru berisiko fatal 

■■ Asplenia (tanpa limpa): sangat rentan terhadap infeksi pneumokokus berat 

■■ Penyakit kronis lain: gagal ginjal kronik, diabetes, penyakit paru kronis 

■■ Anak di lingkungan daycare/PAUD: risiko transmisi antar anak lebih tinggi 

Efek Samping Vaksin PCV: Normal vs Perlu Perhatian

EFEK SAMPING 

FREKUENSI 

DURASI 

TINDAKAN

Nyeri/kemerahan di tempat suntikan

Sangat umum 

(>30%)

1–3 hari 

Kompres dingin, tidak perlu obat

Demam ringan–sedang 

(<38,5°C)

Umum (20–30%) 

1–2 hari 

Paracetamol jika tidak nyaman; cukup cairan

Rewel / menangis 

Umum 

1–2 hari 

Normal, cukup berikan kenyamanan

Nafsu makan turun sementara 

Umum 

1–2 hari 

Akan pulih sendiri

Demam tinggi (>39°C) 

Tidak umum 

(<5%)

1–2 hari 

Paracetamol; hubungi dokter jika >3 hari

Reaksi alergi berat (anafilaksis) 

Sangat jarang 

(<1:1 juta dosis)

Dalam 

15–30 menit

Tetap di fasilitas vaksinasi 15–30 menit setelah suntik

■ Yang Perlu Diingat: Demam dan nyeri setelah vaksin PCV adalah tanda bahwa sistem imun anak sedang aktif membangun pertahanan, bukan tanda vaksin berbahaya. Risiko efek samping serius vaksin PCV jauh lebih kecil dibandingkan risiko komplikasi pneumonia berat yang dicegahnya.


Selain Vaksin PCV: Langkah Pencegahan Pneumonia Lainnya 

✔ ASI eksklusif 6 bulan pertama: IgA dan faktor imun dalam ASI melindungi saluran napas bayi dari infeksi bakteri dan virus 

✔ Lengkapi semua vaksin: Vaksin influenza, Hib (dalam DPT-HB-Hib), dan campak juga berperan dalam pencegahan pneumonia 

✔ Hindari asap rokok: Second-hand dan third-hand smoke merusak silia saluran napas dan meningkatkan risiko infeksi 2–4x lipat 

✔ Cuci tangan rutin: Sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, setelah ke toilet, dan saat tiba dari luar

✔ Perbaiki ventilasi rumah: Udara dalam ruangan yang buruk meningkatkan konsentrasi patogen; pastikan sirkulasi udara baik 

✔ Gizi seimbang: Kurang gizi, terutama defisiensi vitamin A dan zinc, secara signifikan meningkatkan kerentanan terhadap pneumonia 

FAQ: Pertanyaan Orang Tua Seputar Vaksin Pneumonia 

Q: Apakah vaksin PCV sudah gratis di Indonesia? 

A: Ya. Sejak 2023, Kementerian Kesehatan RI memasukkan PCV ke dalam program imunisasi nasional sehingga tersedia gratis di Puskesmas. Sebelumnya hanya tersedia di fasilitas swasta dengan biaya Rp700 ribu–Rp1,5 juta per dosis. Namun vaksin yang tersedia di program pemerintah adalah PCV10, untuk PCV13 atau lebih, perlu ke klinik/RS swasta. Agar lebih mudah dan praktis, MomDad bisa melakukan booking vaksin PCV melalui aplikasi PrimaKu.

Q: Apakah vaksin PCV sama dengan vaksin Hib? 

A: Tidak sama. Vaksin Hib (dalam kombinasi DPT-HB-Hib) melindungi dari bakteri Haemophilus influenzae tipe b yang JUGA bisa menyebabkan meningitis dan pneumonia. Sedangkan PCV melindungi dari Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). Keduanya berbeda bakteri, sehingga saling melengkapi dan keduanya perlu diberikan. 

Q: Berapa kali vaksin PCV diberikan? 

A: Jadwal standar IDAI: 4 dosis total, 3 dosis primer di usia 2, 3, dan 4 bulan, ditambah 1 dosis booster di usia 12 bulan. Jika terlambat dimulai, jadwal catch-up disesuaikan usia anak, tidak perlu mengulang dari awal. 

Q: Apakah anak yang sudah pernah pneumonia tetap perlu divaksin PCV? 

A: Ya, tetap dianjurkan. Pneumonia sebelumnya mungkin disebabkan oleh serotipe yang berbeda dari yang dicakup vaksin, atau oleh virus (bukan bakteri). Vaksin PCV memberikan perlindungan terhadap 10–20 serotipe pneumokokus yang paling sering menyebabkan infeksi berat. Konsultasikan dengan dokter anak untuk konfirmasi. 

Q: Bolehkah anak yang sedang batuk pilek mendapat vaksin PCV?

A: Batuk pilek ringan tanpa demam atau demam rendah bukan alasan untuk menunda PCV. Penelitian menunjukkan respons imun terhadap vaksin tidak terganggu oleh infeksi ringan. Tunda hanya jika anak demam >38°C, tampak lemas, atau sakit sedang–berat. Konsultasikan kondisi anak ke petugas kesehatan sebelum vaksinasi. 


Referensi:

1. World Health Organization (WHO). Pneumococcal Disease and Vaccines. WHO Position Paper. Weekly Epidemiological Record. 2019;94(14):173–194. 

2. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Pneumococcal Vaccination: What Everyone Should Know. CDC; 2024.

3. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun. IDAI; 2023. 

4. Kementerian Kesehatan RI. Program Imunisasi Nasional: Penambahan PCV. Kemenkes RI; 2023.

5. American Academy of Pediatrics (AAP). Pneumococcal Infections. In: Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases. 32nd ed. AAP; 2021. 

6. O'Brien KL, Wolfson LJ, Watt JP, et al. Burden of disease caused by Streptococcus pneumoniae in children younger than 5 years. Lancet. 2009;374(9693):893–902. 

7. UNICEF. Pneumonia and Child Health: Protecting Every Child's Right to Breathe. UNICEF; 2022.

8. Madhi SA, et al. Pneumococcal conjugate vaccine impact in South Africa: a comparison of two different vaccination schedules. Vaccine. 2014;32(S1):A56–A61. 

9. Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2022. Kemenkes RI; 2023.