
Kapan Anak Dikatakan Mengalami Pubertas?
22 Jul 2017
Author: Radhita Rara
14 Des 2022
Topik: Picky Eater, MPASI, Nutrisi
Sudah ditawari berbagai makanan, eh ternyata anak memilih makanan yang sama setiap harinya. Anak yang suka pilih-pilih makanan seperti ini pasti membuat MomDad khawatir. Apalagi makanan yang anak pilih belum tentu mencukupi kebutuhan asupan nutrisinya.
Anak yang suka pilih-pilih makanan bisa disebut dengan picky eater. Anak terbiasa menyingkirkan makanan tertentu di piringnya atau menutup mulut saat diberikan makanan tertentu. Nah, untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya, yuk simak artikel berikut ini!
Pengertian Picky Eater
Picky eater merupakan salah satu spektrum food preference yang terjadi pada masa kanak kanak. Food preference memiliki spektrum, mulai dari picky eater sampai selective eater. Picky eater didefinisikan sebagai anak yang menolak makanan tertentu atau pilih-pilih makan, namun masih mengkonsumsi minimal satu macam dari setiap kelompok makanan, yaitu karbohidrat, protein, sayur atau buah, baik makanan tersebut sudah dikenalnya ataupun belum.
Sedangkan selective eater adalah anak yang menolak semua jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu, misalnya menolak semua makanan sumber protein.
Ciri Anak Picky Eater
Anak dengan picky eater pada umumnya menolak mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang cukup. Dia sering menolak rasa atau tekstur makanan tertentu. Picky eater dapat merupakan fase normal perkembangan anak, namun selective eater merupakan kondisi patologis (kondisi tidak normal).
Meski begitu, kebiasaan anak memilih-milih makanan tertentu harus diatasi karena anak harus mendapatkan asupan gizi seimbang untuk tumbuh kembang yang optimal. Untuk itu perlu beberapa cara untuk mengatasinya.
Dampak Picky Eater
Picky eating dapat mengakibatkan anak mengalami defisiensi zat gizi tertentu, bergantung pada makanan yang ditolak dikonsumsinya. Anak dengan juga lebih rentan mengalami berat badan kurang dan terganggu pertumbuhannya.
Cara Mengatasi Picky Eater
Cara mengatasi picky eater maupun selective eater adalah dengan mengatasi ketidaksukaan terhadap makanan dengan pengenalan sistematik terhadap makanan baru (systematic introduction of new food), menggunakan beberapa cara berikut:
Usia Picky Eater pada Anak
Picky eater dapat merupakan fase perkembangan normal yang merupakan perluasan dari food neophobia. Food neophobia pada umumnya mulai terjadi pada usia 1-3 tahun, dan mencapai puncaknya pada usia 2-6 tahun. Perilaku ini seharusnya berkurang seiring dengan bertambahnya usia dan relatif stabil pada titik terendah pada usia dewasa.
Perbedaaan utama picky eater dan food neophobia berasal dari sifat “novelty” atau kebaruan suatu makanan. Anak dengan picky eater menolak mengonsumsi makanan tertentu, baik yang sudah lama maupun yang baru dikenalnya, sedangkan pada food neophobia umumnya anak menolak mengonsumsi makanan yang baru dikenalnya
Mencegah Picky Eater sejak Dini
Faktor yang mempengaruhi terjadinya food neophobia dan food preference antara lain adalah paparan makanan pada usia dini, tekanan dalam proses makan, tipe kepribadian, parental feeding styles, dan pengaruh lingkungan.
Paparan terhadap rasa sendiri sudah timbul sejak dari dalam kandungan, melalui cairan amnion. Paparan ini kemudian dilanjutkan dengan ASI, karena rasa makanan yang dimakan ibu juga akan diperkenalkan kepada bayi yang menyusu. Karena itu, pola makan ibu selama mengandung dan menyusui akan sangat mempengaruhi preferensi makan anak. Intervensi perilaku berupa pengenalan makanan baru sejak usia dini merupakan salah satu upaya pencegahan picky eater.
Nah, itulah beberapa hal yang perlu MomDad ketahui mengenai picky eater. Dengan beragam cara di atas, diharapkan anak perlahan-lahan mau untuk mencoba berbagai jenis makanan dan tidak pilih-pilih lagi.
MomDad mau share informasi atau pertanyaan seputar MPASI dan Laktasi bersama orang tua lainnya? Yuk, ceritakan pengalaman MomDad di Forum MPASI & Laktasi! Selain itu, MomDad juga bisa bertanya seputar kesehatan si Kecil dan akan dijawab langsung oleh ahli, lho.
Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.
22 Jul 2017
20 Des 2017
26 Jan 2018
26 Jan 2018