primaku
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Baby Blues dan Postpartum Depression, Apa Bedanya?

Author: Fauziah Sabtuanisa

Editor: dr. Dini Astuti Mirasanti, Sp.A

Topik: Baby Blues, Postpartum Depression

Usai melahirkan, tidak sedikit Mom, mengalami berbagai masalah mental. Baby blues dan postpartum depression adalah dua masalah kondisi mental yang kerap kali terjadi pada Mom yang baru menjadi orang tua. Lantas apa yang membedakan keduanya? Yuk, simak penjelasan di bawah!

Perbedaan baby blues dan postpartum depression

istockphoto-1341921082-612x612 (1).jpg

Baby blues dan postpartum depression merupakan masalah atau pergolakan mental yang sering kali muncul pada Mom usai melahirkan. Tidak sedikit orang yang mengira keduanya merupakan hal yang sama, padahal keduanya sangat berbeda.

Pertama, mari kita bahas mengenai baby blues. Baby blues adalah suatu pergolakan mental yang pada umumnya dirasakan Mom usai melahirkan. Baby blues ditandai dengan munculnya beberapa gejala, seperti:

  • Perasaan ambivalen
  • Sedih
  • Khawatir
  • Ingin menangis
  • Tidak bisa tidur
  • Mudah tersinggung
  • Konsentrasi menurun
  • Kurang percaya diri
  • Lelah

Gejala baby blues tidak berat karena pada umumnya akan menghilang setelah Mom mengobrol dengan teman atau tidur sebentar. Pada umumnya baby blues akan menghilang dalam waktu dua minggu tanpa pengobatan. Untuk mengatasi baby blues, Mom perlu dukungan emosional, bantuan merawat bayi, harapan yang realistik, dan interaksi dengan Mom lain.

Selanjutnya, postpartum depression. Postpartum depression adalah kondisi depresi berat atau gangguan mood yang ekstrim (postpartum psychosis) yang dialami Mom yang baru melahirkan. Kondisi ini bertahan lama, lebih dari dua minggu.

Postpartum depression merupakan gangguan mental yang lebih serius dan berat sehingga memerlukan pengobatan.

Gejala postpartum depression di antaranya:

Suasana hati yang tertekan atau perubahan suasana hati yang parah

  • Menangis berlebihan
  • Kesulitan menjalin ikatan dengan bayi
  • Menarik diri dari keluarga dan teman
  • Kehilangan nafsu makan atau makan lebih banyak daripada biasanya
  • Sulit tidur (insomnia) atau tidur terlalu banyak
  • Ketakutan/ kekuatiran berlebihan, merasa bukan Mom yang baik
  • Berpikiran untuk menyakiti diri sendiri atau bahkan bayi
  • Pikiran berulang tentang kematian atau bunuh diri

Peran pasangan dan support system

istockphoto-1351160342-612x612.jpg

Saat sebelum maupun setelah melahirkan, perasaan seorang ibu biasanya akan menjadi lebih sensitif, terutama bila terkena baby blues atau postpartum depression. Pada situasi seperti ini, peran pasangan maupun orang sekitar untuk membantu dan memberi dukungan sangatlah penting.

Hal yang bisa dilakukan oleh pasangan dan orang sekitar adalah:

  • Selalu menemani Mom
  • Membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga Mom dapat fokus mengurus bayi
  • Ajak Mom pergi keluar rumah sebentar, misalnya makan di luar atau berbelanja, untuk pergantian suasana
  • Tawarkan diri untuk menggantikan Mom mengurus bayi

Kapan Mom perlu berkonsultasi dengan ahli?

Mom dapat melakukan skrining dengan dokter dalam setiap kunjungan setelah persalinan. Apabila hal-hal menyenangkan sudah dilakukan dan Mom tetap merasa sedih, khawatir, cemas berlebih, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apabila punya pertanyaan seputar si Kecil, MomDad dapat tanyakan pada ahli di Forum Tanya Dokter. Pertanyaan MomDad akan dijawab langsung oleh ahli, lho!

Sumber foto: Freepik

Referensi:

Artikel ini telah ditinjau oleh Prof. dr. Madarina Julia, Sp.A(K), MPH., Ph.D.

familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Baby Spa: Sekedar tren atau terbukti bermanfaat?
28 Jan 2018
cover
Shaken Baby Syndrome
29 Jan 2018
cover
Bermanfaat dan Menyenangkan untuk Bayi, Ini 5 Rekomendasi Ba...
5 Jun 2022
cover
Benar Enggak sih Baby Walker Bisa Bantu si Kecil Belajar Jal...
13 Jun 2022
cover
Rahasia Dibalik Baby Spa untuk Tumbuh Kembang Bayi
3 Agu 2022
cover
Bukan Liburan Biasa, Ini Manfaat Babymoon sebelum Mom Melahi...
7 Agu 2022
cover
Ingin Menitipkan Anak? Ketahui Perbedaan Daycare vs Babysitt...
14 Agu 2022
cover
Hati-Hati Shaken Baby Syndrome Saat Mengayun Bayi
26 Agu 2022
cover
Mungkinkah Mom Alami Baby Blues setelah Melahirkan Anak Kedu...
2 Sep 2022
cover
Cara Tepat Menerapkan Metode Baby-Led Weaning untuk MPASI
22 Nov 2022
cover
Day Care & Baby Sitter, Apa sih Kelebihan serta Kekuranganny...
28 Nov 2022
cover
Stimulasi Bayi Usia 9-12 Bulan: Mengajarkan Baby Sign
19 Jan 2023
cover
Ini Alasan Mengapa Baby Walker Tak Dianjurkan buat si Kecil
26 Jan 2023
cover
Jeruk Baby untuk MPASI, Apakah Aman untuk Bayi?
2 Mar 2023
cover
Merawat Kulit Sensitif, Ini 5 Pilihan Baby Cream untuk si Ke...
10 Mar 2023
cover
Anak Suka Tidur sambil Ngedot? Awas Alami Baby Bottle Caries
16 Agu 2023
cover
Ibu Tinggalkan Bayi di Stasiun, Bentuk Nyata Baby Blues
6 Sep 2023
cover
Stimulasi Bahasa: Baby Sign
17 Sep 2023
cover
Penggunaan Baby Bouncer, Perlu Nggak sih?
8 Des 2023
cover
Waspada Shaken Baby Syndrome saat Bercanda dengan si Kecil
20 Jan 2024
cover
Anak Dianiaya Suster, Ikuti Tips Aman Ini sebelum Hire Baby ...
2 Apr 2024
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
kemenkesidaibkkbn
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: