primaku
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu di:
playstoreappstore

Skrining Hiperaktivitas: kapan diperlukan?

Author: Dr. Dini Mirasanti, Sp.A, Prof. Dr. Madarina Julia, Sp.A (K), MPH., Ph.D (editor)

Topik: Perkembangan, 4-7 Tahun, 7-12 Tahun, 12-18 Tahun

Gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas (GPPH) adalah suatu gangguan perilaku yang meliputi gangguan perhatian, hiperaktivitas, dan impulsivitas yang mengakibatkan masalah dalam berbagai situasi. GPPH merupakan salah satu gangguan pada anak yang dapat mengakibatkan masalah di sekolah, masalah pertemanan serta masalah interaksi orangtua-anak. GPPH juga meningkatkan tendensi perilaku berisiko di masa remaja, seperti penggunaan zat terlarang dan tembakau.


Seorang anak dapat didiagnosis dengan GPPH apabila memenuhi syarat-syarat di bawah ini:

  1. Gejala muncul terus menerus selama setidaknya 6 bulan
  2. Jumlah minimal gejala yang muncul adalah 6 gejala
  3. Gejala muncul setidaknya di 2 tempat, seperti di rumah dan di sekolah (untuk menyingkirkan kemungkinan perilaku situasional)
  4. Gejala menyebabkan masalah dalam hal sosial maupun akademik
  5. Gejala bukan merupakan bagian dari gangguan perkembangan atau masa sulit seorang anak


Beberapa gejala yang mengarah pada GPPH antara lain adalah:

  1. Sulit mempertahankan perhatian atau pada kegiatan sekolah maupun aktivitas permainan
  2. Tampak tidak mendengarkan bila diajak bicara
  3. Tidak dapat mengikuti perintah dan sering gagal menyelesaikan pekerjaan sekolah atau tugas rumah
  4. Berantakan, sulit mengorganisasikan barang maupun mengerjakan tugas secara sekuensial
  5. Mudah teralihkan
  6. Tidak dapat duduk diam atau sering meninggalkan tempat duduknya pada situasi yang mengharuskan duduk dalam waktu lama (contoh: duduk diam di kelas)
  7. Berlari atau memanjat pada waktu dan tempat yang tidak sesuai
  8. Sering memotong percakapan


Kapan sebaiknya melakukan pemeriksaan terhadap GPPH? Skrining atau penapisan terhadap GPPH dapat dilakukan mulai usia 3 tahun. Ayah atau ibu dapat membawa anak mengunjungi dokter anak terdekat untuk mengevaluasi tumbuh kembang sekaligus melakukan skrining terhadap GPPH. Untuk anak yang usianya sudah lebih besar, ayah/ibu dapat memperhatikan perilaku anak di rumah, di sekolah, dan pada saat berinteraksi dengan sesama anak maupun orang dewasa. Apabila ayah/ibu memiliki kekhawatiran anak memiliki GPPH, segera konsultasikan dengan dokter anak.


Daftar bacaan:

1. Chang LY, Wang MY, Tsai PS. Diagnostic accuracy of rating scales for attention-deficit/hyperactivity disorder: a meta-analysis. Pediatrics. 2016;137:1-13.

2. Substance Abuse and Mental Health Services Administration. DSM-5 changes: implications for child serious emotional disturbance. Didapat dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519708/


familyfamily
Baca artikel tumbuh kembang anak di PrimaKu!
Unduh sekarang
playstoreappstore
Rekomendasi Artikel
Lihat semua
cover
Pentingnya Skrining Hipotiroid pada Bayi
26 Jan 2018
cover
Skrining pada payi baru lahir
12 Sep 2021
cover
Hipotiroid kongenital: Pentingnya skrining pada saat bayi ba...
12 Sep 2021
cover
Cegah Penyakit Serius dengan Lakukan Skrining pada Newborn
28 Jul 2022
cover
Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital pada Bayi Newborn
12 Okt 2022
cover
Anak Alami Gangguan Hiperaktif? Yuk, Segera Lakukan Skrining...
28 Okt 2022
cover
Kenali Jenis Skrining Bayi pada Bayi Baru Lahir
23 Nov 2022
cover
Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pertumbuhan & Perkembangan ...
11 Sep 2023
cover
Pentingnya Skrining Hipotiroid Kongenital untuk Bayi
24 Nov 2023
primaku
Aplikasi tumbuh kembang anak Indonesia. Didukung penuh oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)
Mitra resmi kami:
idaikemenkes
Unduh PrimaKu
playstoreappstore
© 2023 All rights reserved PRIMAKU, Indonesia
Cari kami di: