12 Agustus 2026
Vaksin Catch-up Anak, Panduan Kejar Jadwal Imunisasi
Ditulis oleh

Dhia Priyanka
Topik: Imunisasi Catch Up, Vaksin Catch-up, Imunisasi Kejar, Imunisasi Susulan Anak
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Dini Mirasanti, Sp.A.
Vaksin catch-up adalah jadwal imunisasi kejar yang disusun dokter ketika anak melewatkan satu atau lebih dosis vaksin sesuai jadwal rutin. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan RI, anak yang jadwal imunisasinya tertunda tetap dapat memperoleh perlindungan penuh tanpa harus mengulang seluruh rangkaian vaksin dari awal, selama dosis lanjutan diberikan sesuai interval minimal yang direkomendasikan.
Ada yang tertunda karena sakit, kesibukan orang tua, keterbatasan akses layanan kesehatan, atau pindah domisili. Kabar baiknya, keterlambatan tersebut tidak selalu berarti anak harus mengulang seluruh rangkaian vaksin dari awal. Artikel ini membahas apa itu vaksin catch-up, kapan anak membutuhkannya, jadwal berdasarkan usia, serta cara mengejar imunisasi yang tertunda secara aman.
Apa Itu Vaksin Catch-up?
Vaksin catch-up atau catch-up vaccination adalah strategi pemberian imunisasi kepada anak yang terlambat menerima satu atau lebih dosis vaksin sesuai jadwal yang direkomendasikan.
Tujuan utamanya adalah memastikan anak tetap mendapatkan perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi tanpa harus mengulang seluruh seri vaksin.
Menurut rekomendasi internasional dari CDC dan WHO, serta panduan IDAI di Indonesia, seri vaksin tidak perlu dimulai ulang, berapa pun lamanya jeda antar dosis. Yang diperlukan hanyalah melanjutkan dosis berikutnya sesuai interval minimal yang dianjurkan.
Mengapa Anak Membutuhkan Imunisasi Susulan?
Ada berbagai alasan mengapa seorang anak memerlukan vaksin catch-up, antara lain:
- Terlewat jadwal imunisasi karena sakit.
- Orang tua lupa atau menunda jadwal vaksin.
- Baru pindah negara atau daerah dengan jadwal imunisasi berbeda.
- Riwayat imunisasi tidak lengkap atau buku KIA hilang.
- Terjadi gangguan akses ke fasilitas kesehatan.
- Anak baru mulai imunisasi pada usia yang lebih besar.
Apa pun penyebabnya, keterlambatan imunisasi sebaiknya segera dikonsultasikan kepada dokter agar perlindungan anak dapat segera dilengkapi.
Apakah Vaksin yang Terlewat Harus Diulang dari Awal?
Tidak. Ini merupakan salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan orang tua. Berdasarkan rekomendasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan panduan IDAI, seri vaksin tidak perlu diulang, meskipun telah terjadi keterlambatan yang cukup lama.
Sistem kekebalan tubuh tetap menyimpan "memori" terhadap dosis vaksin yang telah diberikan sebelumnya. Oleh karena itu, dokter hanya akan melanjutkan dosis berikutnya sesuai jadwal catch-up yang berlaku.
Jadwal Vaksin Catch-up Berdasarkan Usia Anak
Tidak ada satu jadwal yang berlaku untuk semua anak. Dokter akan mempertimbangkan beberapa hal berikut sebelum menyusun jadwal vaksin catch-up:
1. Usia Anak saat Ini
Usia menjadi faktor utama karena beberapa vaksin hanya dapat diberikan pada rentang usia tertentu. Sebagai contoh, rotavirus memiliki batas usia maksimal untuk memulai dan menyelesaikan vaksinasi, HPV memiliki rekomendasi usia tertentu, sementara DTaP, MMR, hepatitis B, atau polio memiliki jadwal catch-up tersendiri.
2. Riwayat Imunisasi Sebelumnya
Dokter akan melihat vaksin apa saja yang sudah pernah diterima dan dosis mana yang masih kurang. Oleh karena itu, buku KIA atau catatan imunisasi. termasuk riwayat yang tercatat di aplikasi PrimaKu, sangat penting dibawa saat konsultasi.
3. Interval Minimal Antar Dosis
Setiap vaksin memiliki jarak minimal antar pemberian dosis. Walaupun jadwal terlambat, interval minimal ini tetap harus dipenuhi agar respons imun terbentuk secara optimal.
4. Kondisi Kesehatan Anak
Pada beberapa kondisi medis tertentu, jadwal vaksin mungkin perlu disesuaikan oleh dokter.
Tabel Interval Vaksin Catch-up yang Perlu Diketahui
Berikut gambaran umum vaksin rutin anak yang memiliki panduan catch-up. Interval dan batas usia pasti tetap harus dikonfirmasi bersama dokter anak, karena dapat berbeda tergantung riwayat dosis sebelumnya.
Apakah Aman Memberikan Beberapa Vaksin Sekaligus?
Ya. Menurut berbagai pedoman imunisasi internasional dan rekomendasi IDAI, beberapa vaksin dapat diberikan dalam satu kunjungan apabila memang diperlukan untuk mengejar ketertinggalan jadwal.
Pemberian beberapa vaksin sekaligus telah diteliti selama bertahun-tahun dan terbukti aman serta tetap efektif dalam membentuk kekebalan tubuh. Selain mengurangi jumlah kunjungan ke fasilitas kesehatan, cara ini juga membantu anak lebih cepat memperoleh perlindungan terhadap berbagai penyakit.
Risiko Jika Vaksin Terus Ditunda
Semakin lama imunisasi tertunda, semakin lama pula anak berada dalam kondisi belum terlindungi secara optimal terhadap penyakit infeksi. Beberapa penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti campak, pertusis, pneumokokus, maupun hepatitis B, masih dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak kecil.
Karena itu, jika terdapat vaksin yang belum lengkap, sebaiknya segera lakukan konsultasi untuk menyusun jadwal vaksin catch-up.
Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi ke Dokter?
Segera konsultasikan dengan dokter apabila:
- Anak melewatkan satu atau lebih jadwal imunisasi.
- Buku imunisasi hilang atau tidak lengkap.
- Orang tua tidak yakin vaksin apa saja yang sudah diberikan.
- Anak baru pindah dari luar negeri.
- Anak memiliki kondisi medis khusus yang memerlukan penyesuaian jadwal imunisasi.
Dokter akan membantu menyusun jadwal vaksin catch-up yang sesuai sehingga anak dapat memperoleh perlindungan seoptimal mungkin.
FAQ seputar Vaksin Catch-up Anak
Q: Apakah vaksin catch-up berarti mengulang semua vaksin?
A: Tidak. Pada sebagian besar kasus, dokter hanya melanjutkan dosis yang belum diberikan tanpa mengulang seluruh seri vaksin.
Q:Apakah vaksin catch-up aman untuk anak?
A: Ya. Jadwal vaksin catch-up telah direkomendasikan oleh IDAI dan berbagai organisasi kesehatan dunia, serta disusun berdasarkan bukti ilmiah mengenai keamanan dan efektivitas vaksin.
Q: Apakah vaksin catch-up bisa dilakukan pada anak yang sudah besar?
A: Bisa. Bahkan remaja maupun orang dewasa masih dapat menjalani vaksin catch-up untuk vaksin tertentu sesuai rekomendasi usia dan riwayat imunisasi.
Q: Apakah semua jenis vaksin bisa dikejar kapan saja?
A: Sebagian besar bisa. Namun, beberapa vaksin seperti rotavirus memiliki batas usia maksimal sehingga tidak selalu dapat diberikan apabila sudah melewati usia tertentu.
Tidak semua anak dapat menjalani imunisasi tepat waktu. Namun, keterlambatan bukan berarti perlindungan anak sudah terlambat untuk dikejar. Melalui vaksin catch-up, dokter dapat menyusun jadwal imunisasi yang disesuaikan dengan usia, riwayat vaksinasi, dan kondisi kesehatan anak sehingga perlindungan terhadap berbagai penyakit tetap dapat dicapai.
Jika si Kecil memiliki jadwal imunisasi yang terlewat, jangan menunggu lebih lama. Semakin cepat vaksin catch-up dilakukan, semakin cepat pula perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi terbentuk.
Referensi:
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun Rekomendasi IDAI. Jakarta: IDAI; 2024.
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Imunisasi. Jakarta: Kemenkes RI; 2023.
3. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Catch-up Immunization Schedule for Children and Adolescents Who Start Late or Who Are More Than 1 Month Behind. Atlanta: CDC; 2024.
4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). General Best Practice Guidelines for Immunization. Atlanta: CDC; 2024.
5. World Health Organization (WHO). Immunization Agenda 2030. Geneva: WHO; 2021.
6. Advisory Committee on Immunization Practices (ACIP). Recommended Child and Adolescent Immunization Schedule. Atlanta: CDC; 2024.
7. American Academy of Pediatrics. Red Book: Report of the Committee on Infectious Diseases, 2024–2027 Edition. Itasca: AAP; 2024.



