
Benarkah minum es dapat menyebabkan Flu?
28 Feb 2018
Author: Dhia Priyanka
8 Nov 2022
Topik: BPA, BPA Free, Kanker
BPA atau bisphenol A merupakan senyawa kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat (PC), resin epoksi, dan bahan polimer lainnya. BPA berfungsi untuk memperkuat daya tahan kemasan sehingga dapat digunakan ulang. Selain, itu BPA juga digunakan pada kemasan makanan kaleng. Lapisan plastik yang mengandung BPA pada bagian dalam makanan kaleng berfungsi untuk mencegah karat.
Di balik kegunaannya, sebagian orang percaya bahwa BPA dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, salah satunya kanker. Namun, bagaimana pendapat ahli mengenai hal tersebut?
Benarkah BPA bisa menyebabkan kanker?
Banyak anggapan bahwa BPA bisa menyebabkan masalah kesehatan, seperti gangguan endokrin (gangguan kesuburan), gangguan kehamilan, gangguan ginjal, jantung, hingga kanker. Lantas, bagaimana dengan kesehatan si Kecil
Namun, sejauh ini belum ada riset yang menunjukkan bahwa BPA memberikan dampak buruk bagi kesehatan [1]. Sejumlah otoritas kesehatan dari seluruh dunia menyatakan kalau paparan BPA tidak menimbulkan risiko kesehatan atau masalah keselamatan bagi orang-orang dari segala usia (termasuk anak yang belum lahir, bayi dan wanita hamil).
Pada bulan September 2022 lalu, Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. dr. Aru Wisaksono Sudoyo SpPD-KHOM, menegaskan bahwa tidak tepat mengaitkan kanker dengan BPA.
“Sampai saat ini belum ada buktinya. Tidak cukup data untuk menyatakan BPA ini menyebabkan kanker. Kita perlu mengumpulkan data yang lebih banyak lagi dalam beberapa tahun ke depan sampai kita benar-benar yakin tentang hal ini.”
Penyebab kanker
Kanker adalah sekelompok besar penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal membelah dengan cepat dan dapat menyebar ke jaringan serta organ lain. Sel-sel yang tumbuh terlalu cepat ini dapat menyebabkan massa yang mendesak organ lain sehingga mengganggu kinerja organ tersebut.
Kanker disebabkan oleh mutasi atau perubahan DNA di dalam sel. Mutasi ini mungkin berkaitan dengan gaya hidup yang tidak sehat, seperti:
Menurut WHO [2], sekitar 33% kematian akibat kanker disebabkan oleh tembakau, alkohol, indeks massa tubuh (BMI) yang tinggi, konsumsi buah dan sayuran yang rendah, dan jarang berolahraga.
Jadi, untuk menjaga tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit, MomDad perlu menjalani gaya hidup sehat dengan berolahraga, rutin mengonsumsi buah dan sayur, serta melengkapi nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hal tersebut pun perlu dikenalkan pada si Kecil sejak dini.
Yuk, senantiasa menerapkan pola hidup sehat agar tubuh tetap bugar. Jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan gizi dan cairan si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal, ya. Jika ingin mendapatkan informasi lain seputar kesehatan dan tumbuh kembang anak, jangan lupa follow PrimaKu di Instagram dan TikTok, ya.
Sumber foto: Freepik
Referensi:
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., PhD.
28 Feb 2018
6 Jan 2022
15 Jun 2022
3 Agu 2022