primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Begini Cara Mengenalkan Makanan Baru pada Anak

Author: Fitri Permata

Editor: dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A

Topik: Makanan Baru, Tips, MPASI, Nutrisi, Diari Nutrisi

Beberapa anak memiliki preferensi makanan tertentu, termasuk hanya mau makan nasi. Anak yang hanya mau makan nasi namun menolak kelompok makanan lain seperti protein/sayur/buah/lemak dikategorikan sebagai selective eater, yang merupakan bagian dari food preference. Food preference memiliki spektrum, mulai dari picky eater sampai selective eater. Picky eater didefinisikan sebagai anak yang menolak makanan tertentu atau pilih-pilih makan, namun masih mengonsumsi minimal satu macam dari setiap kelompok makanan, yaitu karbohidrat, protein, sayur atau buah. Sedangkan selective eater adalah anak yang menolak semua jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu, misalnya menolak semua makanan sumber protein.

BeFunky-collage - 2023-07-04T112633.985.jpg

Picky eater merupakan fase normal perkembangan anak, namun selective eater merupakan kondisi patologis. Anak selective eater berisiko mengalami malnutrisi karena hilangnya nutrisi/asupan dari salah satu golongan makanan tertentu, baik itu makronutrien atau mikronutrien. Selective eater merupakan kondisi yang sering terjadi pada gangguan perilaku, seperti pada autistic spectrum disorder, posttraumatic feeding disorder, gangguan menelan, keterlambatan oromotor, dan kelainan saluran cerna.

Faktor yang memengaruhi terjadinya food neophobia dan food preference antara lain adalah paparan makanan pada usia dini, tekanan dalam proses makan, tipe kepribadian, parental feeding styles, dan pengaruh lingkungan.

Paparan terhadap rasa sendiri sudah timbul sejak dari dalam kandungan, melalui cairan amnion. Paparan ini kemudian dilanjutkan dengan ASI, karena rasa makanan yang dimakan ibu juga akan diperkenalkan kepada bayi yang menyusu. Oleh karena itu, pola makan ibu selama mengandung dan menyusui akan sangat memengaruhi preferensi makan anak.

BeFunky-collage - 2023-07-04T112830.814.jpg

Intervensi perilaku berupa pengenalan makanan baru sejak usia dini merupakan salah satu upaya pencegahan picky eater. Tata laksana picky eater maupun selective eater adalah mengatasi ketidaksukaan terhadap makanan dengan pengenalan sistematik terhadap makanan baru (systematic introduction of new food), menggunakan prinsip berikut:

  1. Sajikan makanan dalam porsi kecil.
  2. Sajikan berbagai makanan yang bervariasi meskipun bukan merupakan makanan yang disukai orang tua.
  3. Paparkan anak terhadap makanan baru sebanyak 10-15 kali. Penelitian menunjukkan bahwa dibutuhkan 10 kali atau lebih paparan untuk meningkatkan penerimaan terhadap makanan baru pada anak usia 2 tahun; dan 8-15 kali paparan pada anak usia 4-5 tahun. Pengenalan awal dapat dilakukan dengan menyajikan makanan baru tersebut di piring orang tua.
  4. Sajikan makanan baru di meja pada jarak yang terjangkau oleh anak tanpa menawarkan kepada anak. Batita umumnya lebih tertarik mencoba makanan baru bila mereka memegang kendali, namun bila mereka diminta atau disuruh memakan sesuatu yang baru, maka umumnya mereka secara spontan akan menolak.
  5. Berikan contoh makan makanan baru dengan cara yang menyenangkan tanpa menawarkan makanan tersebut kepada anak sampai ketakutan anak menghilang dan anak mengekspresikan ketertarikan kepada makanan baru tersebut. Semakin banyak orang di sekitar anak yang makan makanan serupa, maka anak akan semakin tertarik.
  6. Jika paparan terhadap makanan tertentu menyebabkan anak ingin muntah atau bahkan muntah, hentikan makan makanan tersebut dan cobalah makan makanan yang lebih mendekati makanan yang disukai anak.
  7. Campurlah sedikit makanan baru dengan makanan yang sudah disukai anak dan perlahan-lahan tingkatkan proporsi makanan baru (food chaining). Misalnya, apabila anak suka french fries maka Mom dapat memberikan modifikasi kentang olahan dengan membuat kroket/perkedel hingga pai ayam. Penelitian menunjukkan bahwa food chaining yang dilakukan selama 3 bulan pada anak usia 1-14 tahun dapat memperbaiki penerimaan makanan anak yang memiliki selektivitas yang ekstrim.
  8. Bersikap dan berpikir netral dan tenang dalam menyikapi asupan makanan anak.

