
Resep MPASI 6-8 Bulan: Bubur Ayam Mentega
7 Mar 2022

Author: Tim PrimaKu
24 Feb 2026
Topik: influenza, Pneumonia, Streptococcus pneumoniae, Pencegahan
Artikel ini telah divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A.
Influenza dan pneumonia masih menjadi penyebab utama infeksi saluran pernapasan pada anak maupun dewasa. Banyak orang menganggap influenza sebagai “flu biasa” yang akan sembuh sendiri. Padahal, pada kelompok rentan, influenza dapat berkembang menjadi pneumonia yang lebih berat dan berisiko rawat inap.
Kabar baiknya, pencegahan influenza dan pneumonia tidak selalu harus dimulai dari rumah sakit. Banyak strategi efektif yang bisa dilakukan langsung dari rumah, dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten.
1. Vaksinasi: Fondasi Perlindungan Utama
Strategi paling efektif untuk mencegah influenza dan pneumonia adalah vaksinasi.
Menurut World Health Organization (WHO), vaksin influenza tahunan terbukti menurunkan risiko infeksi, komplikasi berat, dan rawat inap. Sementara vaksin pneumokokus efektif mencegah pneumonia invasif akibat Streptococcus pneumoniae, salah satu penyebab utama pneumonia berat.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga merekomendasikan vaksin influenza tahunan untuk semua individu usia ≥6 bulan, serta vaksin pneumokokus pada bayi, lansia, dan kelompok berisiko tinggi.
Vaksinasi bukan hanya melindungi individu, tetapi juga membantu mengurangi penularan di dalam rumah.
2. Cuci Tangan yang Konsisten
Virus influenza dapat bertahan di permukaan benda selama beberapa jam. Penularan sering terjadi melalui tangan yang terkontaminasi, kemudian menyentuh wajah (mata, hidung, mulut).
Cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik secara rutin, terutama:
Studi menunjukkan praktik kebersihan tangan yang baik dapat menurunkan risiko infeksi saluran napas secara signifikan.
3. Etika Batuk dan Masker saat Sakit
Ajarkan anggota keluarga untuk:
WHO menyarankan isolasi mandiri di rumah saat mengalami gejala influenza untuk mencegah penularan dalam keluarga. Langkah sederhana ini sangat efektif memutus rantai transmisi virus.
4. Ventilasi Rumah yang Baik
Sirkulasi udara berperan penting dalam mencegah penumpukan droplet yang mengandung virus atau bakteri. Buka jendela secara rutin untuk memperbaiki ventilasi. Jika menggunakan AC, pastikan filter dibersihkan secara berkala. Lingkungan rumah yang lembap, padat, dan minim ventilasi meningkatkan risiko infeksi saluran napas.
5. Pola Makan Seimbang untuk Daya Tahan Tubuh
Sistem imun yang optimal membantu tubuh melawan infeksi.
Konsumsi makanan bergizi seimbang yang mengandung:
Malnutrisi diketahui meningkatkan risiko pneumonia berat, terutama pada anak.
6. Istirahat Cukup dan Manajemen Stres
Kurang tidur dapat menurunkan fungsi sistem imun. Penelitian menunjukkan individu dengan durasi tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran napas.
Pastikan:
Imunitas bukan hanya soal makanan, tetapi juga pola hidup.
7. Hindari Paparan Asap Rokok
Paparan asap rokok meningkatkan risiko infeksi saluran napas bawah dan pneumonia, terutama pada anak. American Academy of Pediatrics menegaskan bahwa anak yang terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi infeksi pernapasan. Rumah bebas asap rokok adalah langkah preventif yang sangat penting.
8. Kenali Gejala sejak Dini
Deteksi dini dapat mencegah komplikasi.
Gejala influenza:
Sementara gejala pneumonia berupa:
Jika gejala memburuk atau tidak membaik dalam 2–3 hari, segera konsultasi ke tenaga kesehatan.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama untuk penyakit yang dapat berkembang cepat dan berbahaya seperti influenza dan pneumonia.
Referensi:
