24 September 2026
Vaksin Bersamaan untuk Mengejar Jadwal, Bolehkah?
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Vaksinasi, Imunisasi Catch Up, Imunisasi Kejar, Jadwal Imunisasi
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Vaksin bersamaan boleh diberikan untuk mengejar jadwal imunisasi anak yang tertinggal, selama jenis vaksin, usia, interval dosis, kondisi kesehatan, dan kontraindikasinya telah dinilai tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan RI menyebut imunisasi ganda telah diterapkan di lebih dari 160 negara dan aman bila diberikan sesuai prosedur. Artikel ini membantu MomDad memahami manfaatnya, aturan pentingnya, efek samping yang mungkin muncul, serta kapan vaksin perlu ditunda.
Apa Itu Vaksin Bersamaan dan Imunisasi Kejar?
Vaksin bersamaan atau imunisasi ganda adalah pemberian lebih dari satu jenis vaksin dalam satu kunjungan. Setiap vaksin suntik diberikan dengan alat suntik dan lokasi penyuntikan terpisah. Ini berbeda dari vaksin kombinasi, yaitu beberapa antigen yang memang diproduksi dalam satu sediaan resmi, misalnya DPT-HB-Hib.
Imunisasi kejar adalah upaya melengkapi dosis yang terlambat atau terlewat berdasarkan usia anak dan riwayat imunisasinya. Tujuannya bukan memasukkan sebanyak mungkin vaksin sekaligus, melainkan memberikan dosis yang memang sudah jatuh tempo dengan interval yang valid agar perlindungan terbentuk secepat mungkin.
Bolehkah Anak Mendapat Beberapa Vaksin Sekaligus?
Ya, pada umumnya boleh. WHO, CDC, Kemenkes RI, ITAGI, dan IDAI mendukung pemberian beberapa vaksin dalam satu kunjungan bila sesuai indikasi. Penelitian dan pengalaman program imunisasi menunjukkan bahwa pemberian vaksin secara bersamaan tidak membebani sistem imun anak dan tidak mengurangi efektivitas sebagian besar vaksin.
Manfaat utamanya adalah anak lebih cepat terlindungi, jumlah kunjungan berkurang, dan risiko kembali terlambat menjadi lebih kecil. Ini penting karena menunda dosis berarti memperpanjang masa ketika anak belum terlindungi optimal dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.
Apakah semua vaksin dicampur dalam satu suntikan?
Tidak. Vaksin yang berbeda tidak boleh dicampur sendiri dalam satu alat suntik, kecuali produk kombinasi yang telah diproduksi dan disetujui untuk tujuan tersebut. Pada imunisasi ganda, setiap vaksin menggunakan spuit sendiri dan disuntikkan pada lokasi berbeda; bila berada pada anggota gerak yang sama, lokasi umumnya dipisahkan sekitar 2,5 cm.
Apakah sistem imun anak akan kewalahan?
Tidak. Sistem imun anak setiap hari menghadapi jauh lebih banyak antigen dari makanan, udara, permukaan, dan mikroorganisme di sekitarnya. Vaksin hanya menghadirkan antigen terpilih dalam jumlah terukur untuk melatih respons imun. CDC menegaskan bahwa beberapa vaksin anak dapat diberikan pada waktu yang sama dan telah terbukti aman.
Aturan Penting saat Mengejar Jadwal Vaksin
- Seri vaksin biasanya tidak perlu dimulai ulang
Jika jarak antar dosis lebih panjang dari jadwal, dosis sebelumnya umumnya tetap dihitung. Tenaga kesehatan akan melanjutkan dosis berikutnya sesuai usia serta interval minimal. Memberikan ulang seluruh seri tanpa indikasi dapat menambah biaya dan suntikan yang tidak diperlukan.
- Interval minimal tetap harus dipenuhi
Setiap seri vaksin memiliki usia minimal dan jarak minimal antardosis. Dosis yang diberikan terlalu cepat bisa tidak dianggap valid. Karena itu, rencana vaksin kejar harus dibuat dari catatan dosis aktual—bukan hanya berdasarkan usia anak saat ini.
- Perhatikan aturan vaksin hidup
Dua vaksin hidup suntik, seperti MMR/MR dan varisela, dapat diberikan pada hari yang sama. Jika tidak diberikan bersamaan, keduanya umumnya perlu dipisahkan minimal 28 hari agar respons imun tidak saling mengganggu. Aturan ini tidak otomatis berlaku pada semua vaksin hidup oral; dokter akan menilai produk yang digunakan.
- Vaksin inaktif lebih fleksibel
Vaksin nonhidup atau inaktif umumnya dapat diberikan bersamaan dengan vaksin nonhidup maupun vaksin hidup, atau kapan saja sebelum maupun sesudahnya. Namun, beberapa kondisi dan kombinasi tertentu mempunyai aturan khusus sehingga keputusan tetap perlu mengikuti pedoman dan penilaian dokter.
Apa Efek Sampingnya jika Vaksin Diberikan Bersamaan?
Efek samping yang paling sering adalah nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan di lokasi suntikan, demam, rewel, mengantuk, dan nafsu makan sementara menurun. Karena terdapat beberapa lokasi suntikan, keluhan lokal dapat muncul di lebih dari satu tempat. Umumnya keluhan ringan membaik dalam satu hingga tiga hari.
Pemberian beberapa vaksin sekaligus tidak berarti efek samping berbahaya akan berlipat. Akan tetapi, profil reaksi berbeda pada setiap vaksin dan anak. Dokter dapat menjelaskan reaksi yang lazim serta langkah perawatan di rumah. Jangan memberikan obat penurun demam sebelum vaksin secara rutin kecuali dianjurkan tenaga kesehatan.
Tanda KIPI yang memerlukan pertolongan segera:
- Sesak napas, suara mengi, atau bibir dan wajah membengkak.
- Anak sangat lemas, sulit dibangunkan, kejang, atau tidak merespons.
- Demam tinggi menetap atau kondisi anak memburuk cepat.
- Menangis terus-menerus, tidak mau minum, atau tanda dehidrasi.
- Reaksi alergi berat setelah vaksin sangat jarang, tetapi membutuhkan pertolongan medis segera. Setelah imunisasi, ikuti waktu observasi yang dianjurkan fasilitas kesehatan dan simpan informasi produk serta tanggal pemberian vaksin.
Kapan Vaksin Perlu Ditunda atau Diatur Khusus?
Pilek ringan, batuk ringan, atau demam rendah biasanya bukan alasan otomatis untuk menunda vaksin. Sebaliknya, vaksin dapat perlu ditunda atau disusun khusus pada anak yang sedang sakit sedang hingga berat, pernah mengalami reaksi alergi berat terhadap dosis atau komponen vaksin, memiliki gangguan kekebalan tertentu, sedang menjalani terapi imunosupresif, baru menerima produk darah tertentu, atau mempunyai kondisi medis khusus.
Vaksin hidup umumnya tidak diberikan pada sebagian anak dengan gangguan kekebalan berat. Keputusan tidak boleh dibuat hanya dari daftar umum karena tingkat keparahan penyakit, obat yang digunakan, dan jenis vaksin sangat menentukan. Konsultasikan dengan dokter anak sebelum kunjungan jika anak memiliki kondisi tersebut.
Cara Menyiapkan Kunjungan Imunisasi Kejar
1. Kumpulkan buku KIA, kartu imunisasi, foto catatan vaksin, atau dokumen dari fasilitas kesehatan sebelumnya.
2. Catat nama vaksin, tanggal, jumlah dosis, dan bila tersedia merek atau produk yang digunakan.
3. Sampaikan riwayat alergi, KIPI sebelumnya, penyakit kronis, transfusi, serta obat yang sedang digunakan.
4. Minta dokter menyusun daftar vaksin yang diberikan hari itu dan jadwal dosis berikutnya.
5. Simpan catatan terbaru dan pasang pengingat agar dosis lanjutan tidak kembali terlewat.
Bila catatan imunisasi tidak lengkap, jangan menebak sendiri. Dokter akan menentukan strategi berdasarkan bukti yang tersedia, usia, risiko penyakit, serta pedoman yang berlaku.
Jika jadwal vaksin anak sempat tertunda ,MomDad dapat berkonsultasi dengan dokter untuk menyusun jadwal kejar atau catch-up vaccination sesuai usia dan riwayat imunisasi anak. Dalam kondisi tertentu, beberapa vaksin juga dapat diberikan pada kunjungan yang sama agar perlindungan anak dapat dilengkapi tanpa harus menunggu terlalu lama.