Sementara itu, ada kasus di mana anak usia 2 tahun, cuma mau makan nasi. Meskipun sudah diselipkan lauk di dalam nasi, kalau dia tahu dan lauknya tergigit, malah dilepeh. Bagaimana cara untuk mengatasi situasi ini? Nah, tipsnya ada di poin ke-7 di atas, yaitu menerapkan food chaining, prinsip membuat makanan yang ingin diberikan saat ini semirip mungkin dengan makanan yang dia sukai.

Misalnya jika seorang anak menolak daging ayam utuh, namun menyukai chicken nugget kemasan, maka ibu dapat membuat nugget homemade dengan bentuk dan tekstur yang mirip dengan nugget olahan. Penawaran makan ini dapat dimulai dengan porsi kecil (misalnya saat awal makan, lauk terdiri dari 3 nugget olahan dan 1 nugget homemade) dan ditingkatkan bertahap. Apabila penerimaan anak sudah lebih baik, maka menu nugget homemade dapat diubah menjadi ayam bumbu tepung dan seterusnya, hingga misalnya anak menerima ayam utuh dalam bentuk ayam opor/ayam goreng dan seterusnya.

Referensi: Rekomendasi tatalaksana masalah makan pada anak dan balita. IDAI. 2014. UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Begini lho tahapan literasi anak!
24 Nov 2021
cover
Agar Nutrisinya Tak Hilang, Begini Cara Menghangatkan MPASI ...
16 Mar 2022
cover
Perlu Hati-Hati, Begini Tips Merawat Tali Pusat pada Bayi ya...
25 Mei 2022
cover
Agar Bayi Prematur Tumbuh Sehat, Begini Cara Menghitung Usia...
25 Mei 2022
cover
Agar Tetap Berkualitas, Begini Cara Mengatur Pemberian ASI P...
21 Jun 2022
cover
Tak Perlu Cemas, Begini Perkembangan Penglihatan Bayi Sejak ...
1 Jul 2022
cover
Si Kecil Terkena Diare? Begini Cara Penanganan Pertama yang ...
7 Jul 2022
cover
Si Kecil Memiliki Kutu Rambut? Begini Cara Mengatasinya!
17 Agu 2022
cover
Begini Cara Melatih Stimulasi Bahasa pada Newborn
13 Sep 2022
cover
Bikin Lebih Pede, Ternyata Begini Cara Tepat Memuji Anak
16 Sep 2022
cover
Cegah Penyakit, Begini Cara Tepat Jaga Kesehatan Jantung Ana...
6 Okt 2022
cover
Mengenalkan Rupiah pada Anak, Begini Caranya!
23 Okt 2022
cover
Cegah Karies, Begini Tips Agar Anak Mau Sikat Gigi
30 Nov 2022
cover
Begini Posisi Tidur yang Nyaman untuk Ibu Hamil
7 Des 2022
cover
Si Kecil Alami Diare? Begini Cara Penanganannya di Rumah!
7 Jan 2023
cover
Ternyata Begini Cara Membuat Sufor yang Tepat untuk si Kecil...
22 Mar 2023
cover
Begini Cara Mengukur Tinggi Badan Anak agar Akurat!
5 Apr 2023
cover
Begini Cara Menstimulasi Bayi agar Bisa Makan Sendiri
9 Apr 2023
cover
Begini Caranya Tingkatkan Daya Tahan Tubuh si Kecil!
1 Mei 2023
cover
Begini Cara Melatih Bayi Tidur tanpa Digendong!
9 Mei 2023
cover
Begini Cara Tepat Atasi Bintitan pada Anak
14 Mei 2023
cover
Begini Tips Memilih Bath Toys yang Aman untuk Bayi!
18 Mei 2023
cover
Begini Cara Memeriksa Pertumbuhan Anak secara Teratur
29 Mei 2023
cover
Tips Anti Gagal Bikin Kaldu untuk MPASI, Begini Caranya!
12 Jun 2023
cover
Begini Beragam Respon Bayi saat Diberikan MPASI
27 Jun 2023
cover
Anak GTM saat Tumgi, Begini Cara Mengatasinya!
