primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Bolehkah Memberikan Susu sebagai Alternatif Pengganti Makanan untuk Balita yang Susah Makan?

Author: Marisha A

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti Sp.A

Topik: Susu, Gizi Balita

Susah makan adalah masalah umum yang dapat timbul pada balita (bawah lima tahun) yang harus dicari penyebabnya. Biasanya penyebab terjadinya balita susah makan adalah perilaku makan yang kurang benar. Namun, mengganti makanan dengan susu agar anak mau makan bukanlah hal yang tepat. Untuk mengetahui lebih jelasnya, simak informasi dari dr. Klara Yuliarti, Sp.A(K) selaku ahli nutrisi dan penyakit metabolik di RSCM Jakarta berikut, yuk!

Konsumsi susu yang diperbolehkan

cute-children-drinking-milk-home.jpg

Jumlah susu maksimal yang disarankan untuk diberikan kepada balita adalah sekitar 30% dari kebutuhan kalori total, yaitu sekitar 500-600 ml susu formula pertumbuhan atau susu sapi segar per hari. Mengganti makan dengan susu adalah jalan pintas yang tidak dianjurkan untuk jangka panjang, karena hal ini dapat menghambat kemampuan balita belajar makan sesuai dengan usianya.

Bila balita masih mendapatkan ASI, pemberian susu tambahan tidak selalu disarankan apabila ia sudah cukup mendapatkan susu dari ASI. Pada balita yang mengalami masalah nutrisi seperti gizi kurang atau gizi buruk, dokter dapat menyarankan jumlah dan jenis susu tertentu sebagai terapi nutrisi.  Karena bersifat sebagai terapi, pemberian susu pun harus dipantau oleh dokter, jangan sampai berlebihan.

Manfaat pemberian susu untuk balita
focus-pretty-girl-sitting-stroller-drinking-water-milk-from-her-thermos.jpg
Susu merupakan sumber protein hewani yang penting untuk mencegah stunting. Susu segar mengandung protein hewani sebesar 8 gram per 250 ml, sehingga dengan minum susu segar 500 ml per hari (16 gram protein per hari) dapat memenuhi separuh kebutuhan protein pada anak usia 1-3 tahun. Selain itu, susu juga merupakan sumber kalsium yang penting untuk pertumbuhan tulang. Namun, bila susu dikonsumsi berlebihan, balita tidak akan mau makan makanan padat.
Selain dapat menyebabkan defisiensi zat besi (bila susu yang dikonsumsi adalah susu sapi segar) dan defisiensi mikronutrien lain, misalnya defisiensi vitamin C, hal ini juga menyebabkan balita tidak terampil makan. Balita harus belajar dan dibiasakan makan makanan yang bervariasi, cukup, dan seimbang.

Alternatif pemberian susu
Kebutuhan protein dan kalsium harian tidak selalu harus dipenuhi dengan susu. Jika balita alergi susu, intoleransi susu, atau tidak menyukai susu, MomDad tidak perlu khawatir. Banyak makanan lain yang mengandung protein hewani dan kalsium yang mempunyai kualitas tidak kalah dari susu, seperti telur, ikan, ayam dan daging.
Disiplin dan konsisten adalah dua kunci utama membentuk perilaku makan yang benar pada anak. Bila anak merengek minta susu, MomDad perlu mengevaluasi apa yang menyebabkan hal tersebut. Mungkin Mom yang bersikap terlalu permisif, anak bisa mengambil susu kemasan sendiri dari lemari atau kulkas, atau anak bosan dengan menu makanan yang disajikan. Suasana makan yang baru juga bisa membantu mood anak untuk makan.

Beberapa usaha lain yang dapat dilakukan orang tua untuk mengatasi susah makan, antara lain menerapkan jadwal makan, menghentikan kebiasaan makan yang tidak benar, dan memberikan pilihan makanan bergizi yang disukai anak. Yang terpenting, status pertumbuhan balita perlu dipantau. Bila masalah makan ini sudah menimbulkan penurunan berat badan menuju status gizi buruk, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.

Semoga penjelasan dari dr. Klara Yuliarti, Sp.A(K) di atas dapat menjawab solusi MomDad, ya. Yuk, follow @official.primaku di Instagram untuk tahu lebih banyak informasi seputar tumbuh kembang si Kecil hingga MPASI.

Sumber foto: Freepik dan Pexels
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap di Rumah?
26 Jan 2018
cover
Telur Mentah atau Setengah Matang: Bolehkah Diberikan pada B...
5 Feb 2018
cover
Bolehkah MPASI Bayi Menggunakan Kaldu Instan? Ini Kata Ahli!
11 Mar 2022
cover
Bayi Diberikan MPASI sebelum Usia 6 Bulan, Bolehkah?
19 Apr 2022
cover
Telur Setengah Matang, Bolehkah Diberikan pada Anak?
4 Agu 2022
cover
Bolehkah Kulit Ayam Dijadikan MPASI? Ini Jawaban Ahli!
20 Sep 2022
cover
Kerap Dijadikan Obat Herbal, Bolehkah Madu Diberikan ke Bayi...
29 Sep 2022
cover
Bolehkah Anak Mandi Saat Demam?
12 Okt 2022
cover
Anak Gampang Memar, Bolehkah Dipijat
25 Nov 2022
cover
Anak Pilek, Bolehkah Diimunisasi?
7 Des 2022
cover
BB Bayi Naik Sedikit, Bolehkah MPASI Dini?
27 Des 2022
cover
Bolehkah Bayi Tidur Tengkurap?
13 Mar 2023
cover
Bolehkah ASI Perah Lama Dicampur dengan yang Baru?
14 Apr 2023
cover
Bolehkah Pakai Kecap Manis untuk MPASI?
12 Mei 2023
cover
Bolehkah Bayi Konsumsi MPASI Dingin?
28 Mei 2023
cover
Bolehkah ASI Dicampur Sufor?
21 Jul 2023
cover
Bayi Sengaja Dikagetkan agar tidak Kagetan, Bolehkah?
27 Jul 2023
cover
Bolehkah Anak Tidur Pakai AC saat Demam?
31 Jul 2023
cover
Bolehkah Anak Minum Dua Sufor Berbeda?
14 Agu 2023
cover
MPASI Pertama untuk si Kecil, Bolehkah diberikan MPASI Forti...
30 Nov 2023
cover
Bolehkah Anak Minum Kopi? Ketahui Aturannya!
19 Des 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: