1 April 2022
Supaya Ibu dan Bayi Nyaman, Ini Posisi dan Perlekatan Menyusui yang Baik
Ditulis oleh

Marisha A
Topik: ASI
Bagi setiap ibu, baik yang sudah berpengalaman maupun yang baru menjadi ibu, proses menyusui menjadi tantangan tersendiri. Mungkin sekilas tampak mudah dan alami, namun ternyata proses menyusui tidaklah semudah yang dibayangkan. Tak hanya bagi ibu, menyusui juga menjadi proses pembelajaran bagi bayi, lho, MomDad!
Namun, dalam prosesnya, seringkali para ibu mengalami kesulitan, khususnya bagi yang baru menjadi ibu. Untuk itu, MomDad perlu mengetahui bagaimana posisi serta perlekatan yang tepat agar saat proses menyusui menjadi momen kedekatan bagi ibu dan buah hati. Simak infomasinya lebih jauh, yuk!
Posisi menyusui
- Cradle hold: Ini adalah posisi menyusui yang paling umum. Biasanya para ibu melakukan posisi ini di minggu pertama kelahiran bayi. Caranya adalah dengan memangku bayi menggunakan tangan kanan untuk membuatnya menyusu di payudara sebelah kanan, kemudian posisikan perut bayi agar menempel dengan perut ibu.
- Cross craddle hold: Posisi ini tidak berbeda jauh dengan cradle hold. Bedanya, Mom bisa memangku bayi menggunakan tangan kanan dan menyusui di payudara sebelah kiri.
- Football hold: Berbeda dengan posisi sebelumnya yang mengharuskan perut ibu dan bayi menempel, posisi ini mirip seperti saat membawa bola rugby. Football hold mengharuskan Mom menopang kepala dan leher bayi dengan tangan kanan, namun tubuh bayi diapit oleh ketiak ibu.
- Berbaring: Letakkan bayi di atas dada ibu. Supaya lebih nyaman, letakkan bantal di bawah punggung ibu. Posisi ini biasanya dilakukan setelah melahirkan dan melakukan inisiasi menyusu dini (IMD). Posisi ini juga memudahkan bayi prematur, bayi kembar, dan bayi yang mengalami kesulitan untuk meletakkan mulutnya pada puting ibu.
- Berbaring menyamping: Posisi ini mungkin lebih nyaman dilakukan oleh para ibu pasca operasi sesar. Rebahkan tubuh Mom pada posisi menyamping, namun usahakan agar bantal tidak terlalu dekat dengan bayi agar tidak menghalangi jalan napasnya.
- Koala: Posisi ini cocok untuk anak bayi yang sudah bisa duduk secara mandiri. Posisi ini menempatkan bayi dalam posisi duduk dan kepala menghadap ke payudara ibu.
- Chin: Dagu bayi menyentuh payudara ibu sehingga tidak ada jarak sama sekali.
- Areola: Sebagian besar areola ibu masuk ke mulut bayi, sehingga bayi menyusu tidak hanya dari puting saja.
- Lips: Posisi bibir atas dan bawah bayi terpuntir keluar.
- Mouth: Mulut bayi terbuka lebar, tidak boleh hanya sekedar menempel ke puting.