3 Jul 2023
cover
Penggunaan Empeng Terlalu Lama, Dampaknya Bisa Begini
14 Jul 2023
cover
Begini Cara Tepat Menimbang BB Anak agar Akurat!
14 Jul 2023
cover
Begini Cara Mengenalkan Warna pada Anak
16 Jul 2023
cover
Begini Tanda Lahir yang Berbahaya bagi Bayi, Kenali Cirinya!
23 Jul 2023
cover
Begini Tanda Anak Siap Naik Tekstur MPASI!
1 Agu 2023
cover
Anak Makan Sedikit? Begini Cara Penuhi Nutrisi Small Eater
2 Agu 2023
cover
Begini Cara Alami agar Produksi ASI Meningkat
6 Agu 2023
cover
Begini Cara Optimalkan Saluran Pencernaan, “Otak Kedua” dala...
10 Agu 2023
cover
Jangan Keliru, Begini Cara Mengukur Tinggi & Panjang Badan A...
15 Agu 2023
cover
Begini Cara Melatih Kemandirian Anak sejak Dini
15 Agu 2023
cover
Begini Tips Mengajarkan Anak Membaca biar Lebih Seru!
20 Agu 2023
cover
Kiat Jitu Menaklukkan Anak Picky Eater, Begini Caranya!
8 Sep 2023
cover
Begini Cara Mengatasi Gusi Bengkak pada Bayi
25 Sep 2023
cover
Tips Merawat Gigi Pertama Bayi, Begini Caranya!
4 Okt 2023
cover
Jangan Asal Tarik, Begini Cara Melepas Baju Anak yang Aman!
7 Okt 2023
cover
Begini Cara Membersihkan Area Genital Bayi yang Tepat
9 Okt 2023
cover
Begini Urutan Pertumbuhan Gigi Susu Bayi sesuai Usia
11 Okt 2023
cover
Begini Cara Tepat Mengukur Tinggi Badan Anak!
12 Okt 2023
cover
Anak Malas Mengunyah Makanan, Begini Cara Mengatasinya!
19 Okt 2023
cover
Anak Alami Trauma Makan? Begini Cara Mengatasinya!
20 Okt 2023
cover
Begini Cara Mengenal Bayi Newborn Tumbuh Sehat
23 Okt 2023
cover
Polusi Udara Semakin Parah, Begini Cara Menjaga Kesehatan Pa...
25 Okt 2023
cover
Begini Cara Menghitung Kenaikan Rata-Rata BB per-Hari
1 Nov 2023
cover
Jenis Makanan Ini Bisa Dijadikan Finger Food, Begini Tipsnya...
2 Nov 2023
cover
Begini Cara Menghitung Umur Anak agar Pemantauan BB & TB Aku...
10 Nov 2023
cover
Jangan Asal, Begini Cara Tepat Mengolah Daging Sapi untuk MP...
19 Nov 2023
cover
Anak Indonesia Terancam Stunting & Wasting, Begini Tips Penc...
21 Nov 2023
cover
Tips Kenalkan Rasa di Awal MPASI Tanpa Gula & Garam, Begini ...
22 Des 2023
cover
Mau Bikin Penyedap Rasa Alami buat MPASI? Begini Tipsnya!
28 Des 2023
cover
Begini Cara Menghitung Berat Badan Ideal Anak berdasarkan Us...
5 Jan 2024
cover
Rambut Anak Lama Tumbuh, Begini Cara Rangsang Pertumbuhannya...
12 Jan 2024
cover
Viral Anak TK Lakukan Pelecehan Seksual, Begini Cara Ajarkan...
17 Jan 2024
cover
Begini Cara Membersihkan Botol Bayi agar Bebas dari Kuman!
2 Feb 2024
cover
Begini Cara Mencuci Hidung Bayi yang Tepat & Aman
7 Feb 2024
cover
Begini Tanda Sensorik Anak Berkembang dengan Baik
27 Feb 2024
cover
Begini Cara Mendaftarkan BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahi...
25 Mar 2024
cover
Begini Cara Menghitung TB Rerata Anak berdasarkan Genetik
18 Apr 2024
cover
Punya Berbagai Manfaat, Begini Cara Bikin KTP Anak!
7 Mei 2024
cover
Begini Cara Mengukur LILA Anak agar Hasil Akurat
13 Mei 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: