Meta Pixel

23 Agustus 2026

Vaksin MR: Manfaat, Jadwal, Dosis, dan Efek Samping

Ditulis oleh

avatar

Dhia Priyanka

Topik: Vaksin MR, Jadwal Imunisasi, Dosis Vaksin, Efek Samping, Vaksinasi, Featured Articles

Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.

Vaksin MR (Measles and Rubella vaccine) adalah imunisasi untuk membantu mencegah campak dan rubella, dua penyakit akibat virus yang sama-sama mudah menular melalui percikan dan udara. Di halaman ini, MomDad akan memahami manfaat, jadwal, dosis, efek samping, serta tanda bahaya setelah imunisasi. Menurut WHO, vaksinasi campak diperkirakan telah mencegah hampir 59 juta kematian di dunia pada 2000-2024.

Campak dapat menyebabkan pneumonia, radang otak, kebutaan, hingga kematian. Rubella pada anak sering ringan, tetapi infeksi saat kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau sindrom rubella kongenital pada janin. Karena tidak ada pengobatan khusus yang menghilangkan kedua virus tersebut, imunisasi lengkap menjadi perlindungan utama. 


Apa Itu Vaksin MR? 

Vaksin MR mengandung virus campak dan rubella yang telah dilemahkan. Kandungan ini merangsang sistem imun membentuk antibodi tanpa menyebabkan penyakit seperti infeksi alaminya. MR berbeda dari MMR: vaksin MR melindungi terhadap campak dan rubella, sedangkan MMR juga mencakup gondongan (mumps). 

Kategori 

Keterangan

Jenis 

Vaksin virus hidup yang dilemahkan

Manfaat utama 

Mencegah campak dan rubella serta komplikasinya

Sasaran utama 

Anak sesuai jadwal imunisasi nasional; imunisasi kejar berdasarkan penilaian tenaga kesehatan

Dosis 

0,5 mL per dosis; rute mengikuti produk dan petunjuk tenaga kesehatan

Kehamilan 

Tidak diberikan saat hamil; konsultasikan rencana kehamilan dengan dokter


MMR (1).png


Manfaat Vaksin MR bagi Anak 

1. Mencegah campak dan komplikasinya. Dua dosis vaksin yang mengandung komponen campak sekitar 97% efektif mencegah campak; satu dosis sekitar 93% efektif menurut CDC.

2. Mencegah rubella. WHO menyatakan efektivitas satu dosis vaksin yang mengandung rubella setidaknya 95%. Pencegahan penularan juga melindungi ibu hamil dan janin dari risiko sindrom rubella kongenital.

3. Membantu membentuk perlindungan komunitas. Cakupan imunisasi tinggi mengurangi peluang virus menyebar, termasuk kepada bayi yang belum cukup umur atau orang yang tidak dapat menerima vaksin tertentu.

4. Mengurangi kesakitan, rawat inap, disabilitas, dan kematian. Kemenkes menegaskan imunisasi campak-rubella melindungi anak dari komplikasi berat dan merupakan bagian imunisasi rutin lengkap.


Jadwal Vaksin MR Anak di Indonesia 

Jadwal berikut mengacu pada program imunisasi rutin Kemenkes RI. Jadwal pribadi dapat berbeda bila anak terlambat imunisasi, memiliki kondisi khusus, akan bepergian, atau terjadi kejadian luar biasa. Bawa buku KIA/catatan imunisasi saat berkonsultasi. 


Usia/tahap 

Pemberian 

Tujuan

9 bulan 

Campak-Rubella dosis 1 

Imunisasi dasar

18 bulan 

Campak-Rubella dosis 2 

Imunisasi lanjutan/booster

Kelas 1 SD/sederajat 

Campak-Rubella 1 kali melalui BIAS 

Mempertahankan perlindungan usia sekolah

Jika jadwal vaksin MR terlewat:

Jangan memulai seri dari awal tanpa arahan. Datang ke puskesmas, klinik, atau dokter anak untuk menilai catatan imunisasi dan menyusun imunisasi kejar. Jarak serta jenis vaksin ditentukan berdasarkan usia, riwayat dosis, kondisi kesehatan, dan kebijakan setempat.


Dosis dan Cara Pemberian Vaksin MR 

Dosis standar vaksin campak-rubella adalah 0,5 mL per kali pemberian. Vaksin diberikan melalui suntikan subkutan atau intramuskular sesuai merek/produk, petunjuk penggunaan, dan kebijakan pelayanan. Penyuntikan harus dilakukan tenaga kesehatan dengan rantai dingin dan prosedur yang tepat.

Dosis tidak dihitung berdasarkan berat badan. Untuk imunisasi kejar atau kebutuhan khusus, tenaga kesehatan akan menentukan jumlah dosis dan interval yang sesuai. Pada vaksin MMR, CDC menetapkan interval minimum 28 hari bila dosis kedua diperlukan; jangan menerapkan interval ini sendiri pada anak tanpa evaluasi klinis.


