
Agar Kunjungan ke Dokter Anak Jadi Lebih Efektif
28 Jan 2018
Author: Marisha A
21 Jun 2022
Topik: ASIP, ASI
Setiap orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya, termasuk memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif selama 6 bulan hingga 2 tahun. Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga telah merekomendasikan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dan dilanjutkan hingga minimal usia 2 tahun didampingi dengan makanan padat.
Namun, ada kalanya ibu tidak dapat menyusui langsung, baik karena alasan pekerjaan, sakit, atau ada hambatan lainnya sehingga ASI harus diberikan melalui media lain. MomDad sudah tahu bagaimana cara menyimpan dan memberikan ASI perah yang baik dan benar? Simak artikelnya, yuk!
Cara memerah ASI dengan benar
Sebelum memerah ASI, pastikan agar ibu memperhatikan kebersihan tangan, pompa atau alat perah, dan botol atau plastik tempat menyimpan ASI. Saat memerah, ibu disarankan untuk langsung menggunakan botol atau plastik penyimpanan ASI. Selain botol susu dan plastik khusus, ibu juga dapat menggunakan botol kaca untuk menyimpan ASI.
Tips menyimpan ASI dengan benar
Agar ASI yang dikonsumsi oleh si Kecil tetap terjaga kualitasnya, sebaiknya MomDad perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
1. Beri label pada wadah penyimpan, seperti tanggal dan jam ASI diperah.
2. Jangan simpan ASI di pintu kulkas agar suhu tidak berubah-ubah.
3. Jika ASI tidak akan digunakan dalam 4 hari ke depan, segera pindahkan ke freezer apabila suhu sudah dingin.
4. Simpan ASI dengan jumlah secukupnya per wadah penyimpanan. Sisakan tempat di bagian atas wadah karena volume ASI beku akan bertambah.
5. ASI dapat disimpan dalam tas berisi es batu selama maksimal 24 jam. Setibanya di tujuan, segera berikan ASI kepada bayi, simpan di kulkas, atau bekukan.
Jenis ASI | Ruangan Bersuhu | Kulkas (4°C) | Freezer |
ASI segar yang baru diperah | Maksimal 4 jam | Maksimal 4 hari | Baik dalam waktu 6 bulan. Masih dapat digunakan maksimal 12 bulan. |
ASI yang sudah dicairkan (sebelumnya beku) | 1 - 2 jam | Maksimal 1 hari (24 jam) | Jangan pernah membekukan kembali ASI yang sudah pernah dicairkan. |
Tips mencairkan ASI beku (thawing)
MomDad, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mencairkan ASI yang dibekukan agar kualitasnya tetap terjaga, antara lain:
Itu dia beberapa hal yang perlu MomDad perhatikan dalam mengatur pemberian ASI perah untuk si Kecil. Ketahui informasi seputar tumbuh kembang anak hingga MPASI dengan mengikuti Instagram @official.primaku dan baca artikel lainnya lewat aplikasi PrimaKu atau website primaku.com.
Suka dengan artikel ini? Yuk, like dan save artikelnya!
Sumber foto: Freepik
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. Dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH., Ph.D