Untuk membantu mengejar jadwal vaksin anak, MomDad juga dapat melakukan booking vaksin melalui PrimaKu. Pilih vaksin yang dibutuhkan dan atur jadwal kunjungan sesuai ketersediaan. Jika masih ragu vaksin apa yang perlu dikejar, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter agar jadwal imunisasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak. Klik banner di atas untuk cari tahu promo vaksin atau cek di sini.
FAQ tentang Vaksin Bersamaan dan Imunisasi Kejar
Q: Berapa banyak vaksin yang boleh diberikan dalam satu kunjungan?
A: Tidak ada satu angka yang berlaku untuk semua anak. Jumlahnya bergantung pada vaksin yang jatuh tempo, usia, lokasi suntikan yang tersedia, kondisi kesehatan, serta pertimbangan dokter. Beberapa vaksin dapat diberikan pada kunjungan yang sama dengan spuit dan lokasi berbeda.
Q: Jika terlambat vaksin berbulan-bulan, apakah harus mengulang dari dosis pertama?
A: Umumnya tidak. Seri dilanjutkan dari dosis terakhir yang valid. Pengecualian dan kebutuhan dosis tambahan ditentukan oleh jenis vaksin, usia, riwayat dosis, dan kondisi khusus.
Q: Bolehkah MMR dan varisela diberikan bersamaan?
A: Boleh diberikan pada hari yang sama di lokasi berbeda. Bila tidak diberikan pada hari yang sama, vaksin hidup suntik tersebut umumnya perlu berjarak minimal 28 hari.
Q: Apakah demam ringan setelah imunisasi ganda normal?
A: Demam ringan dapat terjadi dan biasanya sementara. Pantau kondisi serta asupan cairan anak. Segera cari pertolongan jika demam tinggi menetap, anak sulit dibangunkan, sesak, kejang, atau tampak memburuk.
Q: Apakah vaksin kejar sama dengan dosis tambahan massal?
A: Tidak selalu. Vaksin kejar melengkapi dosis individu yang tertinggal. Imunisasi tambahan atau massal diberikan berdasarkan kebijakan kesehatan masyarakat dan dapat tetap diperlukan meskipun sebagian dosis rutin sudah diterima.
Q: Apakah anak yang sedang pilek boleh menerima beberapa vaksin?
A: Pilek ringan tanpa kondisi umum yang buruk biasanya bukan kontraindikasi. Namun, tenaga kesehatan tetap perlu menilai gejala, suhu, riwayat medis, dan jenis vaksin sebelum pemberian.
Boleh memberikan beberapa jenis vaksin sekaligus untuk mengejar jadwal yang tertinggal. Cara ini telah digunakan luas, dinilai aman dan efektif, serta membantu anak memperoleh perlindungan lebih cepat. Dosis yang terlambat umumnya cukup dilanjutkan tanpa mengulang seri dari awal, tetapi usia minimal, interval dosis, aturan vaksin hidup, dan kondisi kesehatan harus diperiksa terlebih dahulu.
Jangan menunda lebih lama karena khawatir anak menerima beberapa suntikan. Bawa catatan imunisasi dan diskusikan rencana vaksin kejar dengan dokter anak agar setiap dosis diberikan pada waktu yang valid dan sesuai kebutuhan.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun, Rekomendasi IDAI Tahun 2024. IDAI; 2025.
2. Hadinegoro SRS, dkk. Pedoman Imunisasi di Indonesia Edisi 7 Tahun 2024. Badan Penerbit IDAI; 2024.
3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Imunisasi Lebih dari Satu Jenis Vaksin Tidak Sebabkan Kematian. Kemenkes RI; 2024.
4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Lampiran 5: Pemberian Imunisasi Ganda. Kemenkes RI; 2020.
5. World Health Organization. Leave No One Behind: Guidance for Planning and Implementing Catch-Up Vaccination. WHO; 2021.
6. Centers for Disease Control and Prevention. Timing and Spacing of Immunobiologics. CDC; 2024.
7. Centers for Disease Control and Prevention. Multiple Vaccines at Once. CDC; 2024.
8. Centers for Disease Control and Prevention. Vaccine Administration: During Vaccination. CDC; 2025.