Siapa yang Perlu Menunda atau Tidak Menerima Vaksin?

Kondisi 

Langkah

Sedang hamil 

Tunda vaksin hidup yang mengandung rubella; konsultasikan vaksin setelah melahirkan.

Alergi berat setelah dosis sebelumnya/komponen vaksin

Jangan lanjutkan sebelum dinilai dokter.

Gangguan kekebalan berat atau terapi imunosupresif

Perlu penilaian dokter karena vaksin MR adalah vaksin hidup.

Demam tinggi/penyakit akut sedang-berat 

Pemberian biasanya ditunda sampai kondisi membaik; tanyakan tenaga kesehatan.

Batuk-pilek ringan tanpa demam tinggi 

Sering kali bukan alasan menunda, tetapi tetap lakukan skrining sebelum imunisasi.


Efek Samping Vaksin MR 

Sebagian besar efek samping bersifat ringan dan sementara. Reaksi dapat muncul segera atau beberapa hari setelah imunisasi. CDC mencatat sekitar 5%-15% orang yang rentan dapat mengalami demam ringan dan/atau ruam ringan 7-12 hari setelah vaksin yang mengandung campak. 

Reaksi 

Yang dapat dilakukan 

Kapan waspada

Nyeri, kemerahan, atau bengkak ringan

Kompres dingin; gerakkan lengan/kaki dengan lembut

Bengkak meluas, sangat nyeri, atau bernanah

Demam ringan 

Cukup cairan, pakaian nyaman, pantau suhu

Demam tinggi, menetap, anak sangat lemas

Ruam ringan 

Pantau; umumnya mereda sendiri 

Disertai sesak, bengkak wajah, atau anak tampak sangat sakit

Rewel atau kurang nyaman 

Istirahat dan lanjutkan menyusu/makan sesuai toleransi

Tidak mau minum, tanda dehidrasi, penurunan kesadaran

Tanda bahaya - cari pertolongan segera 

Sesak napas; bengkak pada wajah atau tenggorokan; biduran menyeluruh; kejang; penurunan kesadaran; demam sangat tinggi; atau kondisi anak memburuk cepat. Reaksi alergi berat jarang, tetapi memerlukan pertolongan darurat.


Persiapan Sebelum dan Sesudah Imunisasi 

Sebelum 

Sesudah

Bawa buku KIA/ tunjukkan catatan imunisasi di aplikasi PrimaKu; beri tahu riwayat alergi, obat, penyakit, dan reaksi dosis sebelumnya; pastikan anak cukup makan/minum sesuai usia.

Tunggu observasi sesuai arahan fasilitas; catat tanggal dan jenis vaksin; pantau suhu, kondisi umum, dan area suntikan; gunakan obat hanya sesuai anjuran tenaga kesehatan.


FAQ seputar Vaksin MR 


Q: Apakah vaksin MR wajib untuk anak? 

A: Vaksin campak-rubella termasuk program imunisasi rutin nasional. Jadwalnya pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat. 


Q: Apa beda vaksin MR dan MMR? 

A: MR melindungi dari campak dan rubella. MMR juga melindungi dari gondongan. Jenis yang diberikan mengikuti usia, ketersediaan, riwayat imunisasi, dan rekomendasi tenaga kesehatan. 


Q: Bolehkah vaksin MR saat anak batuk pilek? 

A: Keluhan ringan tanpa demam tinggi umumnya bukan kontraindikasi mutlak, tetapi anak tetap harus diskrining tenaga kesehatan sebelum vaksinasi. 


Q: Bagaimana jika anak terlambat vaksin MR? 

A: Segera bawa catatan imunisasi ke fasilitas kesehatan. Tenaga kesehatan akan menyusun jadwal kejar; tidak selalu perlu mengulang dari awal. 


Q: Apakah vaksin MR menyebabkan autisme? 

A: Tidak. Berbagai studi berkualitas tidak menemukan hubungan sebab-akibat antara vaksin MMR dan autisme; CDC juga menyatakan tidak ada kaitan tersebut.


Referensi: 

1. World Health Organization. Measles: Fact Sheet. WHO; 2026. 

2. World Health Organization. Summary of the WHO Position on Rubella Vaccine. WHO; 2020. 

3. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Seputar Imunisasi: Jadwal Pemberian Imunisasi Rutin Lengkap. Kemenkes RI; diakses 2026.

4. Centers for Disease Control and Prevention. Measles Vaccine Recommendations. CDC; 2026.

5. Centers for Disease Control and Prevention. Measles, Mumps, and Rubella Vaccination: Information for Health Care Providers. CDC; diakses 2026.

6. Centers for Disease Control and Prevention. Guidelines for Vaccinating Pregnant Women. CDC; 2025. 

7. Centers for Disease Control and Prevention. Clinical Questions about Measles. CDC; 2025. 

8. Centers for Disease Control and Prevention. Measles, Mumps, Rubella (MMR) Vaccine Safety. CDC; 2024. 

9. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun, Rekomendasi IDAI 2024. IDAI; 2024.